TARUNA HARUS BISA MENJADI DIRI SENDIRI
Akademi Militer. Rabu (16/09/2020) Gubernur Akmil Mayor Jenderal TNI Totok Imam Santoso, S.I.P., S.Sos., M.Tr.(Han) memberikan pengarahan kepada Taruna Tingkat III/Sersan Mayor Dua Taruna (Sermadatar), yang dihadiri para Pejabat Distribusi Akmil dan seluruh Pengasuh Resimen Taruna Madya serta 278 Taruna dan 18 Taruni Tingkat III bertempat di Lapangan Batalyon Taruna Madya Akmil.
Gubernur Akmil dalam kesempatan ini menyampaikan, “Taruna wajib untuk mengenal para Pejabat Distribusi Akmil. Kemudian jalin hubungan komunikasi yang bagus dan ikatan batin yang kuat antara Taruna dengan Pejabat, Pengasuh dan Organik Akmil untuk memecahkan permasalahan yang ada”.
Selanjutnya, ”Taruna harus melaksanakan tugas belajar dan berlatih dengan baik dan bertanggung jawab dengan mentaati aturan dalam Perkhustar (Peraturan Khusus Taruna) untuk mewujudkan, menjadi kebanggaan orang tua dan pengabdian kepada bangsa dan negara nantinya. Taruna dididik untuk menjadi Perwira TNI AD dan memiliki gelar Sarjana Terapan Pertahanan”.
Lebih dalam Gubernur Akmil menyampaikan, “Dalam pembuatan TA (Tugas Akhir), manfaatkan waktu, sarana dan prasarana yang ada untuk menyiapkan TA yang nantinya akan mendukung Taruna dalam penugasan sebagai Perwira. Taruna juga akan diberi kartu Perpusnas (Perpuatakaan Nasional Republik Indonesia) untuk dapat mengakses buku-buku perpustakaan elektronik untuk mendukung TA dan menambah pengetahuan.”
“Taruna harus menjadi perwira yang profesional dan militan dan tidak menjadi perwira cengeng”. Tegasnya.
Selanjutnya, ”Taruna senior harus bisa mendidik dan memberikan arahan yang baik, mampu membangun komunikasi yang harmonis dengan Taruna Yunior dan jangan warnai dengan kebencian dan kekerasan terhadap yunior. Taruna Senior harus menjadi figur yang baik dari segi penampilan, sikap dan tingkah laku oleh yunior. Harus mampu berdisiplin waktu yang baik tidak ada kegiatan yang terlambat akibat Taruna tidak bisa menepati waktu di setiap kegiatan “.
Tidak lupa Gubernur Akmil memberikan atensi terhadap situasi pandemi Covid ini, Taruna harus menyadari tentang aturan dan wajib mematuhi Protokol Kesehatan dengan pemakaian masker, cuci tangan dan rajin olah raga. Tidak ada Taruna yang berupaya untuk mengkondisikan pengasuh/organik Akmil untuk mencapai keinginan pribadi dengan melanggar aturan.
Di akhir pengarahan Gubernur Akmil menekankan, ”Taruna harus bisa menjadi diri sendiri (mandiri) dan jangan menggantungkan dirimu pada orang lain. Laksanakan dan tingkatkan ibadah masing-masing dengan tepat waktu dan selulu diawali berdoa sebelum melaksanakan kegiatan”.
PENHUMAS AKMIL
Akmil Membangun Karakter Anti Korupsi
Akmil Membangun Karakter Anti Korupsi
Akademi Militer. Selasa (15/09/2020) Gubernur Akmil Mayjen TNI Totok Imam Santoso, S.I.P., S.Sos., M.Tr.(Han) didamping Ir Akmil Brigjen TNI Rifky Nawawi, S.E., S.I.P., Kakordos Akmil Brigjen TNI Wahyu Wibowo Raharjo M.A. melaksanakan kegiatan pembukaan Webinar Workshop Pengembangan Kapasitas Dosen Pendidikan Anti Korupsi di Perguruan Tinggi dan Kementerian/Lembaga secara virtual bersama Wakil Ketua KPK Bapak Nurul Ghufron, Prof. Ir. R. Syarief Widjaja, Ph.D., Kepala BRSDM Kementerian Kelautan dan Perikanan, Ir. Sugihardjo, M.Si, Kepala BPSDM Kementerian Perhubungan, Dr. Anggara Hayun Anupraja, Kepala BPPSDM Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Jakarta dan Akmil Magelang bertempat di ruang kerja Gubernur Akmil.
