Select Page

GUBERNUR AKMIL : “JANGAN SOMBONG, LEBAI, SOK HEBAT TERHADAP COVID 19”

Akademi Militer. Senin (28/09/2020) Gubernur Akmil Mayjen TNI Totok Imam Santoso., S.I.P., S.Sos., M.Tr.(Han) mengambil apel pagi olah raga bersama di lapangan Sapta Marga Akmil Magelang. Hadir dalam kesempatan tersebut Wagub Akmil Brigjen TNI I Gde Agit Thomas dan Dirum Akmil Brigjen TNI Agus Prangarso, S.Sos., juga para pejabat Distribusi Akmil serta para organik Akmil, baik Militer dan PNS berjumlah 754 personel Akmil.

Mayjen TNI Totok Imam selaku Gubernur Akmil mengungkapkan, “selama 5 (lima) minggu ini menjabat sebagai Gubernur Akmil sudah berjalan dengan baik, hal ini tentunya berkat kerja sama kita semua, berkat kekompakan kita semua, berkat tanggung jawab kita semua, apa yang menjadi sasaran program kerja Akmil bisa tercapai dengan baik”.

Gubernur Akmil mengingatkan, ”saat ini dalam masa kondsi Pandemi Covid-19 bahkan intensitas beberapa daerah meningkat (data kemarin wilayah jawa tengah meningkat sekitar 130 an kasus). Walaupun Magelang sendiri dapat dikatakan tidak terlalu tinggi, namun kita perlu waspada. Gubernur mengingatkan untuk Taruna, Pengasuh dan Ornanik Akmil yang hadir di sini untuk selalu menjaga protokol kesehatan, jangan lebai, jangan sombong, jangan sok hebat, karena penyakit Covid 19 ini ada dan kita yakin itu”.

Gubernur Akmil meminta agar, “ketentuan pakai masker, cuci tangan, jaga jarak, hindari kerumunan, budayakan dengan melakukan olah raga, makan yang bergizi, konsumsi vitamin, istirahat cukup diharapkan dilakukan oleh anggota siapa dirimu, apa pangkatmu untuk menjada protokol kesehatan dan saling mengingatkan (saat piket, saat siaga, saat pawas) dan berikan contoh pada diri kita sendiri. Kurangi hal-hal yang tidak perlu, contoh merokok, begadang malam yang tidak berguna, ngobrol tidak perlu kurangi, sehingga kondisi kita tetap imun. Itulah yang dinamakan “New Normal”.

Gubernur Akmil juga mengingatkan kepada seluruh peronel Akmil, ”kita dapat gaji dari negara (rakyat), artinya dengan yang didapat itu melekat tanggung jawab di pribadi kita, seluruh anggota Akmil sama apapun pangkat dan jabatannya, mulai tukang sapu sampai dengan Gubernur Akmil. Jangan ada sedikitpun apatis, masa bodoh, jangan ada sedikitpun menyerahkan tanggung jawab pada orang lain harus dari diri kita sendiri, bila ada kebijakan dari pimpinan, itu semua kita laksanakan sama tidak ada yang membuat kebijakan yang macam-macam, tidak ada yang menjabarkan dari luar aturan”.

Selanjutnya Mayjen TNI Totok Imam menekankan, “disini kita semua pembina Taruna otak kita, mindset kita mendidik, mendewasakan Taruna. Contohnya kita semua organik Akmil harus memberi contoh untuk sholat Dzuhur berjamaah di masjid Al-Jihad Kesatrian Akmil, pahala 27 derajat, pertanggungjawaban kita di akhirat nanti sendiri-sendiri”.

Gubernur Akmil juga menandaskan, ”kita ini organisasi yang besar Akademi Militer, semua orang, semua pimpinan pejabat pasti akan respek dengan Akademi Militer. Pretasi Akmil ini harus kita jaga, kita pertahankan”.

Gubernur Akmil juga akan membangun hubungan bawahan dan pimpinan yang harmonis, ”jangan takut pada Gubernur (Pimpinan), kita harus sama-sama berdiskusi kemudian ada tindakan nyata, bergerak, berjuang bagaimana Akmil ini lebih bagus, mulai dari kualitas, mutu akademik, kesamaptaan jasmani, sikap dan prilakunya dan bagaimana pembinaan kelembagaan ini”.

Di akhir apel tersebut Gubernur Akmil mengingatkan,“ Menjelang pilkada Magelang, setiap anggota harus mawas diri. Waspadai dan hindari setiap kegiatan yang berbau politik. Jangan libatkan diri serta jangan pernah menggunakan fasilitas satuan untuk mendukung kegiatan politik tertentu yang akan berpengaruh pada nama baik Akmil dan TNI-AD”.

Selesai apel diambil Gubernur Akmil dilanjutkan olah raga mandiri sesuai bakat masing-masing menggunakan semua fasilitas olah raga yang ada di Akmil, untuk yang berpangkat kolonel keatas bersama Gubernur juga Wagub Akmil, Pejabat Distribusi Akmil melaksanakan olah raga dengan naik ke puncak Tidar. Diakhiri pukul 09.00 untuk melaksankan kegiatan di kantor masing-masing.

