by Penhumas Akmil | Mar 1, 2021 | Berita
Magelang, akmil.ac.id
Taruna Akmil tingkat III/Sermadatar TP 2020/2021 melaksanakan kegiatan menembak di lapangan tembak Sarsanto Plempungan, Salaman, selama 6 hari (Senin-Sabtu) Tgl 1 s.d. 6 Maret 2021 berjumlah 296 Taruna dengan pelatih 92 orang, Senin (01/02/2021).
Kegitan ini bertujuan sebagai pedoman dalam menyelenggaraan Uji Kemahiran Menembak kelas Pratama bagi Taruna Akmil Tingkat III/Sermadatar TP 2020/2021, dengan pelaksanaan tembak tepat penilaian jarak 100 meter dengan sikap (tiarap, duduk/berlutut dan berdiri), pada jarak 200 meter sikap (tiarap dan duduk/berlutut), selanjutnya tembak tepat penilaian jarak 300 meter sikap tiarap, dengan batas minimal nilai yang telah di tentukan.
Kadepmildas Akmil Kol Inf Murbianto Adhiwibowo dihadapan para Taruna dan organik pelatih serta pengasuh memberikan penekanannya, ”Seluruh Taruna agar disiplin dan bersungguh-sungguh dalam mengikuti, menyerap, dan melaksanakan seluruh materi yang diujikan. Hasil uji Kemahiran Menembak kelas Pratama agar dicatat dalam buku saku petembak sehingga dapat digunakan untuk mengetahui perkembangan hasil latihan dan sebagai bahan evaluasi bagi pelatihan”.
“Bagi Taruna yang dinyatakan LULUS akan diberikan sertifikat penghargaan dan Brevet Kemahiran Menembak Kelas Pratama sesuai keputusan Gubernur Akmil. Untuk Taruna yang dinyatakan BELUM LULUS akan diberikan kesempatan untuk melaksanakan pembinaan lanjutan dan pendalaman, serta pengujian ulang hingga seluruh Taruna Akmil dinyatakan lulus Uji Kemahiran Menembak Tingkat Pratama”,sambung Kadepmildas.
“Untuk Para pelatih dan pendamping dituntut selalu melaksanakan pengawasan, pengendalian, disiplin serta memiliki kepedulian terhadap setiap tahap kegiatan dalam Uji Kemahiran Menembak kelas Pratama. Agar pelaksanaan Uji Kemahiran Menembak kelas Pratama dilaksanakan secara jujur dan obyektif sesuai teknik dan sistem penilaian yang benar dengan didasarkan pada hasil kemampuan petembak. Petembak yang TIDAK LULUS salah satu sub materi maka dinyatakan TIDAK LULUS”, lanjut beliau.
“Penting dan perlu mendapatkan perhatian khusus yaitu perencanaan dan persiapan yang cermat agar tujuan dan sasaran latihan dapat dicapai secara optimal. Perhatikan faktor keamanan dan pengamanan personel maupun materiil dengan berpedoman pada rencana pengamanan. Adakan pencatatan yang tertib, cermat, jelas, dan teliti dalam setiap penggunaan munisi yang digunakan selama pelaksanaan Uji Kemahiran Menembak tingkat Pratama sehingga penggunaannya dapat dipertanggung-jawabkan serta untuk menghindari adanya penyalahgunaan”, tegasnya.
Mengakhiri perhatiannya seluruh Taruna dan organik serta pengasuh untuk selalu memegang teguh 8 Wajib TNI, Saptamarga dan Sumpah Prajurit selama pelaksanaan kegiatan Uji Kemahiran Menembak tingkat Pratama.
Penhumas Akmil
by Penhumas Akmil | Feb 27, 2021 | Berita
Magelang, akmil.ac.id
Kadeptik Akmil Kolonel Inf R. Mohamad Kusdaryono, S.Sos, dan Wadanmentar Akmil Kolonel Arm Djoni Prasetyo, S.Sos, bersama pengasuh dan pelatih Akademi Militer berjumlah 25 orang melaksanakan Tinjau Medan Latihan Pramuka Yudha Taruna Akmil Tingkat II guna untuk mengetahui dan mengenal wilayah serta medan latihan yang akan dilaksanakan. Sabtu (27/02/2021).