Sesuai dengan referensi yang diberikan, Gubernur Akmil menyampaikan, ”pada hakekatnya kegiatan Webinar ini dilaksanakan sebagai upaya untuk mendukung implementasi Pendidikan Anti Korupsi (PAK) pada jenjang pendidikan tinggi, sehingga berimplikasi positif pada pembangunan karakter para Dosen dan Pendidik agar mampu menyebarluaskan nilai-nilai integritas serta semangat perjuangan untuk melawan dan mencegah terjadinya praktek-praktek korupsi di lingkungan pendidikan maupun satuan kerja masing-masing, sehingga tercipta perubahan tata kelola terintegrasi Perguruan Tinggi ke arah yang lebih maju, tertib, modern dan visioner.
“Kemampuan melawan praktek korupsi sangat dipengaruhi oleh adanya sifat kejujuran, keberanian dan integritas dari setiap insan Warga Negara Indonesia. Apabila kita mau belajar dari kemajuan dan keberhasilan pembangunan ekonomi bangsa lain, ternyata keberhasilan mereka melawan Korupsi harus dimiliki oleh setiap lapisan masyarakat Indonesia, terutama oleh para penyelenggara Negara. Gubernur Akmil meyakini, keberhasilan kampanye anti korupsi dalam jangka menengah dan jangka panjang sangat dipengaruhi oleh peran penyelenggara negara termasuk didalamnya peran dosen sebagai pengampu mata kuliah pendidikan anti korupsi/mata kuliah umum dalam membangun kualitas SDM.
Dengan demikian, kualitas SDM dan nilai-nilai semangat anti korupsi harus menjadi bagian dari materi ajar yang bernilai krusial untuk diberikan pada setiap lembaga pendidikan tinggi, baik di lingkungan sipil maupun militer.
Selanjutnya Gubernur Akmil menegaskan bahwa, ”Akademi Militer selalu berkomitmen untuk membangun semangat anti korupsi dengan menanamkan nilai-nilai dasar berupa nilai kejujuran, nilai keberanian dan nilai integritas kedalam materi ajar di semua tingkat pendidikan di lingkungan TNI AD. Dalam hal ini, Akmil sedang menyusun mata kuliah anti korupsi, walaupun secara tersirat bahwa perilaku anti korupsi ini telah dijabarkan dalam Perkhustar, Sapta Marga, Sumpah Prajurit dan 8 Wajib TNI.
Kemudian Gubernur Akmil menguraikan, “rusaknya perekonomian suatu negara sangat berimplikasi terhadap segenap aspek kehidupan, termasuk stabilitas keamanan yang ditopang oleh kemampuan dan kekuatan pertahanan negara. Oleh karena itu, semangat Anti Korupsi harus menjadi bagian integral dari semangat Bela Negara. Materi Ajar di Lembaga Pendidikan dan Perguruan Tinggi yang menanamkan semangat anti korupsi akan dapat membangun suatu struktur lapisan masyarakat dengan budaya Anti Korupsi.
Selanjutnya Gubernur Akmil juga mengatakan, “Lembaga Pendidikan Tinggi di TNI AD menanamkan nilai-nilai dasar keprajuritan dan nilai-nilai dasar Pancasila untuk membentuk karakter para Taruna sebagai kader pimpinan TNI di masa depan. Generasi muda TNI diharapkan dapat bekerjasama dan bersinergi dengan komponen bangsa lainnya dalam mencegah perilaku korupsi. Pembentukan karakter yang tangguh dilandasi oleh kesadaran Anti Korupsi menjadi hal yang penting untuk menjamin kelangsungan hidup bangsa dan Negara Indonesia.
Pembentukan karakter yang dilandasi kesadaran anti korupsi harus dimulai sejak dini dengan menanamkan nilai-nilai kejujuran, membangun kedisiplinan, mengedepankan kepentingan umum dan melatih pola hidup yang sederhana. Hal-hal tersebut juga harus didukung oleh peran dan upaya komprehensif masyarakat dengan melaporkan dugaan tindakan pidana korupsi yang terjadi di sekitarnya, menumbuhkan literasi pendidikan dan kultur Anti Korupsi serta mencermati rekam jejak calon pemimpin yang Anti Korupsi serta ketegasan dalam penegakan hukum. Tegasnya.
Setiap lini pemerintahan harus memiliki kesadaran Anti Korupsi dan kepedulian untuk mencegah terjadinya praktek korupsi di lingkungan satuan kerja masing-masing. Struktur bangunan budaya Anti Korupsi harus memiliki komponen-komponen penopang sebagai subsistem-subsistem yang memainkan peran sebagai whistle blower untuk melaporkan praktek dan indikasi korupsi serta mampu melakukan tindakan awal untuk memproses pelanggaran prosedur dan penegakan hukum atas kasus-kasus Korupsi. Jelas Gubernur Akmil.
