Select Page

YAYASAN KARTIKA JAYA XII-1 AKMIL DAN SMP KARTIKA XII-1 MERTOYUDAN BERBAGI DENGAN PENGUNGSI MERAPI

Pancaarga Magelang. Yayasan Kartika Jaya Cabang BS Akademi Militer dan SMP Kartika XII-1 Mertoyudan Magelang mengadakan kegiatan bakti sosial berupa Pemberian Bantuan kepada Pengungsi Merapi yang berasal dari Desa Babadan I Lereng Merapi. Bertempat di Desa Banyurojo Kecamatan Mertoyudan Kab. Magelang. (Rabu, 13 Januari 2021) Pemberian bantuan diserahkan secara simbolis oleh Bapak Kepala Sekolah SMP Kartika XII-1 Pancaarga Mertoyudan, Bapak Asrual Triwirasto, SPd dengan didampingi Pengurus Yayasan Kartika Jaya Cabang XII-1 Akademi Militer Ibu Astuti Triyanto, Ketua komite, Bapak  Sukiyat, Ketua dan Wakil Ketua Osis SMP Kartika XII-1 Dimas Dzaki Ivan dan M. Lutfan Qifritul Rizal serta para guru dan karyawan SMP Kartika XII-1 Pancaarga Mertoyudan.
 
Bantuan diterima oleh perwakilan pengungsi Merapi dari Babadan I Bapak Ihsan. Pada kesempatan tersebut Bapak Ihsan sambil terharu menyampaikan  ucapan terima kasih kepada Ibu Ketua Yayasan Kartika Jaya Cabang BS Akademi Militer Ibu Desi Totok Imam istri dari Gubernur Akademi Militer Magelang.
Dalam sambutannya Kepala Sekolah SMP Kartika XII-1 Bapak Asrul Triwirasto, S.Pd menyampaikan terjadinya peningkatan aktivitas Merapi dari tingkat waspada menuju siaga mengakibatkan masyarakat Babadan I diungsikan menuju Kelurahan Banyurojo Mertoyudan. Dari sekian banyak pengungsi yang rata-rata lansia dan anak-anak, sangat membutuhkan makanan, obat-obatan dan pampers untuk bayi.
 
Dengan kondisi seperti itu, Yayasan Kartika jaya cabang XII-1 Akademi Militer bersama SMP Kartika XII-1 Pancaarga Mertoyudan tergugah untuk berempati ikut meringankan beban para pengungsi di Kelurahan Banyurojo Mertoyudan Magelang dengan memberikan bantuan berupa barang kebutuhan sehari-hari, obat-obatan, pampers bayi, susu, selimut, mukena, sajadah, snack/jajanan untuk anak-anak serta sejumlah uang. Bapak Asrul Triwirasto, S.Pd mengatakan bantuan yang diberikan berasal dari bantuan orang tua siswa SMP Kartika XII-1, para guru dan karyawan serta Yayasan Kartika XII-1 Cabang Bs Akademi Militer.
 
Penhumas Akmil

Gubernur Akmil : Taruna Harus Memiliki Integritas, Profesionalisme dan Kesiapan Fisik yang Prima

Gubernur Akademi Militer Mayjen TNI Totok Imam Santoso, S.I.P., S.Sos., M.Tr. (Han) memberikan Pembekalan kepada Prajurit Taruna Akademi TNI (Taruna Darat 425 orang, Taruna Laut 230 orang dan Taruna Udara 117) bertempat di Lapangan Taruna Bhakti Akmil Magelang. Dengan sasaran Integritas, Profesionalisme dan Kesiapan Fisik Menuju Sukses, Selasa (12/01/2021).

Dihadapan 772 Prajurit Taruna Mayjen Totok Imam secara lugas menggambarkan tantangan Global NKRI mendatang, ”pada Era Globalisasi menimbulkan berbagai konsekuensi dan tantangan baru ”Post Truth” dan pergeseran paradigma  ancaman (Ancaman Militer, Non Militer dan Hibrid). Juga dalam era revolusi industri 4.0 pengaruh media sosial dan digitalisasi sangat kuat sehingga peran manusia mulai tergantikan oleh teknologi, tuntutan akan kualitas individu menjadi hal yang mutlak. Sehingga kuatnya pengaruh budaya “biasanya” mengaburkan nilai sosial yang berdasar Agama dan Pancasila. Serta individu menjadi egois mengabaikan nilai-nilai kebangsaan NKRI.  Kuatnya kepentingan individu/kelompok dan provokasi bertujuan pecah belah NKRI”.

