Select Page
Gubernur Akmil Sambut Reuni Emas Alpajuli 1975–2025

Gubernur Akmil Sambut Reuni Emas Alpajuli 1975–2025

Magelang, 15 Desember 2025 – Gubernur Akademi Militer Mayjen TNI Rano Tilaar menyambut pelaksanaan Reuni Emas Alpajuli (Almamater Perwira Tujuh Lima) Tahun 1975–2025 yang berlangsung di Graha Utama dan lingkungan Akademi Militer, Magelang. Kegiatan reuni lintas matra ini dipimpin oleh Ketua Panitia Mayjen TNI (Purn) Bambang Sumarno dan diikuti para perwira TNI-Polri alumni Alpajuli beserta keluarga.

Penyambutan diawali dengan kedatangan rombongan peserta reuni yang disambut secara resmi oleh jajaran Akademi Militer. Rangkaian kegiatan meliputi foto bersama, tour lingkungan Akademi Militer, serta upacara penerimaan di Stadion Sapta Marga. Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Akmil menerima cendera mata berupa plakat Alpajuli sebagai simbol penghormatan dan ikatan almamater.

Mayjen TNI Rano Tilaar menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Reuni Emas Alpajuli sebagai wujud soliditas, kebersamaan, dan pengabdian tanpa batas para alumni Akabri 1975 kepada bangsa dan negara. Menurutnya, nilai-nilai kejuangan, disiplin, serta semangat kebersamaan yang terbangun selama pendidikan bersama empat matra merupakan warisan berharga bagi generasi penerus TNI-Polri.

Reuni Emas Alpajuli 1975–2025 dilaksanakan selama tiga hari, mulai 14 hingga 16 Desember 2025, dengan berbagai agenda kebersamaan, malam akrab, serta napak tilas sejarah pendidikan di Akademi Militer dan Akademi Angkatan Udara. Kegiatan ini diharapkan semakin mempererat tali silaturahmi antaralumni serta memperkokoh sinergi lintas matra dalam mendukung keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Gubernur Akmil Tinjau Daerah Latihan Pantai Jodo, Tegaskan Status Aset Akademi Militer

Gubernur Akmil Tinjau Daerah Latihan Pantai Jodo, Tegaskan Status Aset Akademi Militer

Gubernur Akademi Militer Mayjen TNI Rano Tilaar bersama Pejabat Distribusi Akademi Militer dan Forkopimda Kab. Batang Jawa Tengah pada hari Sabtu, 13 Desember 2025, melaksanakan peninjauan Daerah Latihan Pantai Jodo yang berlokasi di Kecamatan Gringsing, Jawa Tengah.

Kegiatan peninjauan tersebut dilaksanakan dalam rangka memastikan kesiapan dan kondisi daerah latihan, sekaligus mempertegas status tanah yang merupakan aset milik Akademi Militer. Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Akademi Militer juga berdialog dengan masyarakat yang bermukim di sekitar area latihan guna menjalin komunikasi yang baik serta menyamakan pemahaman terkait pemanfaatan lahan.

Penegasan ini bertujuan agar pemanfaatan tanah aset Akademi Militer oleh masyarakat dapat dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku, sehingga tercipta tertib administrasi, keamanan, dan hubungan yang harmonis antara institusi dan warga sekitar.

Gubernur Akmil Berikan Pengarahan kepada Kowad Subkoor Akmil pada Pertemuan Rutin Triwulan IV

Gubernur Akmil Berikan Pengarahan kepada Kowad Subkoor Akmil pada Pertemuan Rutin Triwulan IV

Magelang, 11 Desember 2025 – Gubernur Akademi Militer (Akmil) Mayjen TNI Rano Tilaar memberikan pengarahan kepada Korps Wanita Angkatan Darat (Kowad) Akmil pada Pertemuan Rutin Corps Call Kowad Subkoor Akmil Triwulan IV Tahun 2025. Kegiatan ini dilaksanakan di Ruang MCU Kesehatan Akademi Militer dan dihadiri para Kowad yang berdinas di lingkungan Akmil.

Dalam pengarahannya, Gubernur Akmil menekankan pentingnya peran Kowad dalam mendukung tugas pokok TNI AD, khususnya di tengah berbagai keterbatasan dan tantangan yang berkembang saat ini. Mayjen TNI Rano Tilaar menyampaikan bahwa Kowad harus mampu menunjukkan profesionalisme, dedikasi, serta keteguhan sikap dalam setiap pelaksanaan tugas, tanpa meminta perlakuan khusus maupun merasa dibatasi sebagai prajurit wanita.

Lebih lanjut, Gubernur Akmil mengingatkan bahwa ke depan tidak ada lagi istilah pemimpin wanita atau laki-laki, melainkan pemimpin yang memiliki kualitas, integritas, dan kemampuan. Beliau menegaskan bahwa setiap prajurit, termasuk Kowad, memiliki kesempatan yang sama untuk menunjukkan kapasitas terbaiknya dalam mendukung organisasi TNI AD. Keteladanan, militansi positif, dan semangat pantang menyerah menjadi nilai utama yang harus terus dijaga.