Pada akhir sesinya Gubernur Akmil menyampaikan kesimpulannya, ”bahwa praktek korupsi akan merusak ketersediaan sumber daya yang dimiliki oleh negara. Oleh karena itu, membangun semangat anti korupsi dan budaya anti korupsi merupakan tanggung jawab seluruh komponen bangsa. Sebagai institusi yang bertanggung jawab menyelenggarakan pendidikan tinggi bagi generasi muda calon perwira TNI AD, Akademi Militer siap dan berkomitmen untuk bekerja sama secara optimal dengan Kementerian/Lembaga terkait dalam membangun karakter generasi muda bangsa Indonesia yang Anti Korupsi.
PENHUMAS AKMIL
Akmil Membangun Karakter Anti Korupsi
Akademi Militer. Selasa (15/09/2020) Gubernur Akmil Mayjen TNI Totok Imam Santoso, S.I.P., S.Sos., M.Tr.(Han) didamping Ir Akmil Brigjen TNI Rifky Nawawi, S.E., S.I.P., Kakordos Akmil Brigjen TNI Wahyu Wibowo Raharjo M.A. melaksanakan kegiatan pembukaan Webinar Workshop Pengembangan Kapasitas Dosen Pendidikan Anti Korupsi di Perguruan Tinggi dan Kementerian/Lembaga secara virtual bersama Wakil Ketua KPK Bapak Nurul Ghufron, Prof. Ir. R. Syarief Widjaja, Ph.D., Kepala BRSDM Kementerian Kelautan dan Perikanan, Ir. Sugihardjo, M.Si, Kepala BPSDM Kementerian Perhubungan, Dr. Anggara Hayun Anupraja, Kepala BPPSDM Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Jakarta dan Akmil Magelang bertempat di ruang kerja Gubernur Akmil.
Sesuai dengan referensi yang diberikan, Gubernur Akmil menyampaikan, ”pada hakekatnya kegiatan Webinar ini dilaksanakan sebagai upaya untuk mendukung implementasi Pendidikan Anti Korupsi (PAK) pada jenjang pendidikan tinggi, sehingga berimplikasi positif pada pembangunan karakter para Dosen dan Pendidik agar mampu menyebarluaskan nilai-nilai integritas serta semangat perjuangan untuk melawan dan mencegah terjadinya praktek-praktek korupsi di lingkungan pendidikan maupun satuan kerja masing-masing, sehingga tercipta perubahan tata kelola terintegrasi Perguruan Tinggi ke arah yang lebih maju, tertib, modern dan visioner.
“Kemampuan melawan praktek korupsi sangat dipengaruhi oleh adanya sifat kejujuran, keberanian dan integritas dari setiap insan Warga Negara Indonesia. Apabila kita mau belajar dari kemajuan dan keberhasilan pembangunan ekonomi bangsa lain, ternyata keberhasilan mereka melawan Korupsi harus dimiliki oleh setiap lapisan masyarakat Indonesia, terutama oleh para penyelenggara Negara. Gubernur Akmil meyakini, keberhasilan kampanye anti korupsi dalam jangka menengah dan jangka panjang sangat dipengaruhi oleh peran penyelenggara negara termasuk didalamnya peran dosen sebagai pengampu mata kuliah pendidikan anti korupsi/mata kuliah umum dalam membangun kualitas SDM.
Dengan demikian, kualitas SDM dan nilai-nilai semangat anti korupsi harus menjadi bagian dari materi ajar yang bernilai krusial untuk diberikan pada setiap lembaga pendidikan tinggi, baik di lingkungan sipil maupun militer.
Selanjutnya Gubernur Akmil menegaskan bahwa, ”Akademi Militer selalu berkomitmen untuk membangun semangat anti korupsi dengan menanamkan nilai-nilai dasar berupa nilai kejujuran, nilai keberanian dan nilai integritas kedalam materi ajar di semua tingkat pendidikan di lingkungan TNI AD. Dalam hal ini, Akmil sedang menyusun mata kuliah anti korupsi, walaupun secara tersirat bahwa perilaku anti korupsi ini telah dijabarkan dalam Perkhustar, Sapta Marga, Sumpah Prajurit dan 8 Wajib TNI.
Kemudian Gubernur Akmil menguraikan, “rusaknya perekonomian suatu negara sangat berimplikasi terhadap segenap aspek kehidupan, termasuk stabilitas keamanan yang ditopang oleh kemampuan dan kekuatan pertahanan negara. Oleh karena itu, semangat Anti Korupsi harus menjadi bagian integral dari semangat Bela Negara. Materi Ajar di Lembaga Pendidikan dan Perguruan Tinggi yang menanamkan semangat anti korupsi akan dapat membangun suatu struktur lapisan masyarakat dengan budaya Anti Korupsi.
