by Penhumas Akmil | Jun 28, 2019 | Berita
Akmil. Akademi Militer menerima kunjungan Bapak Jenderal TNI (Purn) Prof. Dr. A.M. Hendropriyono, S.T., S.H., M.H., dan Pangkostrad Letnan Jenderal TNI Besar Harto Karyawan, S.H., M.Tr (HAN). Kunjangan kedua tokoh senior di TNI AD tersebut dalam rangka pembekalan kepada Taruna/Taruni Akmil yang berjumlah 1.042 terdiri dari 971 Taruna dan 71 Taruni, bertempat di di Gedung Lily rochli Kesatrian Akademi. Hadir dalam acara tersebut dihadiri oleh Gubenur Akmil Mayjen TNI Dudung Abdurachman, Wakil Gubernur Akmil Brigjen TNI Wirana Prasetya Budi, Pejabat Distribusi Akademi Militer, Para Gumil dan Dosen serta Pengasuh Taruna Akmil. Jum’at, (28/06/2019)
Gubenur Akademi Militer, Mayjen TNI Dudung Abdurachman dalam sambutannya mengatakan, bahwa kunjungan Bapak Jenderal TNI (Purn) Prof. Dr. A.M. Hendropriyono, S.T., S.H., M.H., dan Pangkostrad Letnan Jenderal TNI Besar Harto Karyawan, S.H., M.Tr (HAN) kali ini memiliki nilai yang sangat strategis, khususnya bagi Taruna/ Taruni Akademi Militer sebagai generasi penerus Pimpinan TNI AD di masa mendatang. Selain hal tersebut kunjungan kedua tokoh tersebut juga sangat bermanfaat bagi para Taruna/ Taruni, karena mendapat kesempatan untuk bertemu, bertatap muka serta mendapat ceramah pembekalan dari Pangkostrad Letnan Jenderal TNI Besar Harto Karyawan, S.H., M.Tr (HAN), yang dilanjutkan kuliah umum secara langsung oleh Bapak Jenderal TNI (Purn) Prof. Dr. A.M. Hendropriyono, S.T., S.H., M.H
Dalam ceramah pembekalan kepada seluruh Taruna/Taruni Akmil, Pangkostrad banyak menekankan, kiat sukses dan keberhasilan seorang pemimpin terletak pada, Niat, Sikap, Prilaku, Pancaran Mata, Komunikasi, Kesiapsiagaan, Daya Imajinasi, Keputusan dan Keyakinan.
Sementara itu, pada session kuliah umum yang disampaikan oleh Jenderal TNI (Purn) Prof. Dr. A.M. Hendropriyono, S.T., S.H., M.H. ditekankan sebagai berikut, bahwa .” Pemimpin di lapangan jangan pernah menangis karena kepanikan serta dilanda kesedihan yang melampaui batas. Ia hanya dibolehkan bersedih bahkan menangis, apabila prajuritnya gugur sebagai pahlawan bangsa. Seorang pemimpin tidak boleh kecewa secara berkelanjutan karena hal itu kerap kali menghilangkan kesempatan untuk menang dalam pertempuran.”
Disampaikan pula oleh Jenderal TNI (Purn) Prof. Dr. A.M. Hendropriyono, S.T., S.H., M.H bahwa pemimpin yang memiliki semangat berkobar-kobar akan dicontoh dan menjadi teladan bagi anak buahnya. Selain hal tersebut, Jiwa yang berkobar-kobar juga sangat diperlukan untuk membangun daya gempur. Memastikan kemenangan setelah daya tembak dan daya gerak dilaksanakan. Artinya kemenangan pertempuran secara fisik dapat dicapai, karena kualitas daya gempur, Imbuhnya.
