Select Page
Gubernur Akademi Militer Pimpin Uji Naskah Kurikulum Program Sarjana Tiga Tahun

Gubernur Akademi Militer Pimpin Uji Naskah Kurikulum Program Sarjana Tiga Tahun

Magelang, 15 Oktober 2025 – Gubernur Akademi Militer (Akmil) Mayjen TNI Rano Tilaar memimpin kegiatan Uji Naskah (UN) I Kurikulum Pendidikan (Kurdik) Akademi Militer Program Pendidikan Sarjana Tiga Tahun, Tahun Akademik 2025. Kegiatan tersebut dilaksanakan secara hybrid bertempat di Ruang Soebijakto Akademi Militer.

Uji Naskah Kurikulum ini merupakan salah satu tahapan penting dalam proses pengembangan sistem pendidikan di lingkungan Akademi Militer, yang bertujuan untuk memastikan keselarasan antara kurikulum pendidikan dengan kebutuhan pembentukan perwira TNI AD yang profesional, berkarakter, dan berwawasan kebangsaan.

Dalam kesempatan tersebut, Mayjen TNI Rano Tilaar menekankan bahwa pembaruan kurikulum harus mampu menjawab tantangan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan dinamika lingkungan strategis. “Kurikulum yang adaptif dan relevan akan melahirkan lulusan yang siap menghadapi kompleksitas tugas di masa depan,” tegasnya.

Melalui kegiatan Uji Naskah ini, Akademi Militer terus meningkatkan mutu pendidikan serta memperkuat integrasi antara aspek akademik, militer, dan kepribadian Taruna. Proses uji kurikulum dilakukan dengan melibatkan unsur pimpinan, tenaga pendidik, serta para pakar bidang pendidikan militer guna menghasilkan rancangan kurikulum yang komprehensif dan berorientasi pada keunggulan.

Gubernur Akmil Beri Pembekalan Wawasan Kebangsaan dan Bahaya Radikalisme Kepada Calon Pekerja Pertamina

Gubernur Akmil Beri Pembekalan Wawasan Kebangsaan dan Bahaya Radikalisme Kepada Calon Pekerja Pertamina

Magelang, 13 Oktober 2025 – Gubernur Akademi Militer (Akmil) Mayjen TNI Rano Tilaar memberikan materi pembekalan kepada peserta Pelatihan Program Kewiraan Calon Pekerja Pertamina Tahun 2025 yang berlangsung di Gedung Leo Kailola, Magelang. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya penguatan karakter kebangsaan dan disiplin nasional bagi generasi muda calon tenaga kerja strategis Indonesia.

Dalam arahannya, Mayjen TNI Rano Tilaar menekankan pentingnya wawasan kebangsaan serta kewaspadaan terhadap ancaman paham radikalisme dan intoleransi. “Setiap agama pada hakikatnya mengajarkan kebaikan dan kedamaian. Yang sering kali keliru adalah cara umat menafsirkan dan menjalankannya,” tegas Gubernur Akmil, menegaskan bahwa semangat persatuan dan nasionalisme harus menjadi fondasi dalam setiap profesi dan pengabdian.

Melalui materi bertajuk “Radikal Kiri, Radikal Kanan, dan Wawasan Kebangsaan”, Gubernur Akmil menguraikan sejarah serta perkembangan gerakan radikalisme dan terorisme di Indonesia. Beliau menjelaskan bagaimana ideologi ekstrem, baik yang berakar dari kiri (komunisme) maupun kanan (fundamentalisme agama), dapat mengancam keutuhan bangsa jika tidak diimbangi dengan pemahaman yang benar terhadap nilai-nilai Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika.

Kegiatan pembekalan ini diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran nasional dan rasa cinta Tanah Air di kalangan peserta. Dengan memahami potensi ancaman ideologis dan pentingnya menjaga kerukunan dalam keberagaman, para calon pekerja Pertamina diharapkan siap menjadi generasi profesional yang berkarakter, berintegritas, serta berjiwa kebangsaan tinggi.

Gubernur Akademi Militer Beri Pengarahan Tentang Astagatra Kepada Taruna Tingkat II dan III

Gubernur Akademi Militer Beri Pengarahan Tentang Astagatra Kepada Taruna Tingkat II dan III

Magelang, 10 Oktober 2025 – Gubernur Akademi Militer, Mayor Jenderal TNI Rano Tilaar, memberikan pengarahan kepada Taruna Akademi Militer Tingkat II dan III di Gedung Moch. Lilly Rochli, Akademi Militer. Kegiatan ini bertujuan menanamkan pemahaman tentang pentingnya Astagatra sebagai landasan berpikir strategis bagi calon pemimpin bangsa di masa depan. Gedung Moch. Lilly Rochli

Dalam arahannya, Mayjen TNI Rano Tilaar menegaskan bahwa seorang pemimpin sejati tidak diukur dari jabatannya, melainkan dari tindakan dan tanggung jawabnya. “Leadership is action, not position. Bila ingin mengukur seberapa besar kekuasaanmu, maka ukur dulu seberapa besar tanggung jawabmu,” tegasnya menekankan makna kepemimpinan yang berorientasi pada pengabdian dan tanggung jawab moral.

