by Penhumas Akmil | Jan 12, 2021 | Berita
Gubernur Akademi Militer Mayjen TNI Totok Imam Santoso, S.I.P., S.Sos., M.Tr. (Han) memberikan Pembekalan kepada Prajurit Taruna Akademi TNI (Taruna Darat 425 orang, Taruna Laut 230 orang dan Taruna Udara 117) bertempat di Lapangan Taruna Bhakti Akmil Magelang. Dengan sasaran Integritas, Profesionalisme dan Kesiapan Fisik Menuju Sukses, Selasa (12/01/2021).
Dihadapan 772 Prajurit Taruna Mayjen Totok Imam secara lugas menggambarkan tantangan Global NKRI mendatang, ”pada Era Globalisasi menimbulkan berbagai konsekuensi dan tantangan baru ”Post Truth” dan pergeseran paradigma ancaman (Ancaman Militer, Non Militer dan Hibrid). Juga dalam era revolusi industri 4.0 pengaruh media sosial dan digitalisasi sangat kuat sehingga peran manusia mulai tergantikan oleh teknologi, tuntutan akan kualitas individu menjadi hal yang mutlak. Sehingga kuatnya pengaruh budaya “biasanya” mengaburkan nilai sosial yang berdasar Agama dan Pancasila. Serta individu menjadi egois mengabaikan nilai-nilai kebangsaan NKRI. Kuatnya kepentingan individu/kelompok dan provokasi bertujuan pecah belah NKRI”.
Mensikapi hal ini Mayjen Totok Imam berharap, ”Taruna harus memiliki moral yg baik Integritas, karakter yg kuat, serta kepribadian yg terpuji. Untuk menghadapi persaingan global dan kemajuan teknologi militer dengan harapan Taruna harus memiliki SDM unggul, kuasai teknologi dan kuasai peradaban. Kemauan untuk bekerja keras, cerdas dan kreatif”.
“Masa depan yang gemilang harus dipersiapkan dan diperjuangkan sejak dini tidak ada kesuksesan yg diraih secara instan, motivasi diri untuk terus belajar, berlatih serta pahami sejarah bangsa dan Taruna harus membangun integritas, disiplin dan profesionalisme jangan membiasakan hal yg salah karena akan terus terbawa sampai dengan di penugasan dan kuatkan karakter/moral juga jadilah diri sendiri jangan “mengandalkan” orang lain, selalu bersyukur disetiap pencapaian adalah hasil kerja keras dan doa kepada Tuhan YME”, tegasnya.
Di akhir pengarahannya Mayjen Totok Imam menandaskan perintah Panglima TNI, 21 Oktober 2020 yang lalu yaitu “Pendidikan pada level kepemimpinan diharapkan menghasilkan pemimpin yang berkualitas dan berkarakter sebagai teladan, yang memiliki visi dan pandangan yang luas agar mampu beradaptasi dalam berbagai lingkungan dan kondisi dalam melaksanakan tugasnya”.
PENHUMAS AKMIL
by Penhumas Akmil | Jan 11, 2021 | Berita
Mayjen TNI Totok Imam Santoso., S.I.P., S.Sos., M.Tr.(Han),.(Gubernur Akademi Militer) selesai melaksanakan olah raga rutin lari keliling kesatrian Akademi Militer, di sela-sela beliau melaksanakan rutinitas mengambil waktu untuk inspeksi mendadak ke kelas tempat Taruna Akmil belajar. Yang didampingi oleh Kakordos Akmil Brigjen TNI Wahyu Wibowo Raharjo M.A dan Kapenhumas Akmil Letkol Arm Kukuh Dwi Antono, S.I.P, Senin (11/01/2021).
Gubernur Akmil menandaskan kepada Taruna Tk IV di kelas,”hakikat dari kepemimpinan tujuannya agar menjadi sosok pemimpin yang memiliki karakter kepemimpinan yang baik seperti profesional, jujur, amanah, adil, mampu mengayomi, peka terhadap aspirasi bawahannya”, tandasnya.
