Select Page

Membumikan Pancasila kepada Mahasiswa Universitas Esa Unggul Jakarta

Akademi Militer. Kamis (17/09/2020) Gubernur Akmil Mayjen TNI Totok Imam Santoso, S.I.P., S.Sos., M.Tr.(Han) memberikan ceramah secara virtual dari ruang kerja Gubernur Akmil Magelang kepada Mahasiswa baru Universitas Esa Unggul yang berada di Ruang Aplikasi Zoom Meeting Kampus Universitas Esa Unggul Jakarta, Sebanyak 309 mahasiswa. Dengan Tema “Membumikan Pancasila Sebagai Landasan Menghadapi Tantangan Di Era Digital”.

Gubernur Akmil memaparkan kepada Mahasiswa baru Universitas Esa Unggul secara virtual, ”di kawasan regional Asia Tenggara berkembang beberapa isu strategis, antara lain: Perjanjian kerja sama pertahanan Negara-negara persemakmuran Inggris (FPDA) yaitu Malaysia, Singapura, Australia, New Zealand dan Inggris. Yang patut diwaspadai adalah bahwa Indonesia berada di tengah-tengah Negara-negara tersebut, kemudian maraknya isu TKA illegal sebagai masalah diplomatik dan perdebatan tentang kendali ruang udara di wilayah Singapura dan sekitarnya selanjutnya Isu batas Negara dan konflik Laut China Selatan, juga pembangunan pangkalan Marinir AS di Darwin dan pangkalan Diego Garcia di samudera Hindia yang sering luput dari pantauan”.

Selain kesemua hal tersebut, perkembangan global yang persaingan perebutan world dominance juga terindentifikasi dari rilis laporan Pentagon ke Kongres menyatakan bahwa China memiliki rencana untuk membangun pangkalan militer di Indonesia beserta Negara-negara asia tenggara lainnya.

“Terdapat beberapa hal yang dapat dipetakan sebagai potensi ancaman nasional. Berkaitan dengan membumikan Pancasila, perlu dipahami bahwa ancaman di era digital dapat berkohesi dengan teknonogi cyberspace yang pada akhirnya berimplikasi pada pergeseran nilai Sosial budaya”. Tandas Gubernur Akmil.

Gubernur Akmil mencontohkan, “Pegeseran nilai ditandai dengan semakin banyaknya anak muda yang memiliki cita-cita untuk menjadi influencer, youtuber, selebgram dan lain-lain. Pergeseran nilai inilah yang perlu disikapi secara serius berpegang kepada Pancasila sebagai kristalisasi nilai-nilai luhur serta jati diri bangsa Indonesia. Selain itu, kemajuan teknologi dalam era digital juga bersinggungan dengan degradasi ideologi, merebaknya politik identitas, meningkatnya kesenjangan sosial, maraknya peredaran Narkoba, Seks Bebas, dan lain-lain”.

Kemudian Mayjen TNI Totok Imam juga menghimbau, “di saat pandemi Covid 19, seluruh masyarakat untuk tetap tinggal di rumah. Dengan keluangan waktu yang cukup banyak serta tanpa adanya kesadaran tentang pengamalan nilai luhur Pancasila, maka sangat terbuka kemungkinan individu akan memanfaatkan sarana teknologi seperti telepon pintar untuk membuat video dan mempostingnya di media sosial sehingga menjadi viral.

Menurut Lembaga Riset Siber CISSReC, saat ini ancaman pandemi virus Corona bukanlah satu-satunya ancaman terhadap eksistensi Pancasila pada era serba digital sekarang. Beberapa ancaman yaitu : Dengan tersedianya waktu luang akibat dari PSBB, yang didukung dengan provider jaringan seluler yang mengeluarkan promo-promo dan seluruh instansi pemerintah serta perusahaan swasta mendorong penggunaan aplikasi virtual, maka ancaman hacker menjadi semakin berbahaya. Kemudian beredarnya hoax akibat banyak waktu luang dan ketakutan terhadap corona menjadi lebih berbahaya dari sebelumnya. Dan pergeseran bullying yang secara fisik menjadi virtual dan memiliki resiko yang lebih berbahaya bagi korban. Dengan adanya jual beli secara digital maka terbuka kemungkinan untuk sentralisasi ekonomi global yang sudah pasti akan merugikan UMKM sebagai ujung tombak ekonomi di Indonesia. Mayjen TNI Totok Imam menjelaskan.