AUTENTIKASI
PENHUMAS AKMIL
by Penhumas Akmil | Jun 25, 2019 | Berita
Akmil, Akademi Militer menggelar seminar dengan tema “Dampak Media Sosial Dari Perspekstif Pendidikan dan Sosial Budaya”, yang di Prakarsai oleh Sdirbinlitbang (Staf Direktur dan Pengembangan Akademi Militer), Kolonel Inf Terry Tresna Purnama S.I.Kom sebagai Direktur Pembinaan Lembaga Akmil, acara ini di gelar Gedung Sumartal Hadir pada kegiatan ini Prof. Dr. Sutrisna Wibawa, M.Pd (Rektor UNY), sebagai narasumber pertama, Dr. Mega Hidayati, M.A. (Dosen Program S3 Ilmu Politik UMY), sebagai narasumber kedua, Ibu Helen Dian Fridayani, S.I.P., M.I.P., selaku Moderator, para pejabat Distribusi Akademi Militer, Dosen pendamping Mahasiswa/ Mahasiswi (berjumlah 30 orang Untid, UMM, UGM) serta Taruna/Taruni (Akmil 50 orang, Aau 5, Akpol 5 orang). Senin (24/06/2019).
Gubenur Akademi Militer, Mayjen TNI Dudung Abdurachman dalam sambutannya yang dibacakan oleh Dirbinlitbang Akmil Kolonel Inf Terry Tresna Purnama S.I.Kom mengatakan, Seminar ini merupakan salah satu wujud kerja sama antara Akademi Militer dengan beberapa Perguruan Tinggi baik negeri maupun swasta di Wilayah Jateng dan DIY sebagai implementasi dari Tri Darma Perguruan Tinggi.
Dalam kesempatan yang lain Gubernur menyampaikan, sesuai dengan tema seminar kita pada hari ini yaitu “Dampak Media Sosial dari Perspektif Pendidikan dan Sosial Budaya” . Media sosial telah menjadi bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan manusia. Keberadaan media sosial tentunya akan membawa berbagai bentuk dampak, baik sisi positif untuk kemajuan bangsa maupun pemberdayaan manusia dalam bidang pemerintahan, perdagangan, hiburan, maupun dunia pendidikan. Akan tetapi dunia Media Sosial juga memiliki dampak negatif, seperti perubahan pola dan karakter masyarakat menjadi apatis (orang cenderung lebih mementingkan yang berada jauh di luar negeri lewat komunikasi “Whatsapp, twitter, instagram” dari pada kawan dekat maupun orang tuanya sendiri), budaya instan, mengarah kekerasan dalam menyelesaikan masalah, individual, rendahnya moralitas serta turunnya nilai-nilai kebangsaan dan nasionalisme yang apabila dibiarkan akan sangat berbahaya terhadap keamanan nasional maupun keutuhan dan kedaulatan NKRI. Atas dasar tersebut, maka Akademi Militer melalui Sdirbinlitbang Akademi Militer bekerja sama dengan lembaga pendidikan tinggi yang sama-sama mempunyai kepentingan terhadap dunia pendidikan.
Melalui kegiatan seminar ini, diharapkan akan diperoleh suatu pokok-pokok pemikiran yang dapat dijadikan sebagai bahan masukan dalam merumuskan konsep strategis dan komprehensif bangsa Indonesia guna mempersiapkan langkah langkah strategis mengantisipasi dampak negatif media sosial dari perspektif pendidikan dan sosial budaya.
Harapan Gubernur Akmil di akhir sambutannya, semoga apa yang dikerjakan hari ini dapat memberi manfaat kepada masyarakat, bangsa dan negara tercinta di masa sekarang dan yang akan datang.
AUTENTIKASI
PENHUMAS AKMIL
by Penhumas Akmil | Jun 21, 2019 | Berita
Akmil, Menerima kunjungan Menteri Pertahanan RI Bapak Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu pada hari Jum’at, 21 juni 2019. Menteri Pertahanan RI memasuki Kesatrian Akmil melalui pintu 1 mendapat jajar penghormatan, transit di Main Hall di terima Gubernur Akmil Mayor Jenderal TNI Dudung Abdurachman dan pejabat Distribusi. Dilanjutkan ceramah pembekalan kepada Taruna/Taruni Akmil yang berjumlah 1.041 terdiri dari 968 Taruna dan 73 Taruni di gedung Lily rochli Kesatrian Akademi Militer. Hadir dalam acara tersebut Menteri Pertahanan Republik Indonesia, Bapak Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu, Gubernur Akmil, Pejabat Distribusi Akademi Militer, Para Gumil dan Dosen serta Pengasuh, Taruna dan Taruna Akmil. Jum’at (21/06/2019).
