Select Page

AKADEMI MILITER – Lembah Tidar  ,  Gubernur Akmil, Mayor Jenderal TNI, Dudung Abdurachman, S.E., M.M., memberikan kuliah umum kepada Siswa Pendidikan Program Pengembangan Staf Umum dan IT  PT.BRI(Persero) TBK. Sejumlah 60 orang yang terdiri dari 40 Putra dan 20 Putri, Bertempat. Materi Kuliah yang di sampaikan adalah wawasan kebangsaan, bertempat di gedung Leo Kailola Akademi Militer. Rabu (12/12)
Para Siswa Pendidikan Program Pengembangan Staf Umum dan IT  PT.BRI(Persero) TBK sedianya akan melaksanakan kegiatan Pelatihan Bela Negara dan Kesamaptaan di Kampus Akademi Militer selama 12 hari terhitung mulai  tanggal 10  sampai dengan 21 desember 2018, yang akan diisi dengan materi teori maupun praktek antara lain Materi PBB, Wawasan kebangsaan, Pengetahuan Senjata, Out bond Jas, Beladiri, Navigasi darad, Survival dan lain-lain.
Bangsa Indonesia memiliki sejarah yang panjang dalam menghadapi berbagai tantangan, hambatan dan dinamika kehidupannya. Seperti telah kita ketahui bersama bahwa pasang surut kehidupan Indonesia dalam berbangsa dan bernegara secara faktual dapat saya sebutkan sebagai berikut ,pada Tahun 1908, merupakan tonggak sejarah kebangkitan bangsa Indonesia, lahir organisasi yang bersifat nasional dan Tahun 1928, merupakan momentum bersama seluruh unsur pemuda berkomitmen untuk bertumpah darah satu, berbangsa satu, dan menjunjung tinggi bahasa persatuan, yaitu “ Indonesia”. Selanjutnya Tahun 1945, merupakan titik kulminasi dari sejarah perjuangan bangsa Indonesia , dimana saat itu berhasil merebut dan memproklamasikan kemerdekaannya kepada masyarakat dunia ”. Jelasnya
Kemudian pada Tahun 1950, merupakan fakta sejarah bahwa Indonesia pernah menyelenggarakan bentuk negara federal Republik Indonesia Serikat berdasarkan Konstitusi RIS.  Tahun 1959 Presiden RI Pertama mengeluarkan dekrit tentang Penggantian UUDS ke UUD 1945. Tahun 1965 telah terjadi peristiwa kelam bagi bangsa Indonesia, dimana tujuh Perwira TNI tewas terbunuh menjadi korban usaha kudeta yang bertujuan untuk mengganti ideologi Pancasila dengan paham komunisme.  Peristiwa tersebut dikenal dengan peristiwa G 30 S / PKI.Tahun 1966, merupakan tahun dimana Pemerintahan Orde Lama beralih ke Pemerintahan Orde Baru, yang lebih menekankan pada penyelenggaraan pembangunan dan stabilitas ekonomi maupun politik.Tahun 1998,  masa Pemerintahan Orde Baru berakhir dan beralih pada era reformasi yang menghendaki terwujudnya penyelenggaraan ketatanegaraan yang lebih demokratis dan bebas”. Sepenggal kalimat diatas adalah bagiian dari materi wawasan kebangsaan yang di sampaiakan secara langsung oleh Gubernur Akmil, Mayor Jenderal TNI Dudung Abdurachman, S.E., M.M.,
Perwakilan peserta pelatihan Bela Negara dan Kesamaptaan yang berasal dari Siswa Pendidikan Program Pengembangan Staf Umum dan IT  PT.BRI(Persero) TBK, atas nama Satrio Dimas Bagaskoro,yang berasal dari Arjasa – Jember (Jatim) mengatakan sangat bersyukur diberi kesempatan untuk mengikuti kegiatan pelatihan bela Negara dan kesamaptaan di Akmil, jujur saya sangat merasa bangga, walaupun awal masuk gerbang Akmil agak gerogi dan takut, akan tetapi karena banyak rekan akhirnya merasa senang dan terhibur, karena merasa senasib dan sepenanggungan, materi wawasan kebangsaan yang telah di sampaikan oleh bapak Gubernur Akmil, sangat bagus dalam membangun pendapat dan pandangan kami tentang kebangsaan dan nasionalisme, menumbuh kembangkan rasa cinta Tanah Air, dan bangga menjadi bangsa Indonesia”. Jelasnya

AUTENTIKASI

PENHUMAS AKMIL