Selanjutnya dalam kuliah ini Gubernur Akmil menyimpulkan, ”hubungan antara membumikan Pancasila dan menghadapi ancaman di era digital, tantangan yang dihadapi oleh bangsa Indonesia di era digital yang berimplikasi pada kehancuran NKRI harus dihadapi dengan pemahaman yang mendalam tentang Pancasila, wawasan kebangsaan serta jiwa dan semangat kebangsaan”.

Di akhir kuliahnya Gubernur Akmil berharapan kepada Mahasiswa Baru Universitas Esa Unggul,” Sebagai generasi muda harapan bangsa harus mulai meninggalkan hal negatif dan mulai mengekploitasi berbagai hal positif untuk dikembangkan tentang pembumian Pancasila, pemahaman tentang ancaman di era digital terhadap Ideologi Negara Pancasila diharapkan para mahasiswa baru mengerti urgensi pembumian Pancasila demi keutuhan Negara ini. Mahasiswa yang suatu saat akan menjadi motor bangsa ini diharapkan mengerti apa ancamannya apabila melupakan Pancasila sebagai ideologi Negara.

Gubernur Akmil berpesan,”berprestasi, berinovasi, jadi Agen Perubahan dengan menggunakan PANCASILA sebagai dasar inovasi dan perubahan. Budayakan jadi mahasiswa yg teladan, belajar dengan baik dan turut peran aktif dalam menghadapi ancaman bangsa. Dengan banyaknya platform digital untuk belajar, bekerja, bertransaksi, dan berkomunikasi, diharapkan para mahasiswa tidak menggunakan celah keamanan pada platform tersebut untuk kegiatan negatif. Gunakan pengetahuan saudara-saudara untuk memajukan Negara ini. Bijaklah Dalam bermedia sosial apapun itu bentuknya Tiktok, Youtube, Instagram, selalu bijak dan beretika. Jangan semata-mata ingin menjadi viral, maka melupakan etika ketimuran, melupakan Pancasila sebagai jati diri bangsa”.

PENHUMAS AKMIL

TARUNA HARUS BISA MENJADI DIRI SENDIRI

Akademi Militer. Rabu (16/09/2020) Gubernur Akmil Mayor Jenderal TNI Totok Imam Santoso, S.I.P., S.Sos., M.Tr.(Han) memberikan pengarahan kepada Taruna Tingkat III/Sersan Mayor Dua Taruna (Sermadatar), yang dihadiri para Pejabat Distribusi Akmil dan seluruh Pengasuh Resimen Taruna Madya serta 278 Taruna dan 18 Taruni Tingkat III bertempat di Lapangan Batalyon Taruna Madya Akmil.
Gubernur Akmil dalam kesempatan ini menyampaikan, “Taruna wajib untuk mengenal para Pejabat Distribusi Akmil. Kemudian jalin hubungan komunikasi yang bagus dan ikatan batin yang kuat antara Taruna dengan Pejabat, Pengasuh dan Organik Akmil untuk memecahkan permasalahan yang ada”.
Selanjutnya, ”Taruna harus melaksanakan tugas belajar dan berlatih dengan baik dan bertanggung jawab dengan mentaati aturan dalam Perkhustar (Peraturan Khusus Taruna) untuk mewujudkan, menjadi kebanggaan orang tua dan pengabdian kepada bangsa dan negara nantinya. Taruna dididik untuk menjadi Perwira TNI AD dan memiliki gelar Sarjana Terapan Pertahanan”.
Lebih dalam Gubernur Akmil menyampaikan, “Dalam pembuatan TA (Tugas Akhir), manfaatkan waktu, sarana dan prasarana yang ada untuk menyiapkan TA yang nantinya akan mendukung Taruna dalam penugasan sebagai Perwira. Taruna juga akan diberi kartu Perpusnas (Perpuatakaan Nasional Republik Indonesia) untuk dapat mengakses buku-buku perpustakaan elektronik untuk mendukung TA dan menambah pengetahuan.”
“Taruna harus menjadi perwira yang profesional dan militan dan tidak menjadi perwira cengeng”. Tegasnya.
Selanjutnya, ”Taruna senior harus bisa mendidik dan memberikan arahan yang baik, mampu membangun komunikasi yang harmonis dengan Taruna Yunior dan jangan warnai dengan kebencian dan kekerasan terhadap yunior. Taruna Senior harus menjadi figur yang baik dari segi penampilan, sikap dan tingkah laku oleh yunior. Harus mampu berdisiplin waktu yang baik tidak ada kegiatan yang terlambat akibat Taruna tidak bisa menepati waktu di setiap kegiatan “.
Tidak lupa Gubernur Akmil memberikan atensi terhadap situasi pandemi Covid ini, Taruna harus menyadari tentang aturan dan wajib mematuhi Protokol Kesehatan dengan pemakaian masker, cuci tangan dan rajin olah raga. Tidak ada Taruna yang berupaya untuk mengkondisikan pengasuh/organik Akmil untuk mencapai keinginan pribadi dengan melanggar aturan.
Di akhir pengarahan Gubernur Akmil menekankan, ”Taruna harus bisa menjadi diri sendiri (mandiri) dan jangan menggantungkan dirimu pada orang lain. Laksanakan dan tingkatkan ibadah masing-masing dengan tepat waktu dan selulu diawali berdoa sebelum melaksanakan kegiatan”.
PENHUMAS AKMIL

