Select Page

Akademi Militer – Bertempat di ruang Sudirman – Mainhall, Gubernur Akmil Brigadir Jenderal TNI Dudung Abdurachman, S.E, M.M., menerima kunjungan dari Kepala Bidang Sejarah Purbakala dan Museum Disbud DIY, Erlina Hidayati, beserta beberapa warga masyarakat desa Plataran Selomartani, Kalasan, Sleman, Yogyakarta. Rombongan yang berjumlah 8 orang tersebut sedianya memohon ijin kepada bapak Gubernur Akmil, terkait dengan rencana penetapan Monumen Plataran sebagai destinasi wisata. Pada kesempatan itu turut Hadir Direktur Pembinaan Penelitian dan Pengembangan (Dirbinlitbang) Akmil, Direktur Pembinaan Lembaga (Dirbinlem) Akmil serta pejabat Distribusi lainnya. Jumat (26/10).
“Dengan penetapan Monumen Plataran sebagai destinasi wisata ini, kita membuat paket wisata yang menawarkan destinasi-destinasi sejarah, terutama kaitannya dengan sejarah kemerdekaan dan perjuangan, wisatawan disiapkan paket untuk mengenal sejarah dan berwisata ke museum-museum sejarah maupun monumen yang ada di Yogyakarta,” ujar Erlina.
Bapak Nurilhuda, perwakilan dari masyarakat desa plataran yang biasa disebut dengan komunitas plataran (pleton Z) mengatakan kedatangan kami ke Akademi Militer dalam rangka silaturahmi dengan bapak Gubernur Akmil, kami juga mohon  ijin utk mengadakan atau melaksanakan kegiatan gelar budaya dn sejarah, dilokasi monumen Plataran, utk mengangkat situs sejarah plataran dimana dalam pertempuran plataran banyak taruna yg gugur ”. katanya.
Gubernur Akmil menyambut baik dan menyetujui tentang penetapan Monumen Plataran sebagai destinasi Wisata Perjuangan dan penggunaan serta pengelolaan dalam rangka kegiatan gelar budaya yang dikelola oleh masyarakat plataran dan pada saat itu juga dilaksanakan penandatangan kesepakatandan kesepahaman dalam hal tersebut.
membuka kembali sejarah perjuangan bangsa dalam meraih kemerdekaan, untuk menumbuhkan kembali jiwa nasionalis dan cinta tanah air, kepada para generasi muda ini sangat bagus, karena mereka nantinya sebagai generasi penerus bangsa Indonesia”.
“Sejarah monumen Plataran ini sangat dalam, dan punya banyak cerita perjuangan kemerdekaan. Bahkan salah satu Alumni MA Yogya  gugur saat melindungi pasukannya yang tengah mengadakan gerakan mundur,” Jelas Brigjend Tni Dudung.
AUTENTIKASI
PENHUMAS AKMIL