Gubernur Akmil dan Walikota Magelang Bersinergi dan Berkomitmen serta Saling Mendukung
Akademi Militer. Jumat (25/09/2020) Gubernur Akmil Mayjen TNI Totok Imam Santoso., S.I.P., S.Sos., M.Tr.(Han) melaksanakan silaturahmi dengan Walikota Magelang Ir. Sigit Widyonindito, MT di Ruang kerja Walikota Magelang yang di hadiri oleh Dirdik Brigjen TNI Yudi Sulistyanto, M.A, Danmentar Brigjen TNI Windiyatno, Kapenhumas Letkol Arm Kukuh Dwi Antono, S.I.P dan Kabagpam Sdirum Letkol Arm Asep Hendra Budiana, S.H, M.M. Para tamu pejabat Akmil ini di terima langsung oleh bapak Ir. Sigit Widyonindito, MT bersama staf Walikota Magelang.
Dalam Silaturahmi ini Gubernur Akmil kepada Wali Kota Magelang menyampaikan, “untuk mempererat tali persaudaraan dan hubungan kerja antara Akmil dengan Pemerintahan kota Magelang. Akmil dengan Pemerintahan kota Magelang siap bersinergi dan berkomitmen serta saling mendukung guna peningkatan khususnya di bidang pendidikan dan ekonomi daerah”.
Selanjutnya Gubernur Akmil membuka peluang, ”untuk bekerja sama dengan Pendidikan Tinggi di Magelang untuk berkolaborasi, menyatukan pemikiran dalam peningkatan pendidikan di Kota Magelang”.
Gubernur Akmil juga mengingatkan, “Dalam masa pandemi covid-19 ini, Akmil bersama Pemkot Magelang bersama sama membangun image yang bagus dalam rangka meningkatkan disiplin masyarakat mematuhi protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran virus covid-19 di Kota Magelang.”
PENHUMAS AKMIL
Taruna Harus Menjaga Disiplin dan Etika Saat Latihan Praktek Ilmu Medan
Akademi Militer. Kamis (24/09/2020) Gubernur Akmil Mayjen TNI Totok Imam Santoso., S.I.P., S.Sos., M.Tr.(Han) meninjau Latihan Praktek Ilmu Medan Taruna Akmil Tingkat II/Sertar (Sersan Taruna) berjumlah 238 Taruna Kecabangan Inf (Infanteri), yang melaksanakan latihan di Desa Jogomulyo sampai dengan Kliwonan Kecamatan Tempuran Magelang. Dihadiri para pejabat Distribusi Akmil, seluruh pelatih dan pendamping Taruna Batalyon Dewasa dan para pendukung latihan.
Dalam rangka meningkatkan kemampuan Ilmu Medan Taruna Akmil Kecabangan Infanteri melaksanakan Latihan dan Praktik Ilmu Medan, adapun materinya Resection (menentukan kedudukan sendiri), mengerjakan persoalan TP (Titik Pangkal) /GP (Garis Pangkal) dan Koordinat, melaksanakan Jalan Peta/Kompas dan praktek Jalan kompas malam.
Gubernur Akmil Mayjen TNI Totok Imam menyampaikan, ”Sasaran dari kegitan Latihan Praktek Ilmu Medan Taruna Akmil Tingkat II/Sertar agar Taruna mampu melaksanakan praktik pengetahuan ilmu medan dengan baik dan benar di medan sebenarnya”.
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Akmil Mayjen TNI Totok Imam mengharapkan, ”kepada seluruh Taruna yang melaksankan latihan dalam hal ini Tingkat II/Sertar agar selalu menjaga disiplin dan menjaga etika juga norma/aturan selama melaksanakan Latihan, karena Latihan tersebut akan melintasi perkampungan”.
Gubernur Akmil juga menekankan, ”melalui praktik Ilmu Medan Taruna mampu mengaplikasikan pelajaran teori di kelas yang selama ini diberikan oleh para pelatih”.