Akmil Membangun Karakter Anti Korupsi

         Akademi Militer. Selasa (15/09/2020) Gubernur Akmil Mayjen TNI Totok Imam Santoso, S.I.P., S.Sos., M.Tr.(Han) didamping Ir Akmil Brigjen TNI Rifky Nawawi, S.E., S.I.P., Kakordos Akmil Brigjen TNI Wahyu Wibowo Raharjo M.A. melaksanakan kegiatan pembukaan Webinar Workshop Pengembangan Kapasitas Dosen Pendidikan Anti Korupsi di Perguruan Tinggi dan Kementerian/Lembaga secara virtual bersama Wakil Ketua KPK Bapak Nurul Ghufron, Prof. Ir. R. Syarief Widjaja, Ph.D., Kepala BRSDM Kementerian Kelautan dan Perikanan, Ir. Sugihardjo, M.Si, Kepala BPSDM Kementerian Perhubungan, Dr. Anggara Hayun Anupraja, Kepala BPPSDM Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Jakarta dan Akmil Magelang bertempat di ruang kerja Gubernur Akmil.

            Sesuai dengan referensi yang diberikan, Gubernur Akmil menyampaikan, ”pada hakekatnya kegiatan Webinar ini dilaksanakan sebagai upaya untuk mendukung implementasi Pendidikan Anti Korupsi (PAK) pada jenjang pendidikan tinggi, sehingga berimplikasi positif pada pembangunan karakter para Dosen dan Pendidik agar mampu menyebarluaskan nilai-nilai integritas serta semangat perjuangan untuk melawan dan mencegah terjadinya praktek-praktek korupsi di lingkungan pendidikan maupun satuan kerja masing-masing, sehingga tercipta perubahan tata kelola terintegrasi Perguruan Tinggi ke arah yang lebih maju, tertib, modern dan visioner.

            “Kemampuan melawan praktek korupsi sangat dipengaruhi oleh adanya sifat kejujuran, keberanian dan integritas dari setiap insan Warga Negara Indonesia. Apabila kita mau belajar dari kemajuan dan keberhasilan pembangunan ekonomi bangsa lain, ternyata keberhasilan mereka melawan Korupsi harus dimiliki oleh setiap lapisan masyarakat Indonesia, terutama oleh para penyelenggara Negara. Gubernur Akmil meyakini, keberhasilan kampanye anti korupsi dalam jangka menengah dan jangka panjang sangat dipengaruhi oleh peran penyelenggara negara termasuk didalamnya peran dosen sebagai pengampu mata kuliah pendidikan anti korupsi/mata kuliah umum dalam membangun kualitas SDM.