Kegiatan ini akan dilaksanakan selama tiga hari Sabtu (27/02), Minggu (28/02) dan Senin (01/03) di daerah Magelang dan Temanggung. Untuk hari ini meninjau Kampung Jarak Pringsurat dan sekitar.
Dalam pelaksanaan Tinjau Medan kali ini Kadeptik Akmil dalam perhatiannya menyampaikan, ”Latihan Pramuka Yudha ini bertujuan untuk memberikan dan membekali serta meningkatkan kemampuan dan keterampilan para Taruna dalam mengaplikasikan pengetahuan teknik, taktik dasar bertempur dan jasmani militer di lapangan serta melatih keterampilan dan kemampuan teknis keprajuritan secara perorangan sampai dengan satuan setingkat Regu/Tim, sehingga dapat mengatasi berbagai rintangan medan, baik alam maupun buatan”.
“Sasaran yang ingin dicapai adalah, agar Taruna memiliki kondisi fisik yang tangguh, memiliki disiplin tempur, naluri lapangan, sikap mental dan kepercayaan diri, sehingga dapat melaksanakan tugas dengan baik di satuan nantinya”, sambung Kadeptik.
Kemudian Wadanmentar menambahkan, ”bahwa materi-materi latihan ini akan diformulasikan dengan kondisi medan latihan yang sebenarnya, sehingga penguasaan tentang teori mutlak, Taruna harus kuasai, sehingga sanggup mengaplikasikannya selama latihan Pramuka Yudha ini berlangsung”.
Wadanmentar berharap agar keterampilan yang telah dimiliki dalam taktik dan teknik bertempur, hendaknya dapat dipraktekkan sesuai sasaran yang diinginkan, sehingga latihan Pramuka Yudha ini dapat dijadikan referensi bagi para Taruna pada saat melaksanakan tugas di lapangan sebagai seorang perwira nantinya. Bagi Taruna yang berhasil dalam melaksanakan latihan ini akan berhak memakai Brevet Pramuka Yudha yang merupakan kebanggaan bagi seorang Taruna.
Penhumas Akmil
by Penhumas Akmil | Feb 23, 2021 | Berita
Magelang,akmil.ac.id
Gubernur Akademi Militer Mayjen TNI Totok Imam Santoso, S.I.P., S.Sos., M.Tr. (Han) meninjau Flat 4 dan 5 Taruna Tingkat III di Mentar Akmil yang didampingi oleh Dirum Brigjen TNI Agus Prangarso,S.Sos, Danmentar Brigjen TNI Windiyatno, Rabu (23/02/2021).
Dalam peninjauan tersebut Gubernur Akmil menekankan, ”mengarahkan kepada rekanan Mabesad ibu Puspa penempatan kursi, meja belajar, raung tidur dan rauang belajar Taruna yang berupakan program dari Mabesad, dengan pembenahan ini maka flat menjadi lebih bersih dan rapi juga indah serta sehat”.
Beliau juga memberikan perhatian tentang, ”kebersihan dan kerapian, ada pepatah mengatakan, kebersihan adalah sebagian dari iman. Kebersihan lingkungan dimulai dengan keinginan setiap individu untuk menjadi bersih, terutama Flat Taruna mulai kamar mandi, tempat tinggal, kamar tidur dan lingkungannya, bersih itu indah, bersih itu anugerah”,
“Lingkungan Flat Taruna harus hijau dan bersih bukan hanya sebuah aspirasi tetapi sebuah tindakan. Kebersihan menjadi awal dari penilaian baik buruknya Taruna. Kepribadian yang baik akan menjaga kebersihan dirinya, lingkungannya dan sekitarnya, tujuannya pembersihan bukan hanya untuk membersihkan, tetapi untuk merasakan kebahagiaan hidup dalam lingkungan (Akmil)”.
“Lingkungan bersih dan asri adalah hasil dari kerja keras pengasuh dan Taruna yang menjaga kelestarian alam dan kebersihan lingkungan Akmil, Taruna akan sehat dan bisa melakukan aktivitas sehari-hari tanpa adanya ancaman penyakit yang berarti”, ajak beliau.