Sebagai Komandan Latihan Praktik Ilmu Medan Taruna Akmil Tingkat II/Sertar Kadepmildas (Kepala Departemen Militer Dasar) Kolonel Inf Victor Deny menyampaikan, ”materi Latihan dan Praktik Ilmu Medan tersebut merupakan materi dari Latihan Perorangan Dasar (LPD), Para Taruna ini belajar cara membidik sudut kompas dengan tepat dan benar sesuai koordinat di medan sebenarnya, dan ilmu ini sangat penting sebagai bekal apabila nanti telah menjadi prajurit dan mendapat tugas di medan tempur, tidak kehilangan arah dan dapat menguasai medan”.
PENHUMAS AKMIL
Akmil Gelar Seminar Nasional Dampak Pendemi Covid-19 Terhadap Bangsa Indonesia
Kadispenad : Pejabat Penerangan Satuan Harus Responsif Terhadap Penanganan Krisis Informasi
JAKARTA, tniad.mil.id,
– Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat Brigjen TNI Nefra Firdaus, S.E.,M.M., menegaskan dalam menghadapi manajemen krisis khususnya dalam mengelola manajemen informasi pejabat penerangan harus bertindak cepat dan responsif.
“Krisis di sini bukan krisis keuangan atau krisis moneter tetapi suatu kejadian di wilayah yang melibatkan satuan atau personel TNI AD harus segera direspon dengan cepat oleh pejabat penerangan,” kata Nefra Firdaus dalam pengarahannya pada rapat virtual melalui video conference bersama dengan para Kapendam, Kapenhumas Balakpus dan Kapenrem seluruh Indonesia, di Puskodal Mabesad, Jakarta, Selasa (22/9/2020)
Dalam rapat tersebut Kadispenad memberikan pengarahan yang terkait dengan bidang tugas penerangan jajaran Angkatan Darat terutama bagaimana pejabat penerangan di daerah atau satuan dalam menyikapi apabila ada kejadian yang melibatkan satuan atau personel TNI AD. “How to handle Information During a Crisis” atau Bagaimana Langkah-Langkah Dalam Manajemen Informasi Pada Saat Krisis” ujar Nefra.
Brigjen Nefra menjelaskan bahwa terdapat 5 (lima) langkah yang harus dilakukan oleh pejabat penerangan, yang pertama; Be truthful (Jujur), memberikan informasi apa adanya. Kedua; menyampaikan informasi yang bermanfaat. Ketiga; membuat rencana Manajemen Krisis dan masukkan hubungan dengan media. Keempat; menyiapkan juru bicara, Kapen merupakan juru bicara satuan, siap tidaknya juru bicara dalam memberikan keterangan mempengaruhi opini masyarakat secara luas dan yang kelima; menjalin kerjasama yang berkelanjutan dengan media.
Selanjutnya Kadispenad memaparkan hal-hal yang tidak boleh dilakukan oleh pejabat penerangan, antara lain menganggap dan memperlakukan media sebagai musuh, dalam mendapatkan informasi tidak bergantung kepada media tetapi jadikan media menjadi salah satu sumber informasi, tidak melupakan Prajurit atau Personel TNI AD sebagai sumber informasi yang akurat tentang suatu peristiwa.
Pada akhir pengarahan Kadispenad menyampaikan beberapa kesimpulan dalam manajemen Informasi pada saat krisis, yaitu; manajemen informasi dalam krisis bukanlah hal yang spontan tetapi perlu disiapkan, direncanakan dan dipelihara. Public Relation (PR) dalam situasi krisis memerlukan skill (keahlian) yang harus dipelajari dan dilatih sehingga informasi yang disampaikan bermanfaat dan bukan menjadi bumerang. Pejabat penerangan harus berhati-hati dalam memberikan informasi yang penting, tapi tidak membatasi akses info secara total karena dapat menimbulkan asumsi yang keliru dalam persepsi berita. Dalam menyampaikan informasi harus memerhatikan hal-hal yang sudah menjadi protokol /ketentuan.
“Yang lebih penting hubungan dengan media harus terus dijaga dan bukan sebagai hubungan jangka pendek dan kasuistis tapi direncanakan secara baik,” pungkasnya.
Pada akhir acara rapat virtual dilaksanakan sesi diskusi dan tanya jawab, turut hadir dalam rapat tersebut Sesdispenad Kolonel Inf Mu’tamar, para Kasubdis Dispenad dan 73 pejabat penerangan jajaran TNI AD baik tingkat Kotama, Balakpus dan Korem. (Dispenad)