Gubenur Akademi Militer, Mayjen TNI Dudung Abdurachman dalam sambutannya mengatakan, bahwa kunjungan Menhan kali ini memiliki nilai yang sangat strategis, karena dengan adanya pengarahan yang sangat berharga dari Menhan RI dapat dijadikan acuan dan pedoman bagi para Taruna/Taruni Akademi Militer ke arah yang lebih baik dimasa yang akan datang.
Seperti diketahui bahwa Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu dilantik sebagai Menteri Pertahanan (Menhan) tanggal 27 Oktober 2014 dalam Kabinet Kerja Presiden Joko Widodo. Jenjang karir dilalui selama periode 1974-1995 sebagai Komandan Peleton, Komandan Kompi, Kasi-2/Ops Yonif, Kasi-2/Ops Brigif Linud 17 Kostrad, Wadanyonif Linud 305/Kostrad, Kas Brigif Linud 17/Kostrad, Danyonif Linud 305/Kostrad dan Dan Brigif Linud 17/Kostrad.
Berbagai penugasan operasi militer diembannya seperti Opsgab Malindo di perbatasan Kalbar; Pasukan Penjaga Perdamaian Garuda XII (PBB) di Kamboja; Ops. Timtim, Kalbar, Irian dan Aceh.
Sebagian besar masa pengabdian beliau dihabiskan di daerah Operasi Militer yang dijalaninya selama 14 tahun tanpa terputus. Oleh karena itu, praktis kenaikan pangkat sampai Kolonel terjadi di daerah operasi.
Beberapa hal menonjol dan penting yang perlu menjadi pelajaran berharga bagi para Taruna/Taruni Akademi Militer, bahwa dalam perjalanan karier Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Riyacudu, telah membentuk Ton Intai Tempur dan Raider, sehingga disebut sebagai Bapak Tontaipur dan Raider, karena mulai dari prakarsa, konsep latihan hingga disain brevet dilakukan sendiri oleh beliau. Hal menonjol lainnya adalah beliau dua kali berhasil membebaskan Sandera Khmer Merah saat melaksanakan misi perdamaian PBB di Kamboja.
AUTENTIKASI
PENHUMAS AKMIL
by Penhumas Akmil | Jun 20, 2019 | Berita
Akmil, Kepala Departemen Sosial (Depsos) Kolonel Inf Efdal Nazra, S.I.P bertindak selaku Ketua Penyelenggara Seminar Nasional dengan tema “Determinasi Desain Pendidikan dalam Perspektif Pertahanan Negara di Era Revolusi Teknologi pada Aplikasi Penugasan Perwira Remaja“ bertempat di Gedung Lilly Rochli Akmil. Hadir dalam acara tersebut Prof. Josaphat Tetuko Sri Sumantyo, Ph.D. dari CHIBA University Tokyo Jepang, sebagai Narasumber pertama, sebagai Narasumber kedua Brigjen TNI Dr. Budi Pramono, S.I.P., M.M., M.A., dari Dewan Ketahanan Nasional Republik Indonesia, Jakarta dan sebagai Narasumber ketiga yaitu Prof. Dr. Slamet, P.H, M.A, M.Ed, MLHR, dari Universitas Negeri Yogyakarta. Sedangkan sebagai moderator Naiza Rosalia, S.Sos, M.Si (Nezza Ghozali). Seminar nasional tersebut dihadiri oleh Para Pejabat Distribusi Akademi Militer, para peserta seminar juga terdiri dari perwakilan para Taruna Akmil, AAL, AAU, Akpol sejumlah 278 orang, Tenaga Pendidik/Dosen 21 orang, Organik satuan Jajaran Kodam IV/Diponegoro yang dihadiri undangan sejumlah 14 orang, para Pengasuh Taruna Akmil, AAL, AAU, Akpol dan perwakilan Mahasiswa UMM, Untidar, UGM, UPN, Unnes, Undip beserta UKSW, sehingga jumlah keseluruhan peserta Seminar Nasinal berjumlah 375 orang. Selasa (18/06/2019)
Pada kesempatan tersebut Gubernur Akademi Militer menyampaikan, bahwa sebagai Center of Excellence berdasarkan tugas pokok dan visi Akademi Militer dengan tugas pokok untuk membentuk serta mempersiapkan para Taruna/Taruni agar menjadi Perwira TNI AD yang berkarakter, berwawasan kebangsaan, profesional dan dicintai rakyat. Atas dasar wacana tersebut, maka Akademi Militer melalui Departemen Sosial Akademi Militer, bekerja sama dengan beberapa Perguruan Tinggi, baik negeri maupun swasta di wilayah Jateng dan DIY bersama-sama mempunyai kepentingan terhadap dunia pendidikan, memprakarsai serta menyelenggarakan acara Seminar Nasional tahun 2019 kali ini.
