Select Page
Kasad Kunjungi Stand Akademi Militer di TNI AD Fair 2025

Kasad Kunjungi Stand Akademi Militer di TNI AD Fair 2025

Jakarta, 21 September 2025 – Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, M.Sc., beserta jajarannya mengunjungi Stand Akademi Militer (Akmil) dalam gelaran TNI AD Fair 2025 di kawasan Pintu Timur Silang Monas, Jakarta Pusat. Kegiatan ini berlangsung pada 20–21 September 2025, pukul 08.00–21.00 WIB, sebagai rangkaian peringatan HUT ke-80 TNI. Event besar ini menghadirkan 22 stand satuan jajaran TNI AD dan menarik ribuan pengunjung sejak pagi.

Suasana meriah menyelimuti area Monas saat masyarakat memadati pameran untuk menyaksikan berbagai alutsista canggih TNI AD, seperti Tank Harimau, Panser Anoa, Meriam Caesar 155 mm, MLRS Astros II, Radar CM200, Starstreak LML, hingga helikopter Apache AH-64, Bell 412, Fennec AS 550, dan Mi-17V5. Fasilitas publik seperti Rumah Sakit Lapangan yang memberikan layanan kesehatan gratis dan Dapur Lapangan yang membagikan makanan hangat turut melengkapi kemeriahan acara. Media nasional dan beberapa stasiun televisi meliput secara langsung kegiatan ini, membuat gaung TNI AD Fair terasa di seluruh Indonesia.

Kasad Jenderal TNI Maruli Simanjuntak menyampaikan bahwa TNI AD Fair 2025 menjadi sarana edukasi, hiburan, dan pendekatan kepada masyarakat. “Angkatan Darat mendukung penuh TNI Fair dalam rangka HUT ke-80 TNI. Antusiasme masyarakat luar biasa untuk melihat perlengkapan kita. Ini bukan hanya hiburan, tetapi juga cara untuk memperkenalkan generasi muda agar kelak menjadi penerus kami,” tegasnya. Beliau juga menegaskan rekrutmen prajurit TNI AD, termasuk Akademi Militer, kini semakin terbuka dan transparan. “Siapapun bisa mendaftar tanpa harus keluar biaya. Tidak perlu kenalan atau rekomendasi khusus,” tegasnya.

Stand Akademi Militer menjadi salah satu pusat perhatian pengunjung. Taruna Akmil memberikan penjelasan langsung mengenai pendidikan di Akademi Militer kepada generasi muda yang berminat. Kehadiran ribuan pengunjung, liputan media luas, dan semangat kebersamaan yang tercipta menunjukkan bahwa TNI AD Fair 2025 bukan sekadar pameran pertahanan, tetapi juga wadah interaksi, edukasi, dan hiburan bagi rakyat.

Akmil Tampil dalam TNI AD Fair 2025 di Monas

Akmil Tampil dalam TNI AD Fair 2025 di Monas

Jakarta, 20 September 2025 – Akademi Militer (Akmil) turut serta dalam TNI AD Fair 2025 yang digelar di kawasan Pintu Timur Silang Monas, Jakarta Pusat. Kegiatan ini berlangsung pada 20–21 September 2025 mulai pukul 08.00 hingga 21.00 WIB sebagai rangkaian peringatan HUT ke-80 TNI.

Dalam pameran tersebut, tim Akmil dipimpin oleh Kolonel Inf Yudhi Novrizal, S.I.P., M.Han., yang menjabat sebagai Dosen Madya Golongan IV Prodi Jemenhan sekaligus Kaprodi Kordos Akmil. Stand Akmil menampilkan berbagai dokumentasi sejak bedirinya Akmil sampai sekarang dan wahana yang dimiliki Akademi Militer.

Selain itu, pengunjung juga dapat menyaksikan demonstrasi bela diri, berinteraksi dengan prajurit di stand satuan TNI AD, serta menikmati hiburan di panggung musik yang telah disiapkan.

Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad) mengajak masyarakat untuk meramaikan TNI AD Fair 2025 sebagai bentuk kebersamaan dan kedekatan antara TNI AD dengan rakyat. Melalui kegiatan ini, diharapkan terjalin komunikasi yang lebih erat, sehingga TNI semakin dicintai dan dipercaya masyarakat dalam menjaga kedaulatan bangsa.

Gubernur Akmil Terima Kunjungan Military Attache Negara Sahabat

Gubernur Akmil Terima Kunjungan Military Attache Negara Sahabat

Magelang, 18 September 2025 – Gubernur Akademi Militer (Akmil) Mayjen TNI Rano Tilaar didampingi Wakil Gubernur Akmil Brigjen TNI Pramungkas Agus T., S.I.Pem., M.H., beserta para pejabat Distribusi Akmil, menerima kunjungan para Military Attache dari 19 negara sahabat. Kunjungan ini merupakan kehormatan bagi Akademi Militer sekaligus wujud nyata persahabatan dan kerja sama pertahanan antara Indonesia dengan negara-negara sahabat.

Rangkaian kegiatan dimulai dengan penyambutan di pintu dua gerbang kesatrian Akmil, dilanjutkan kunjungan ke Museum Taruna Abdul Djalil, penyerahan cenderamata, dan tur keliling lingkungan Akmil. Para Military Attache juga mengikuti jamuan makan siang di Rukan Husein yang dimeriahkan penampilan kolaborasi Taruna. Acara diakhiri dengan foto bersama di Graha Utama sebelum rombongan melanjutkan perjalanan ke Yogyakarta.

Para Military Attache yang hadir antara lain perwakilan Serbia, Brasil, Prancis, Jerman, Iran, Jepang, Kenya, Laos, Myanmar, Belanda, Pakistan, Rusia, Sri Lanka, Timor Leste, Turki, dan Amerika Serikat. Kunjungan ini turut disertai perwakilan Mabes TNI Kolonel Yoelian, Letkol Fajar, dan Letkol Bobby. Dalam sambutannya, Mayjen TNI Rano Tilaar menyampaikan harapan agar kunjungan ini mempererat hubungan bilateral dan menambah wawasan tentang pendidikan, pembinaan, serta tradisi keprajuritan di Akmil.

“Semoga kunjungan ini membawa manfaat, memperkuat persahabatan, dan membuka peluang kerja sama yang saling menguntungkan di masa depan,” tegas Mayjen TNI Rano Tilaar. Acara ini mencerminkan peran Akmil sebagai pusat pendidikan perwira TNI AD yang melahirkan pemimpin masa depan TNI, juga menjadi jembatan diplomasi pertahanan dengan negara-negara sahabat.

Akmil Mantapkan Nasionalisme dan Modernisasi Pendidikan Lewat Upacara Bendera

Akmil Mantapkan Nasionalisme dan Modernisasi Pendidikan Lewat Upacara Bendera

Magelang, 17 September 2025 – Gubernur Akademi Militer (Akmil) Mayjen TNI Rano Tilaar memimpin Upacara Bendera bulanan di Lapangan Sapta Marga, Magelang. Kegiatan yang diikuti seluruh organik Akmil, baik militer maupun pegawai negeri sipil, serta seluruh Taruna dan Taruni ini digelar sebagai wujud nasionalisme sekaligus penghormatan kepada para pahlawan yang telah berkorban demi tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Dalam amanatnya, Mayjen TNI Rano Tilaar menegaskan tugas pokok Akmil sebagai lembaga pendidikan dan pembinaan Taruna untuk membentuk perwira TNI AD yang berjiwa Saptamarga, memiliki pengetahuan dan keterampilan dasar keprajuritan, berpendidikan tinggi bergelar Sarjana Terapan Pertahanan, serta memiliki jasmani yang prima. Selain itu, Akmil juga berperan sebagai pusat pengembangan doktrin dan penelitian militer untuk mendukung kemajuan pendidikan serta tugas-tugas TNI AD.

