Lembah Tidar , Sabtu (15/12/18), Pelaksanaan Upacara Peringatan Hari Juang Kartika tahun 2018 yang dipusatkan di Ambarawa Jawa Tengah, bertema ” TNI AD Mengabdi dan Membangun Bersama Rakyat ” Adapun Inspektur Upacara adalah Wakasad Letjen TNI Tatang Sulaiman. Hadir Jenderal TNI Mulyono Bapak Kasad ke 31. Para Asisten Kasad dan perwira tinggi lainnya. Turut Hadir juga Gubernur Akademi Militer Mayor Jenderal TNI Dudung Abdurachman, S.E, M.M.
Kegiatan ini diikuti oleh Taruna/Taruni Akmil sebagai generasi penerus para pejuang dan penegak NKRI. Sejak hari Kamis, 13 Desember 2018 sejumlah 111 Taruna Tingkat III dengan didampingi oleh 27 orang pelatih dan pendukung, sudah mengikuti rangkaian kegiatan Upacara Peringatan Hari Juang Kartika tahun 2018 berupa geladi upacara dan rangkaian kegiatan peringatan HJK.
Pada pelaksanaan upacara peringatan didahului dengan pembacaan Sejarah Hari Juang Kartika juga. Dalam pembacaan sejarah tersebut dijelaskan bahwa HJK adalah moment sejarah perjuangan bangsa yang sangat bersejarah bagi TNI AD dimana pada Tahun 1945. Pada bulan Desember terjadi agresi Belanda diwilayah Semarang dan sekitarnya. Mendengar wilayahnya diserang pasukan sekutu, Panglima Besar Jenderal Soedirman bertindak cepat untuk menyelamatkan wilayah dan melakukan perang gerilya diwilayah Ambarawa. Dengan strategi perangnya yakni “Supit Urang”, pasukan yang dipimpin Jenderal Soedirman berhasil mengusir pasukan sekutu dari wilayah Ambarawa.
Hingga sekarang, lokasi tempat penyerangan pasukan sekutu di Ambarawa dikenal sebagai Palagan Ambarawa. Semenjak itu, kemudian TNI AD menjadikan pada Tanggal 15 Desember disetiap tahunnya sebagai Hari Juang Kartika. Momentnya sebagai dasar menanamkan nilai-nilai kejuangan yang dimiliki para pendahulu bangsa dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia bagi prajurit TNI AD. Para pendahulu bangsa, para pejuang bangsa, berjuang tanpa pamrih. Dengan jiwa patriotnya, mereka tidak mengenal menyerah. Jiwa dan raga dan bahkan hartanya, mereka lakukan demi kemerdekaan bangsa Indonesia. Karenanya, peserta upacara sebagai generasi penerus perjuangan bangsa, tidak boleh melupakan sejarah bangsa. Bangsa Indonesia ada karena mereka para pejuang bangsa.
Disampaikan juga bahwa moment peringatan HJK tidak hanya diperuntukkan bagi para prajurit TNI AD saja, namun kegiatan ini juga untuk masyarakat. Kegiatan ini untuk manunggal bersama rakyat, dengan manunggalnya rakyat dan TNI AD, maka TNI AD kuat.
“Yang pasti, para peserta upacara mempunyai tugas untuk menjaga dan memperkokoh persatuan dan kesatuan sebagai bangsa Indonesia. Dengan bersatunya seluruh anak bangsa, keutuhan dan kedaulatan NKRI tetap tegak kokoh Indonesia hingga akhir zaman”, Tegas Bapak Wakasad Letjen TNI Tatang Sulaiman.
AUTENTIKASI
PENHUMAS AKMIL