Adapun sudut pandang menurut Prof Josaphat Tetuko Sri Sumantyo, Ph.D. dengan judul “Penguatan Pendidikan Dasar Sistem Pertahanan Di Era Revolusi Industri 4.0 Dan Society 5.0”, sementara Brigjen TNI DR. Budi Pramono, S.IP., M.M. memberikan pandangan dengan Judul “Paradigma Baru Keamanan Nasional dan Tantangan Mewujudkan Sistem Pertahanan Negara”,dan Prof. Slamet PH, MA, MEd, MA, MLHR, Ph.D., mengambil Judul “Pendidikan Akademi TNI di Era Revolusi Teknologi”.
Pada seminar nasional tersebut terdapat tiga harapan yang dapat disimpulkan dari penyampaian materi oleh para narasumber, sebagai berikut :
1) Prof. Josaphat Tetuko Sri Sumantyo, Ph.D hanya satu harus mengembangkan sesuatu budaya yang memiliki ciri khusus yang tidak dimiliki dunia luar sehingga dapat menjadi the _only one_di dunia global, atau dengan berbuat membantu orang lain untuk menemukan sesuatu yang baru dan dilakukan dalam setiap hari.
2) Brigjen TNI DR. Budi Pramono, S.IP., M.M menyatakan ketahui dirimu, baca kemampuan dirimu dan baca kekuatan musuh sehingga memenangkan pertempuran tanpa korban dapat diaplikasikan baca envoironmentmu di hadapanmu, tentukan strategimu untuk menyikapi lingkungan yang ada, baca buku perang _clausewit , jika berkemampuan yang cukup saja harus ada sesuatu yang lebih dari yang lain, tantangan ke depan lebih berat, dalam setiap kegiatan jangan lupa berdoa karena doa memiliki kekuatan besar yang dapat membantu dalam setiap pengambilan keputusan.
3) Prof. Slamet PH, MA., M.Ed., MA., MLHR., Ph.D .menyampaikan jadi tentara yang realistik hebat, modern, logik.
Lemdik jangan menutup diri dari dunia luar, untuk mengembangkan kapabilitas dengan berusaha mendapatkan beragam informasi baik melalui Teknologi Informasi yang ada maupun buku yang terliterasi.
AUTENTIKASI
PENHUMAS AKMIL
by Penhumas Akmil | Jun 18, 2019 | Berita
Akmil, Gubernur Akademi Militer Mayjen TNI Dudung Abdurachman hari Sabtu 14 Juni 2019 menerima laporan kesiapan Latihan Widya Yudha Taruna/Taruni Akmil di Lapangan Pancasila Akademi Militer. Dalam acara tersebut dihadiri oleh Pejabat Distribusi Akmil, para Perwira, Pengasuh, Pelatih dan Pendukung latihan. Latihan kali ini, diikuti oleh 778 orang Taruna/Taruni, yang terdiri dari 294 orang Taruna/Taruni tingkat I, 233 orang Taruna/Taruni tingkat II dan 251 orang Taruna/Taruni tingkat III, yang dilaksanakan selama satu minggu, mulai tanggal 15 s.d 20 Juni 2019 di daerah Wonosobo Jawa Tengah. Senin(17/06/2019)
Latihan Widya Yudha merupakan bagian dari program latihan berjenjang yang bertujuan untuk memberikan bekal kepada Taruna/Taruni Akmil dalam mengaplikasikan kemampuan teknik dan taktik bertempur tingkat Regu dan Peleton dalam hubungan Kompi dan Batalyon. Latihan ini merupakan rangkuman dari keseluruhan materi latihan yang telah diberikan selama kurun waktu sebelumnya. Latihan ini juga bertujuan untuk menguji kemampuan pengetahuan Taruna/Taruni Akmil dalam mengaplikasikan materi pelajaran taktik serta kepemimpinan lapangan pada strata satuan tingkat Regu sampai Peleton dalam hubungan Kompi dan Batalyon dihadapkan pada situasi taktis di lapangan.