Lebih lanjut, Gubernur Akmil menjelaskan konsep Astagatra yang terdiri atas Trigatra (geografi, demografi, dan sumber kekayaan alam) serta Pancagatra (ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya, serta pertahanan dan keamanan). Melalui pemahaman ini, para Taruna diharapkan mampu berpikir komprehensif, memahami potensi dan tantangan bangsa, serta menyeimbangkan antara kepentingan nasional dan kesejahteraan rakyat.

Di akhir sesi, Mayjen TNI Rano Tilaar berpesan agar para Taruna terus mengasah kemampuan analisis dan kepekaan sosial sebagai bekal kepemimpinan di masa depan. “Calon pemimpin bangsa harus mampu memanfaatkan potensi wilayahnya, menyeimbangkan kepentingan ekonomi dan sosial, serta menjaga persatuan bangsa dalam keragaman,” pungkasnya.

Upacara Bendera Awal Bulan Oktober di Akademi Militer, Wujudkan Semangat Disiplin dan Pengabdian

Upacara Bendera Awal Bulan Oktober di Akademi Militer, Wujudkan Semangat Disiplin dan Pengabdian

Magelang, 6 Oktober 2025 – Direktur Pembinaan Pengkajian dan Pengembangan (Dirbinjianbang) Akademi Militer Kolonel Inf Prasetyo memimpin Upacara Bendera pada minggu pertama bulan Oktober 2025, bertempat di Lapangan Sapta Marga Akademi Militer, Magelang.

Upacara yang berlangsung dengan khidmat tersebut diikuti oleh seluruh organik Akademi Militer, baik militer maupun pegawai negeri sipil, serta para Taruna Akademi Militer. Kegiatan ini merupakan agenda rutin yang dilaksanakan setiap awal bulan sebagai sarana untuk menumbuhkan semangat kedisiplinan, tanggung jawab, dan jiwa nasionalisme di lingkungan Akmil.

Dalam arahannya, Dirbinjianbang menegaskan pentingnya menjunjung tinggi nilai-nilai pengabdian dan integritas dalam setiap pelaksanaan tugas. Beliau juga mengingatkan agar seluruh prajurit, pegawai, dan Taruna senantiasa menjaga semangat kebersamaan serta profesionalisme guna mendukung tercapainya visi dan misi Akademi Militer sebagai lembaga pendidikan calon pemimpin TNI AD yang tangguh dan berkarakter.

Upacara Bendera ini menjadi momentum bagi seluruh warga Akademi Militer untuk mendarmabaktikan dalam pengabdian kepada bangsa dan negara, serta meneguhkan tekad dalam menjalankan tugas dengan penuh dedikasi dan tanggung jawab.

Wakil Gubernur Akmil Pimpin Jalannya Upacara HUT ke-80 TNI

Wakil Gubernur Akmil Pimpin Jalannya Upacara HUT ke-80 TNI

Magelang, 5 Oktober 2025 – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Tentara Nasional Indonesia (TNI), Akademi Militer menggelar Upacara Bendera yang dipimpin oleh Wakil Gubernur Akademi Militer Brigjen TNI Pramungkas Agus T., S.I.Pem., M.H., dan diikuti oleh seluruh organik Akmil, dan para Taruna Akademi Militer.

Dalam upacara tersebut, Wakil Gubernur Akmil membacakan amanat Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, S.E., M.Si., yang menyampaikan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas terselenggaranya peringatan HUT ke-80 TNI. Tahun ini, HUT TNI mengusung tema “TNI Prima – TNI Rakyat – Indonesia Maju”, yang menggambarkan tekad TNI untuk terus menjadi organisasi yang Profesional, Responsif, Integratif, Modern, dan Adaptif dalam menjaga kedaulatan negara, mempertahankan keutuhan wilayah NKRI, serta melindungi seluruh bangsa dan tumpah darah Indonesia.

Panglima TNI dalam amanatnya juga menegaskan pentingnya kewaspadaan prajurit di tengah dinamika lingkungan strategis yang terus berkembang. Beliau mengingatkan seluruh prajurit dan PNS TNI agar memperkokoh iman dan takwa, menjaga soliditas internal serta kemanunggalan dengan rakyat, bijak dalam bermedia sosial, dan senantiasa melaksanakan tugas dengan penuh keikhlasan serta menghindari segala bentuk pelanggaran hukum.

Di akhir amanatnya, Panglima TNI menyampaikan apresiasi kepada seluruh prajurit dan PNS atas dedikasi, integritas, dan pengabdian yang membuat TNI tetap mendapat kepercayaan tinggi dari rakyat. Namun demikian, Panglima TNI juga mengingatkan agar kepercayaan tersebut tidak menjadikan TNI lengah, karena masih banyak tugas dan tantangan yang harus dihadapi bersama demi menjaga kedaulatan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Usai upacara, Wakil Gubernur Akmil dan seluruh civitas Akademi Militer menerima ucapan selamat HUT ke-80 TNI berupa tumpeng dan roti ulang tahun dari Wali Kota Magelang H. Damar Prasetyono, Kapolres Kota Magelang AKBP Anita Indah Setyaningrum, S.I.K., M.H., Kapolres Kabupaten Magelang Kombes Pol Herbin Garbawiyata Jaya Sianipar, S.I.K., S.H. serta unsur Forkopimda Kota dan Kabupaten Magelang.