“Pemimpin adalah orang yang terpilih. Tidak semua orang mampu menjadi pemimpin, ketika seorang diangkat untuk memimpin suatu Lembaga atau Institusi misalnya menjadi Danton, maka ia sebenarnya mengemban tanggung jawab yang besar sebagai seorang pemimpin yang harus mampu mempertanggung jawabkannya. Bukan hanya dihadapan manusia, tapi juga dihadapan Alloh SWT. Jabatan dalam semua level atau tingkatan bukanlah suatu keistimewaan, sehingga seorang pemimpin atau pejabat tidak boleh merasa menjadi manusia yang istimewa sehingga ia merasa harus diistimewakan”. Lanjutnya.
“Menjadi Danton harus mau berkorban dan menunjukkan pengorbanan, apalagi ketika anggota yang dipimpinnya berada dalam kondisi sulit dan sangat sulit. Disitu seorang Danton harus bisa berperan untuk menyelesaikan permasalahan yang menghadang”, terangnya.
“Menjadi Danton mendapat tanggung jawab yang besar untuk menghadapi dan mengatasi berbagai persoalan para anggotanya untuk bisa menjalani kehidupan yang baik dan benar serta mencapai kemajuan dan kesejahteraan. Para Danton dituntut bekerja keras dengan penuh kesungguhan dan optimis”, jelasnya.
Penhumas Akmil
by Penhumas Akmil | Jan 9, 2021 | Berita
Akademi Militer bersama BRI Magelang menjalin silaturahmi dengan kegiatan gowes bersama dengan rute Magelang – Jogja – Parangtritis dengan mengambil start dari Rumah Dinas Gubernur Akmil, Badaan. Jarak yang ditempuh dari Start sampai Finish Parangritis kurang lebih 75 Km, Sabtu (09/01/2021).
Kegiatan dimulai pukul 06.00 WIB diawali dengan pelaksanaan pemeriksaan tensi darah dan pemanasan.
Pegowes menuju etape 1 di Subdenpom Yogyakarta (Jarak +/-40 Km), selanjutnya menuju ke Tugu Yogya kemudian dilanjutkan menuju etape 2 di Kelurahan Patalan (Jarak +/- 21 Km). Kemudian menuju Finish di Pantai Parangtritis (Jarak +/- 14,6 Km), dilanjutkan dengan kegiatan ramah tamah di Pantai Depok (Jarak +/- 3,4 Km). Para pegowes menggunakan pakaian dan perlengkapan Jersey Gowes dan Sepeda RB (Road Bike).
Gubernur Akmil Mayor Jenderal TNI Totok Imam S., S.I.P., S.Sos., M. Tr. (Han) yang juga penggemar olah raga sepeda, sebelum berangkat beliau menyampaikan, “pada pagi hari ini kita melaksanakan olah raga sepeda dengan keluarga besar Akmil dan BRI Magelang, dalam pelaksanaannya kita tetap mempedomani protokol kesehatan, sehingga kita tetap sehat dan bersama-sama menjaga kesehatan, tujuan kita sehat, kompak disamping sebagai ajang silaturahmi antara pimpinan, seluruh anggota dan keluarga Akmil serta BRI”.
“Dalam kegiatan gowes kali ini bertujuan untuk menjaga kebugaran dan kesehatan serta untuk meningkatkan kekebalan imun tubuh, sehingga dapat menangkal penularan virus covid”, lanjutnya.
Di akhir penyampaiannya beliau menuturkan bahwa, ”Akmil ingin menjalin silaturahmi bersama seluruh Keluarga Besar Akmil dan BRI dalam suasana balutan kegembiraan bersama dalam acara sepeda santai. Pada masa-masa pandemi ini tentunya olah raga menjadi sebuah hal yang primer untuk menjaga daya tahan tubuh dan bersepeda memang sengaja kita pilih, karena sepeda dirasa sangat sesuai dengan protokol kesehatan dengan tidak mengurangi kegembiraan dan kemeriahan yang ada”.
PENHUMAS AKMIL