291 TARUNA AKMIL SELESAI JALANI DIKSARPARA
 DANJEN KOPASSUS TUTUP DIKSARPARA TARUNA AKMIL TA. 2010 DI PUSDIK PASSUS Akmil Magelang (6/9) ...selengkapnya
ORGANIK AKMIL PERINGATI NUZULUL QUR'AN
<!-- /* Font Definitions */ @font-face {font-family:"Cambria ...selengkapnya
ORGANIK AKMIL MENERIMA PENCERAHAN DARI GUBERNUR.
<!-- /* Font Definitions */ @font-face {font-family:"Cambria ...selengkapnya
Jl Gatot Subroto Magelang Telp.(0293) 363001 363009
Fax.(0293) 362815
Fill Our Contact Form to Email
by clicking here



Selasa, 26 Januari 2010, 07:50 WIB
WAGUB AKMIL PIMPIN.....

WAKIL GUBERNUR AKMIL  PIMPIN PERINGATAN  HARI  BHAKTI TARUNA KE 64


Magelang-Akmil. Senin (25/1) Wakil Gubernur Akmil Brigjen TNI Zulkarnaen Pane bertindak selaku Inspektur Upacara pada  Peringatan Hari Bhakti Taruna tahun 2010 di Lapangan Pancasila Akmil Magelang. Penyelenggaraan hari bhakti taruna tahun ini diisi dengan kegiatan bhakti social seperti donor darah,karya bhakti, anjang sana, temu generasi, ziarah ke tmp dan ditutup dengan kegiatan upacara.

 

            Dalam amanat tertulis Gubernur  Akmil yang dibacakan Wakil Gubernur Brigjen TNI Zulkarhaen Pane menjelaskan tentang fakta sejarah adanya perjuangan mempertahankan dan menegakkan kedaulatan NKRI yang dilakukan segenap bangsa Indonesia juga oleh para Kadet/Taruna Militer Akademi dengan semboyan “Merdeka atau Mati”, yang dilandasi semangat nasionalisme kepahlawanan,rela berkorban tanpa pamrih, percaya pada kekuatan sendiri dan pantang menyerah. Semangat heroism para taruna telah dibuktikan dengan peristiwa Lengkong yang terjadi tanggal 25 Januari 1946,dimana peristiwa tersebut gugur Matyor Daan Mogot beserta 3 perwira dan 34 Taruna/kadet. Selanjutnya pada masa agresi Belanda Kedua di Jogjakarta, Tempel dan Wates pada 1947 dan di Pataran, Kecamatan Kalasan, Yogyakarta pada tanggal 24 Februari 1949 juga menjadi momen gugurnya para taruna kusuma bangsa.

 

Lebih lanjut ditegaskan bahwa kita Bangsa Indonesia sebagai bangsa yang besar sudah seharusnya adalah bangsa yang menghargai jasa para Pahlawannya. Oleh karenanya diharapkan para taruna sebagai generasi penerus dapat mengimplementasikan dan mengaktualisasikan nilai-nilai kejuangan, juga mewarisi keteladanan dan  keprajuritan dengan belajar berlatih secara sungguh-sungguh dilandasi motivasi dan semangat belajar yang tinggi, pada akhirnya akan menjadi pemimpin-pemimpin yang handal, berkarakter, berwawasan kebangsaan serta dicintai rakyat. Oleh karenanya sebagai generasi penerus kita jangan sampai melupakan sejarah perjuangan bangsa dan menghargai pengorbanan para syuhada yang telah mengorbankan jiwa,raga dan hartanya demi tegaknya NKRI.

 

Dalam Akhir amanatnya Gubernur membacakan sebuah syair lagu yang diciptakan Cornel Simanjuntakyang syair aslinya diciptakan oleh Sanusi Pane dan digubah oleh Cadet Rosjidi Imron diantaranya: “Jauh di sana di balik tembok, terletak taman pahlawan raya, tewas berjuang di medan Lengkong, untuk membela nusa dan bangsa, selamat tinggal ibunda,selamat tinggal ayahanda, ku pergi jauh kesana,mencari bahagia”. Hadir dalam even tersebut, peserta upacara yang terdiri: pengasuh dan taruna Akmil serta undangan para sesepuh diantaranya Jenderal TNI  (purn) Tyasno Sudarto, keluarga Lettu (Anumerta) Subiyanto Joyohadikusumo, Distribusi A dan B , Wakil Ketua  dan Pengurus persit KCK cabang BS Akmil. 

 

 

 



Sumber : PENHUMAS AKMIL

Dilihat: 1513
Kirim ke Teman
Versi Cetak

Kembali Ke Atas