PENHUMAS AKMIL

Putra Din Minimi Lulus Seleksi Prajurit TNI AD

Banda Aceh (ANTARA) – Putra mantan Pimpinan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Aceh Nurdin Ismail alias Din Minimi lulus seleksi menjadi prajurit TNI Angkatan Darat (AD), dan mulai mengikuti pendidikan pada pekan depan.

“Saya sangat bersyukur, sangat bahagia anak saya yang pertama ini bisa lulus seleksi TNI AD, ini harapan baru bagi saya,” kata Din Minimi, di Banda Aceh, Sabtu.

Atas kelulusan putranya itu, Din Minimi menggelar acara syukuran di kediamannya kawasan Lamdom, Banda Aceh. Panglima Kodam (Pangdam) Iskandar Muda Mayjen TNI Hassanudin turut hadir memenuhi undangannya, dengan tetap mematuhi protokol kesehatan COVID-19.

Putra Din Minimi yang lulus seleksi sekolah calon bintara (Secaba) PK TNI AD tahun 2020 tersebut bernama Rizki Maulana, yakni kelahiran 12 Oktober 2002, anak pertama dari tiga bersaudara, pasangan Din Minimi dan Herlinawati.

Din Minimi merupakan warga Desa Ladang Baro, Kecamatan Julok, Aceh Timur. Dia tercatat sebagai mantan pimpinan KKB di Aceh Timur, yang 28 Desember 2015 lalu menyerahkan diri setelah berdialog dengan Kepala Badan Intelijen Negara Letjen TNI (Purn) Sutiyoso, pada masa itu.

Din menjelaskan, perjuangan anaknya lulus seleksi TNI AD tidak lepas dari peran Sutiyoso dan Danrem 011/Lilawangsa masa itu Mayjen TNI A Daniel Chardin, yang membuka wawasannya tentang menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Pada 2013, kata Din, dirinya masih bergeriliya di hutan Aceh Timur dan Aceh Utara. Ia mendapat kesempatan berbicara melalui sambungan selular dengan Danrem 011 Lilawangsa Daniel Chardin, yang kini menjabat sebagai Wadanpussenif Kodiklatad.

Dalam pembicaraan itu, Lanjut Din, Danrem 011 Lilawangsa itu menyampaikan agar putra pertamanya tersebut menjadi abdi negara, baik menjadi personel Polri atau prajurit TNI.

“Itu disampaikan Pak Daniel saat saya masih di gunung melalui telefon. Bahkan sampai beliau (Daniel, red) juga datang ke rumah saya,” kata Din Minimi, menceritakan.

Saat itu, Rizki Maulana masih duduk di bangku kelas dua  MTsN Julok Aceh Timur. Kemudian, kata Din, pascadirinya dan kelompoknya turun gunung dirinya langsung mempersiapkan putranya itu untuk menjadi seorang abdi negara.

“Dia sendiri (Rizki, red) yang memilih ingin masuk TNI, saya hanya memberi pilihan kepada dia,” kata Din.

“Sejak turun gunung itu saya langsung membina dia, mulai dari latihan fisik, kesehatan, mental, ideologinya, saya ajari dia supaya dalam NKRI. Dibantu juga sama teman-teman Koramil,” kata Din, lagi.

Kemudian, kata Din, Pangdam IM Mayjen TNI Hassanudin juga pernah mengarahkan kepada dirinya agar anaknya benar-benar dipersiapkan sebaik mungkin, dengan harapan lulus dalam seleksi Secaba PK TNI AD tahun 2020.

“Kata Panglima waktu itu, apabila anak saya   dipersiapkan dengan baik, semua persyaratannya baik, bagus, pasti akan lulus,” kata Din.

“Kelulusan anak saya ini harapan baru bagi saya, apalagi Panglima mengarahkan anak saya ke arah jalan yang tepat. Anak saya sudah saya serahkan untuk mengabdi kepada negara,” ujarnya lagi.

Sementara itu, Pangdam IM Mayjen TNI Hassanudin mengatakan bahwa tentu Din Minimi telah mempersiap diri anaknya dengan baik sehingga berhasil lulus dalam seleksi Secaba PK TNI AD tahun 2020.

Tentu, kata Pangdam IM, dengan mengikuti seleksi yang panjang, begitu ketat, serta transparan dan adil.

“Memang putranya beliau memenuhi syarat dan kriteria yang kita harapkan. Tentunya hal ini disiapkan beliau dari jauh hari, mulai syarat fisik, mental, akademik, dan lain sebagainya,” kata Hassanudin.

“Sehingga saya sebagai Pangdam IM merasa senang, merasa bangga bahwa putra daerah seperti anak Pak Din ini menyiapkan diri untuk menjadi re-generasi TNI AD,” katanya lagi.

Pangdam IM menegaskan bahwa semua orang memiliki hak untuk mengabdi kepada negara melalui TNI AD. Kesempatan itu terbuka lebar bagi siapapun, hanya saja dipersiapkan diri dengan baik untuk mengikuti seleksi.