Mensikapi hal ini Mayjen Totok Imam berharap, ”Taruna harus memiliki moral yg baik Integritas, karakter yg kuat, serta kepribadian yg terpuji. Untuk menghadapi persaingan global dan kemajuan teknologi militer dengan harapan Taruna harus memiliki SDM unggul, kuasai teknologi dan kuasai peradaban. Kemauan untuk bekerja keras, cerdas dan kreatif”.

“Masa depan yang gemilang harus dipersiapkan dan diperjuangkan sejak dini tidak ada kesuksesan yg diraih secara instan, motivasi diri untuk terus belajar, berlatih serta pahami sejarah bangsa dan Taruna harus membangun integritas, disiplin dan profesionalisme jangan membiasakan hal yg salah karena akan terus terbawa sampai dengan di penugasan dan kuatkan karakter/moral juga jadilah diri sendiri jangan “mengandalkan” orang lain, selalu bersyukur disetiap pencapaian adalah hasil kerja keras dan doa kepada Tuhan YME”, tegasnya.

Di akhir pengarahannya Mayjen Totok Imam menandaskan perintah Panglima TNI, 21 Oktober 2020 yang lalu yaitu “Pendidikan pada level kepemimpinan diharapkan menghasilkan pemimpin yang berkualitas dan berkarakter sebagai teladan, yang memiliki visi dan pandangan yang luas agar mampu beradaptasi dalam berbagai lingkungan dan kondisi dalam melaksanakan tugasnya”.

PENHUMAS AKMIL

Gubernur Akmil Laksanakan Sidak ke Kelas Taruna Belajar

Mayjen TNI Totok Imam Santoso., S.I.P., S.Sos., M.Tr.(Han),.(Gubernur Akademi Militer) selesai melaksanakan olah raga rutin lari keliling kesatrian Akademi Militer, di sela-sela beliau melaksanakan rutinitas mengambil waktu untuk inspeksi mendadak ke kelas tempat Taruna Akmil belajar. Yang didampingi oleh Kakordos Akmil Brigjen TNI Wahyu Wibowo Raharjo M.A dan Kapenhumas Akmil Letkol Arm Kukuh Dwi Antono, S.I.P, Senin (11/01/2021).
Gubernur Akmil menandaskan kepada Taruna Tk IV di kelas,”hakikat dari kepemimpinan tujuannya agar menjadi sosok pemimpin yang memiliki karakter kepemimpinan yang baik seperti profesional, jujur, amanah, adil, mampu mengayomi, peka terhadap aspirasi bawahannya”, tandasnya.
“Pemimpin adalah orang yang terpilih. Tidak semua orang mampu menjadi pemimpin, ketika seorang diangkat untuk memimpin suatu Lembaga atau Institusi misalnya menjadi Danton, maka ia sebenarnya mengemban tanggung jawab yang besar sebagai seorang pemimpin yang harus mampu mempertanggung jawabkannya. Bukan hanya dihadapan manusia, tapi juga dihadapan Alloh SWT. Jabatan dalam semua level atau tingkatan bukanlah suatu keistimewaan, sehingga seorang pemimpin atau pejabat tidak boleh merasa menjadi manusia yang istimewa sehingga ia merasa harus diistimewakan”. Lanjutnya.
“Menjadi Danton harus mau berkorban dan menunjukkan pengorbanan, apalagi ketika anggota yang dipimpinnya berada dalam kondisi sulit dan sangat sulit. Disitu seorang Danton harus bisa berperan untuk menyelesaikan permasalahan yang menghadang”, terangnya.
“Menjadi Danton mendapat tanggung jawab yang besar untuk menghadapi dan mengatasi berbagai persoalan para anggotanya untuk bisa menjalani kehidupan yang baik dan benar serta mencapai kemajuan dan kesejahteraan. Para Danton dituntut bekerja keras dengan penuh kesungguhan dan optimis”, jelasnya.
Penhumas Akmil