Selesai mengecek Flat 4, Gubernur Akmil didampingi Danmentar menuju ruang tamu Mantar, melaksanakan kegiatan selanjutnya.
Penhumas Akmil
by Penhumas Akmil | Feb 23, 2021 | Berita
Magelang,akmil.ac.id
Akademi Militer melaksanakan pendataan dan Profiling Psikologi untuk para Dosen, Gumil dan Pengasuh Taruna Akmil berjumlah 209 Perwira. Selama lima hari mulai hari Senin s.d. Jumat, tanggal 22 s.d 26 Feb 2021 di Kelas A1 dan A2 Akademi Militer Magelang. Selasa (23/02/2021).
Kegiatan ini di laksanakan guna melihat kelayakan potensi dasar, kematangan emosi, dan kesiapan pribadi lainnya dari para Dosen, Gumil dan Pengasuh Taruna Akmil. Selama lima hari setiap hari di jadwalkan 60 orang. Hari kelima adalah hari cadangan. Apabila di hari Senin sampai Kamis tidak bisa hadir.
Wadirdik (Wakil Derektur Pendidikan) Akmil Kolonel Inf Saiful Rizal, S,Sos, yang mengawasi kegiatan tersebut menyampaikan, ”bahwa sasaran kegiatan ini adalah dengan mengupgrading marwah Akmil ini akan meningkat dengan tujuan pokoknya menaikan marwah, wibawa, karena seseorang yang SDMnya naik maka wibawanya akan bertambah”.
“Hal ini merupakan bagian dari upaya Akademi Militer sebagai lembaga pedidikan untuk meningkatkan (upgrading) karena kita tahu bahwa Tenaga Pendidik (Gadik) Akmil itu harus ada jaminan mutu untuk dia sebagai Guru yang harus digugu dan ditiru oleh para peserta didik (Taruna Akmil)”, sambungnya.
“Tidak hanya penguasaan materi saja tapi sikap dan perilakunya, karena setiap saat akan dilihat, direkam oleh Taruna sehingga para Gadik perlu yang namaya perawatan sesuai keilmuan atau keahlian. Melalui pendataan Psikologi ini akan di ketahui potensi dasar. Bagi yang menurun perlu di tingkatkan, sehingga nanti akan terdeksi secara pasti melaui ilmu Psikologi”, lanjut Wadirdik.
“Maka akan keluar klaster mana gadik yang memenuhi syarat dan kurang memenuhi syarat, bagi yang memenuhi syarat mereka akan diberi kepercayaan untuk melakukan Upgrading. Tetapi bagi yang belum memenuhi syarat dari Departemen, Kordos (koordinator dosen) akan mendampingi gadik (untuk di tugasi belajar). Para gadik yang menurun akan mendapat terapi dari Departemen atau Kordos untuk berlatih dan belajar guna meningkatakan kemampuanya”, Tegas Wadir menjelaskan.
Penhumas Akmil
by Penhumas Akmil | Feb 21, 2021 | Berita
Magelang,akmil.ac.id
Untuk meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Alloh SWT, pagi hari ini Taruna Akademi Militer melaksanakanan Muhasabah bagi Taruna/Taruni Akmil Tk. I, II dan III yang beragam Islam guna mencapai sasaran pembentukan moral/ ahlak dan karakter sikap kepribadian dengan tema “Dengan Muhasabah Kita Tingkatkan Semangat untuk Berbuat yang Terbaik dalam Menempuh Pendidikan di Akmil”, di Serambi Masjid Al Jihad Kesatrian Akmil. Minggu (21/02/21).
Mayor Inf Farkhan (Bintal Akmil) dalam acara ini mengawali pembicaraan, ”Maka adapun orang yang catatannya diberikan dari sebelah kanannya, maka dia akan diperiksa dengan pemeriksaan yang mudah”. (QS. Al-Insyiqaq [84]: 7-8).