“Tentunya ke depan saya imbau kepada semua keluarga kita di Aceh, kalau memang ada yang berkeinginan, bercita-cita ingin mengabdikan diri melalui jalur TNI AD,” ujarnya.

Saya sebagai Pangdam IM sangat membuka selebar-lebarnya kesempatan itu dengan catatan persiapkan diri sebaik mungkin tentu karena persyaratan-persyaratan yang diberikan tidak ada yang rahasia semuanya terbuka, katanya.

Gubernur Akmil dan Walikota Magelang Bersinergi dan Berkomitmen serta Saling Mendukung

Akademi Militer. Jumat (25/09/2020) Gubernur Akmil Mayjen TNI Totok Imam Santoso., S.I.P., S.Sos., M.Tr.(Han) melaksanakan silaturahmi dengan Walikota Magelang Ir. Sigit Widyonindito, MT di Ruang kerja Walikota Magelang yang di hadiri oleh Dirdik Brigjen TNI Yudi Sulistyanto, M.A, Danmentar Brigjen TNI Windiyatno, Kapenhumas Letkol Arm Kukuh Dwi Antono, S.I.P dan Kabagpam Sdirum Letkol Arm Asep Hendra Budiana, S.H, M.M. Para tamu pejabat Akmil ini di terima langsung oleh bapak Ir. Sigit Widyonindito, MT bersama staf Walikota Magelang.

Dalam Silaturahmi ini Gubernur Akmil kepada Wali Kota Magelang menyampaikan, “untuk mempererat tali persaudaraan dan hubungan kerja antara Akmil dengan Pemerintahan kota Magelang. Akmil dengan Pemerintahan kota Magelang siap bersinergi dan berkomitmen serta saling mendukung guna peningkatan khususnya di bidang pendidikan dan ekonomi daerah”.

Selanjutnya Gubernur Akmil membuka peluang, ”untuk bekerja sama dengan Pendidikan Tinggi di Magelang untuk berkolaborasi, menyatukan pemikiran dalam peningkatan pendidikan di Kota Magelang”.

Gubernur Akmil juga mengingatkan, “Dalam masa pandemi covid-19 ini, Akmil bersama Pemkot Magelang bersama sama membangun image yang bagus dalam rangka meningkatkan disiplin masyarakat mematuhi protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran virus covid-19 di Kota Magelang.”

PENHUMAS AKMIL

Taruna Harus Menjaga Disiplin dan Etika Saat Latihan Praktek Ilmu Medan

Akademi Militer. Kamis (24/09/2020) Gubernur Akmil Mayjen TNI Totok Imam Santoso., S.I.P., S.Sos., M.Tr.(Han) meninjau Latihan Praktek Ilmu Medan Taruna Akmil Tingkat II/Sertar (Sersan Taruna) berjumlah 238 Taruna Kecabangan Inf (Infanteri), yang melaksanakan latihan di Desa Jogomulyo sampai dengan Kliwonan Kecamatan Tempuran Magelang. Dihadiri para pejabat Distribusi Akmil, seluruh pelatih dan pendamping Taruna Batalyon Dewasa dan para pendukung latihan.

Dalam rangka meningkatkan kemampuan Ilmu Medan Taruna Akmil Kecabangan Infanteri melaksanakan Latihan dan Praktik Ilmu Medan, adapun materinya Resection (menentukan kedudukan sendiri), mengerjakan persoalan TP (Titik Pangkal) /GP (Garis Pangkal) dan Koordinat, melaksanakan Jalan Peta/Kompas dan praktek Jalan kompas malam.

Gubernur Akmil Mayjen TNI Totok Imam menyampaikan, ”Sasaran dari kegitan Latihan Praktek Ilmu Medan Taruna Akmil Tingkat II/Sertar agar Taruna mampu melaksanakan praktik pengetahuan ilmu medan dengan baik dan benar di medan sebenarnya”.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Akmil Mayjen TNI Totok Imam mengharapkan, ”kepada seluruh Taruna yang melaksankan latihan dalam hal ini Tingkat II/Sertar agar selalu menjaga disiplin dan menjaga etika juga norma/aturan selama melaksanakan Latihan, karena Latihan tersebut akan melintasi perkampungan”.

Gubernur Akmil juga menekankan, ”melalui praktik Ilmu Medan Taruna mampu mengaplikasikan pelajaran teori di kelas yang selama ini diberikan oleh para pelatih”.

Sebagai Komandan Latihan Praktik Ilmu Medan Taruna Akmil Tingkat II/Sertar Kadepmildas (Kepala Departemen Militer Dasar) Kolonel Inf Victor Deny menyampaikan, ”materi Latihan dan Praktik Ilmu Medan tersebut merupakan materi dari Latihan Perorangan Dasar (LPD), Para Taruna ini belajar cara membidik sudut kompas dengan tepat dan benar sesuai koordinat di medan sebenarnya, dan ilmu ini sangat penting sebagai bekal apabila nanti telah menjadi prajurit dan mendapat tugas di medan tempur, tidak kehilangan arah dan dapat menguasai medan”.

 PENHUMAS AKMIL