Selanjutnya Gubernur Akmil juga mengatakan, “Lembaga Pendidikan Tinggi di TNI AD menanamkan nilai-nilai dasar keprajuritan dan nilai-nilai dasar Pancasila untuk membentuk karakter para Taruna sebagai kader pimpinan TNI di masa depan. Generasi muda TNI diharapkan dapat bekerjasama dan bersinergi dengan komponen bangsa lainnya dalam mencegah perilaku korupsi. Pembentukan karakter yang tangguh dilandasi oleh kesadaran Anti Korupsi menjadi hal yang penting untuk menjamin kelangsungan hidup bangsa dan Negara Indonesia.
Pembentukan karakter yang dilandasi kesadaran anti korupsi harus dimulai sejak dini dengan menanamkan nilai-nilai kejujuran, membangun kedisiplinan, mengedepankan kepentingan umum dan melatih pola hidup yang sederhana. Hal-hal tersebut juga harus didukung oleh peran dan upaya komprehensif masyarakat dengan melaporkan dugaan tindakan pidana korupsi yang terjadi di sekitarnya, menumbuhkan literasi pendidikan dan kultur Anti Korupsi serta mencermati rekam jejak calon pemimpin yang Anti Korupsi serta ketegasan dalam penegakan hukum. Tegasnya.
Setiap lini pemerintahan harus memiliki kesadaran Anti Korupsi dan kepedulian untuk mencegah terjadinya praktek korupsi di lingkungan satuan kerja masing-masing. Struktur bangunan budaya Anti Korupsi harus memiliki komponen-komponen penopang sebagai subsistem-subsistem yang memainkan peran sebagai whistle blower untuk melaporkan praktek dan indikasi korupsi serta mampu melakukan tindakan awal untuk memproses pelanggaran prosedur dan penegakan hukum atas kasus-kasus Korupsi. Jelas Gubernur Akmil.
Pada akhir sesinya Gubernur Akmil menyampaikan kesimpulannya, ”bahwa praktek korupsi akan merusak ketersediaan sumber daya yang dimiliki oleh negara. Oleh karena itu, membangun semangat anti korupsi dan budaya anti korupsi merupakan tanggung jawab seluruh komponen bangsa. Sebagai institusi yang bertanggung jawab menyelenggarakan pendidikan tinggi bagi generasi muda calon perwira TNI AD, Akademi Militer siap dan berkomitmen untuk bekerja sama secara optimal dengan Kementerian/Lembaga terkait dalam membangun karakter generasi muda bangsa Indonesia yang Anti Korupsi.
PENHUMAS AKMIL
Dispenad Selenggarakan Pendidikan Multimedia untuk Tingkatkan Kemampuan Personel Penerangan
JAKARTA, tniad.mil.id – Dalam upaya meningkatkan kualitas kemampuan insan penerangan di jajaran TNI Angkatan Darat, Dispenad menyelenggarakan pendidikan Multimedia bagi personel penerangan Kotama/Balakpus.
Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat, Brigjen TNI Nefra Firdaus saat membuka Pendidikan Multimedia pada Senin (14/9/2020), bertempat di Aula D.I. Panjaitan Madispenad, Jl.Veteran No.5, Jakarta Pusat.
Diungkapkan Kadispenad, pendidikan Multimedia ini diselenggarakan selama 6 hari ke depan ( 14-21/9/2020) dengan materi-materi di bidang multimedia yang terupdate saat ini.
“Selama 6 hari ke depan materi-materi dalam pendidikan Multimedia ini akan diberikan oleh CEO Digidem.id, Makroen Sanjaya, pakar Komunikasi dibantu tim profesional,” ujarnya.
Diungkapkan oleh Nefra, pendidikan ini sebagai upaya Dispenad untuk membekali para personel yang menjabat di satuan penerangan TNI AD atau yang akan menduduki jabatan di satuan penerangan dengan ilmu-ilmu multimedia dan teknologi digital saat ini, sehingga ke depannya diharapkan peserta didik dapat mengembangkan kemampuannya dari ilmu pengetahuan yang diperoleh selama mengikuti pelatihan.
“Manfaatkan kesempatan yang sangat baik ini untuk menggali pengetahuan dan pengalaman sebanyak-banyaknya dari para narasumber, karena mereka merupakan orang-orang yang telah teruji kapabilitasnya dalam hal Multimedia,” pungkasnya. (Dispenad)