Gubernur Akmil menekankan pentingnya pemanfaatan Learning Management System (LMS) guna mewujudkan konsep Smart Campus. LMS akan dioptimalkan melalui Taruna dan para alumni Akmil (abiturien) yang telah bertugas di satuan masing-masing agar tetap dapat berinteraksi dengan para dosen, memperkaya referensi, dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Beliau juga menjelaskan, sesuai Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi, Akmil kini menerapkan program pendidikan tiga tahun. Setelah Prasetya Perwira, para lulusan akan kembali ke Akmil untuk menyelesaikan tugas akhir sebelum resmi menyandang gelar Sarjana Terapan Pertahanan.

Sebagai langkah lanjutan, Akmil akan melaksanakan sosialisasi dan penataran LMS untuk memastikan materi, modul pendidikan, tenaga pengajar, serta fasilitas pendukungnya dapat dimanfaatkan maksimal. Upaya ini diharapkan mampu memperkuat kualitas pendidikan, mencetak perwira masa depan yang tangguh, serta mendukung modernisasi pendidikan di lingkungan TNI AD.

Mayjen TNI Rano Tilaar Bekali Taruna Akmil Wawasan Geopolitik Terkini

Mayjen TNI Rano Tilaar Bekali Taruna Akmil Wawasan Geopolitik Terkini

Magelang, 15 September 2025 – Gubernur Akademi Militer (Akmil) Mayjen TNI Rano Tilaar memberikan pengarahan tentang perkembangan geopolitik dunia kepada Taruna Akmil Tingkat II dan III. Kegiatan ini berlangsung di Gedung Moch. Lily Rochli, Kompleks Akademi Militer Magelang.

Dalam arahannya, Mayjen TNI Rano Tilaar menegaskan pentingnya pemahaman geopolitik bagi para taruna sebagai calon pemimpin TNI Angkatan Darat dan bangsa Indonesia. Beliau menjelaskan bahwa dinamika global saat ini bergerak cepat, menuntut kemampuan analisis yang tajam, wawasan strategis, serta ketangguhan dalam mengambil keputusan.

Lebih lanjut, Mayjen TNI Rano Tilaar memaparkan teori-teori geopolitik klasik, seperti gagasan Friedrich Ratzel, Rudolf Kjellén, dan Karl Haushofer, serta menyoroti berbagai contoh geostrategi negara-negara besar, termasuk perkembangan terkini di kawasan Asia Pasifik. Menurut beliau, posisi Indonesia yang strategis di persimpangan dua benua dan dua samudra menuntut para perwira TNI AD memahami peluang sekaligus tantangan yang menyertainya.

Pada akhir acara, Gubernur Akmil menyerahkan Penghargaan Karya Cipta Taruna (KCT) kepada Taruna Akmil Tingkat III atas inovasi berjudul “Rancang Bangun dan Penghitungan Energi Tekanan pada Penggalak Munisi Kaliber 5,56 mm untuk Sistem ‘Cartridge Trap’ sebagai Rintangan di Daerah Penugasan”. Penghargaan tersebut diterima oleh Sermatar Damar Vaza Putra Chamid (No. AK 2023.002), Sermatar Cesarrio Maheswara (No. AK 2023.018), dan Sermatar Zidan Maulida Jazuli (No. AK 2023.326).

Melalui kegiatan ini, Akademi Militer berharap para taruna semakin peka terhadap lingkungan strategis global, regional, dan nasional. Dengan bekal wawasan geopolitik yang mendalam, para taruna diharapkan siap menjaga kedaulatan NKRI, memperkuat pertahanan negara, dan berkontribusi dalam menjaga stabilitas kawasan di tengah dinamika geopolitik dunia.