            Dengan demikian, kualitas SDM dan nilai-nilai semangat anti korupsi harus menjadi bagian dari materi ajar yang bernilai krusial untuk diberikan pada setiap lembaga pendidikan tinggi, baik di lingkungan sipil maupun militer.

Selanjutnya Gubernur Akmil menegaskan bahwa, ”Akademi Militer selalu berkomitmen untuk membangun semangat anti korupsi dengan menanamkan nilai-nilai dasar berupa nilai kejujuran, nilai keberanian dan nilai integritas kedalam materi ajar di semua tingkat pendidikan di lingkungan TNI AD. Dalam hal ini, Akmil sedang menyusun mata kuliah anti korupsi, walaupun secara tersirat bahwa perilaku anti korupsi ini telah dijabarkan dalam Perkhustar, Sapta Marga, Sumpah Prajurit dan 8 Wajib TNI.

            Kemudian Gubernur Akmil menguraikan, “rusaknya perekonomian suatu negara sangat berimplikasi terhadap segenap aspek kehidupan, termasuk stabilitas keamanan yang ditopang oleh kemampuan dan kekuatan pertahanan negara. Oleh karena itu, semangat Anti Korupsi harus menjadi bagian integral dari semangat Bela Negara. Materi Ajar di Lembaga Pendidikan dan Perguruan Tinggi yang menanamkan semangat anti korupsi akan dapat membangun suatu struktur lapisan masyarakat dengan budaya Anti Korupsi.

Selanjutnya Gubernur Akmil juga mengatakan, “Lembaga Pendidikan Tinggi di TNI AD menanamkan nilai-nilai dasar keprajuritan dan nilai-nilai dasar Pancasila untuk membentuk karakter para Taruna sebagai kader pimpinan TNI di masa depan. Generasi muda TNI diharapkan dapat bekerjasama dan bersinergi dengan komponen bangsa lainnya dalam mencegah perilaku korupsi. Pembentukan karakter yang tangguh dilandasi oleh kesadaran Anti Korupsi menjadi hal yang penting untuk menjamin kelangsungan hidup bangsa dan Negara Indonesia.

            Pembentukan karakter yang dilandasi kesadaran anti korupsi harus dimulai sejak dini dengan menanamkan nilai-nilai kejujuran, membangun kedisiplinan, mengedepankan kepentingan umum dan melatih pola hidup yang sederhana. Hal-hal tersebut juga harus didukung oleh peran dan upaya komprehensif masyarakat dengan melaporkan dugaan tindakan pidana korupsi yang terjadi di sekitarnya, menumbuhkan literasi pendidikan dan kultur Anti Korupsi serta mencermati rekam jejak calon pemimpin yang Anti Korupsi serta ketegasan dalam penegakan hukum. Tegasnya.

            Setiap lini pemerintahan harus memiliki kesadaran Anti Korupsi dan kepedulian untuk mencegah terjadinya praktek korupsi di lingkungan satuan kerja masing-masing. Struktur bangunan budaya Anti Korupsi harus memiliki komponen-komponen penopang sebagai subsistem-subsistem yang memainkan peran sebagai whistle blower untuk melaporkan praktek dan indikasi korupsi serta mampu melakukan tindakan awal untuk memproses pelanggaran prosedur dan penegakan hukum atas kasus-kasus Korupsi. Jelas Gubernur Akmil.

            Pada akhir sesinya Gubernur Akmil menyampaikan kesimpulannya, ”bahwa praktek korupsi akan merusak ketersediaan sumber daya yang dimiliki oleh negara. Oleh karena itu, membangun semangat anti korupsi dan budaya anti korupsi merupakan tanggung jawab seluruh komponen bangsa. Sebagai institusi yang bertanggung jawab menyelenggarakan pendidikan tinggi bagi generasi muda calon perwira TNI AD, Akademi Militer siap dan berkomitmen untuk bekerja sama secara optimal dengan Kementerian/Lembaga terkait dalam membangun karakter generasi muda bangsa Indonesia yang Anti Korupsi.

PENHUMAS AKMIL