Melalui pengarahan ini, diharapkan para Kowad Akmil semakin termotivasi untuk meningkatkan kompetensi, memperkuat mentalitas, serta menjadi bagian penting dalam pencapaian tugas dan fungsi Akmil maupun TNI AD secara keseluruhan. Pertemuan rutin triwulanan ini menjadi sarana pembinaan, komunikasi, dan penguatan moral personel Kowad agar tetap solid, profesional, dan adaptif menghadapi perkembangan tugas ke depan.

Gubernur Akademi Militer Menerima Kunjungan Ketua Dewan Ekonomi Nasional di Museum Taruna Abdul Djalil

Gubernur Akademi Militer Menerima Kunjungan Ketua Dewan Ekonomi Nasional di Museum Taruna Abdul Djalil

Magelang — 10 Desember 2025 Gubernur Akademi Militer Mayjen TNI Rano Tilaar menerima kunjungan Ketua Dewan Ekonomi Nasional Jenderal TNI (Purn) Luhut Binsar Panjaitan bersama Ibu di Museum Taruna Abdul Djalil, Akademi Militer Magelang.

Kunjungan ini merupakan bentuk perhatian dan dukungan terhadap perkembangan pendidikan serta pelestarian nilai-nilai sejarah perjuangan Taruna Akademi Militer. Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Akmil mendampingi Bapak Luhut Binsar Panjaitan meninjau koleksi museum yang menggambarkan perjuangan dan pengabdian Taruna dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Gubernur Akademi Militer menyampaikan rasa hormat dan terima kasih atas kesediaan Bapak Luhut untuk berkunjung dan berdiskusi mengenai kontribusi Akmil dalam pembangunan sumber daya manusia TNI Angkatan Darat yang unggul dan profesional.

Gubernur Akmil Berikan Materi Geopolitik dan Geostrategi kepada Peserta Meeting Pertamina EP Cepu Regional 4

Gubernur Akmil Berikan Materi Geopolitik dan Geostrategi kepada Peserta Meeting Pertamina EP Cepu Regional 4

Magelang, 9 November 2025 – Gubernur Akademi Militer, Mayjen TNI Rano Tilaar, memberikan materi kepada peserta Meeting Pertamina EP Cepu Regional 4 Divisi Security yang berlangsung di Gedung Leo Kailola, Akademi Militer.

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman para peserta terhadap dinamika lingkungan strategis global, khususnya terkait geopolitik dan geostrategi, serta implikasinya bagi keamanan nasional dan keberlanjutan sektor energi.

Dalam ceramahnya, Mayjen TNI Rano Tilaar menjelaskan bahwa geopolitik merupakan perpaduan antara faktor geografi dan politik yang menentukan posisi strategis suatu bangsa di kancah internasional. Ia menegaskan bahwa tidak ada kawan atau lawan yang bersifat permanen dalam hubungan antarnegara, melainkan yang kekal hanyalah kepentingan nasional. Oleh karena itu, setiap bangsa dituntut mampu menyusun langkah geostrategi sebagai upaya antisipasi terhadap potensi ancaman dan persaingan global.

Lebih lanjut, Gubernur Akmil menguraikan contoh dinamika geopolitik dunia, termasuk perebutan sumber daya energi, konflik kawasan, serta perubahan peta kekuatan global yang memengaruhi stabilitas regional. Ia juga menyoroti pentingnya memahami posisi strategis Indonesia sebagai negara kepulauan yang terletak di antara dua benua dan dua samudra, serta memiliki Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) yang dilalui sebagian besar jalur perdagangan dunia.

“Letak geografis Indonesia sangat strategis sekaligus rawan. Kondisi ini menuntut seluruh komponen bangsa, termasuk sektor energi dan keamanan, memiliki pemahaman geopolitik yang kuat agar mampu menjaga stabilitas nasional serta kedaulatan negara,” tegasnya.

Gubernur Akmil juga mengingatkan bahwa keberagaman suku, agama, ras, dan antar golongan (SARA) yang dimiliki Indonesia merupakan kekuatan sekaligus potensi kerawanan apabila tidak dikelola dengan baik. Oleh sebab itu, penguatan wawasan kebangsaan serta sinergi lintas sektor mutlak diperlukan untuk merawat persatuan nasional.

Kepada peserta Meeting Pertamina EP Cepu Regional 4 Divisi Security, Mayjen TNI Rano Tilaar berpesan agar senantiasa meningkatkan kapasitas diri dalam memahami perkembangan geopolitik dan geostrategi, sebagai bekal menjalankan tugas pengamanan objek vital nasional, khususnya di sektor energi. Dengan wawasan yang memadai, diharapkan seluruh elemen dapat berperan aktif menjaga stabilitas nasional di tengah dinamika lingkungan strategis global yang terus berkembang.