“Jika kita amati secara mendalam, hikmah dari i’tibar yang diperoleh dari bencana yang melanda dunia ini tak ubahnya perkataan yang pasti akan menggoreskan kesan (positif atau negatif) dihati pendengarnya. Begitupun dengan apa (musibah) yang Allah turunkan kepada manusia sebagai bentuk kalam Tuhan yang bersifat teguran tentu memiliki maksud dan tujuan yang terkadang kita merasa sulit atau bahkan kesulitan untuk memaknainya. Semestinya manusia menyadari hal itu lalu melakukan tindak lanjut (fedback) dari semua itu. Hal ini merupakan keterbatasan manusia sebagai ciptaan Tuhan (makhluk) yang memang sudah menjadi ketetapan Sang Pencipta (Kholiq) untuk memahaminya”, ujarnya.
“Idealnya menanggapi semua itu, kita harus melakukan muhasabah (introspeksi) terhadap semua sikap dan tindakan kita selama ini dan kita selalu mendoakan kedua orang tua kita terutama ibu. Sudahkah kita penuhi semua kewajiban kita sebagai makhluk Tuhan, dimana tujuan penciptaan manusia adalah untuk mengabdi kepada Allah (li’ibadatillah), atau justru perbuatan kita selama ini jauh dari nilai-nilai Illahiyyah. Oleh karena itu, mari kita berintrospeksi diri demi menuju hidup yang sesuai dengan ajaran agama mengingat bahwa tidak ada jaminan kita akan bangkit dari tidur esok hari. Karena boleh jadi ajal menjemput sebelum kita bertaubat kepada Allah SWT atau Malaikat Izrail telah mencabut nyawa kita sebelum taubat kita benar-benar diterima oleh-Nya, yang lebih ironis bila nyawa ini melayang dikala kita sedang berbuat kemaksiatan atau berada dalam lembah kenistaan. Na’udzubillahi min dzalik,” Sambungnya.
“Muhasabah atau introspeksi diri adalah kata yang hakikatnya sering disalahpahami oleh mayoritas orang. Mereka beranggapan introspeksi diri adalah mengingat perbuatan dosa yang telah dilakukan, dengan menyesali (nadamah) dan menangisinya (buka’). Padahal, pengertian tersebut bukanlah termasuk ke dalam muhasabah. Namun itu adalah salah satu dari syarat-syarat taubatan nasuhan (taubat yang murni). Merujuk kepada hadits Rasulullah saw. Tentang hakikat muhasabah, akan kita temukan yang dimaksud dengan muhasabah adalah memaksakan diri dan menundukkannya agar taat melaksanakan semua perintah Allah SWT. sebagai bekal di akhirat”, lanjutnya.
Sesuai dengan konsep ini maka kita harus mengarahkan diri kita untuk selalu tunduk dengan perintah Allah SWT dan Rasul-Nya, Muhammad SAW. Dengan demikian diharapkan kita mampu melakukan muhasabah diri (introspeksi) yang hakiki. Sehingga kita dapat mengontrol semua tindakan kita agar selalu berada di jalan yang diridhoi Allah SWT.
Begitu pentingnya muhasabah dalam hidup ini maka sudah sewajarnya kita selalu melakukannya setiap waktu. Terlebih setiap selesai melakukan suatu amal perbuatan supaya perbuatan sehari-hari (amaliyyah yaumiyyah) kita diterima dan bersih dari rasa sombong dan riya’ yang dapat menggugurkan pahala. Dengan membiasakan diri bermuhasabah berarti kita telah berusaha meningkatkan kualitas iman kita kenuju kesempurnaan. Bahkan kita pun akan menjadi orang yang beruntung di hari perhitungan amal (yaum al hisâb) nanti karena sedikit banyak kita telah memperhitungkan (membuat perhitungan) amal kita di dunia. Insya Allah.
Umar bin Al Khatab pernah berkata, ”Hisablah diri kalian sebelum kalian dihisab (hâsibû qobla an tuhâsabû)”.
Hadir dalam kegiatan ini Danmentar Brigjen TNI Windiyatno, Wadanmentar, Para Danyontar, Para Pa dan Ba Pengasuh Mentar (Resimen Taruna) (50), Taruna Tk I (328), Taruna Tk II(286). Taruna Tk III (248).
Penhumas Akmil