Selain itu, latihan ini juga menuntut kemampuan Taruna/Taruni dalam memahami dan menerapkan Hukum Humaniter dan HAM sebagai bekal berharga dalam pelaksanaan tugas kelak sebagai Danton atau setingkat. Untuk itu, para Taruna/Taruni diminta untuk selalu memelihara dan mengembangkan realisme latihan, agar para Taruna/Taruni dapat merasakan situasi dan kondisi latihan ini sama dengan situasi dan kondisi di medan operasi yang sesungguhnya. Dengan demikian, latihan ini menuntut kemampuan para Taruna/Taruni , baik secara fisik, mental, maupun olah keprajuritan secara optimal, karena Latihan Widya Yudha ini merupakan latihan puncak bagi Taruna tingkat III Akademi Militer.
Dalam amanatnya Gubenur Akademi Militer Mayjen TNI Dudung Abdurachman mengingatkan bahwa meskipun, latihan Widya Yudha kali ini bersifat “satu pihak dikendalikan”, namun komunikasi dan koordinasi secara terpadu sesuai dengan fungsi dan tanggung jawabnya masing-masing, merupakan kewajiban bagi para pelatih dan pendukung latihan untuk selalu melakukannya secara konsisten dan hirarki.
Demi keberhasilan Latihan Widya Yudha kali ini, Gubernur Akmil menyampaikan beberapa hal kepada para Taruna/Taruni untuk dipedomani dan dilaksanakan :
Pertama, awali setiap kegiatan dengan selalu berdoa kepada Allah SWT Tuhan Yang Maha Esa sebagai landasan moral dan spiritual, agar mendapat perlindungan-Nya dalam melaksanakan setiap materi latihan.
Kedua, agar para Taruna/Taruni Akmil melaksanakan latihan ini dengan penuh kesungguhan dan semangat yang tinggi, sehingga dapat mengatasi segala hambatan di medan latihan dan pada saatnya akan menjadi bekal pengalaman yang berharga bagi kalian dalam pelaksanaan tugas kelak sebagai seorang Komandan Peleton atau yang setingkat.
Ketiga, para peserta Latihan Widya Yudha supaya menjaga dan memperhatikan faktor keamanan selama melaksanakan latihan, mengingat medan latihan yang akan dihadapi cukup bervariatif.
2
Keempat, jaga nama baik Akademi Militer di tengah-tengah masyarakat, dengan selalu menampilkan sikap, perilaku dan tutur kata sebagai seorang Taruna/Taruni yang dapat dibanggakan.
Kelima, pelihara kondisi fisik dan kesehatan dengan sebaik-baiknya, agar kalian dapat mengikuti latihan ini secara utuh dan optimal.
Keenam, tumbuh kembangkan rasa kebersamaan dan solidaritas diantara kalian, agar dapat terpelihara moril yang tinggi selama mengikuti latihan.
Masih dalam amanatnya, Gubernur Akmil menekankan kepada Danmentar Akmil dan para Pelatih, agar memelihara dan mengembangkan realisme latihan, dengan selalu mengutamakan koordinasi dan pengawasan, serta faktor keamanan dalam setiap tahap kegiatan, sehingga latihan ini benar-benar dapat meningkatkan kualitas para Taruna/Taruni dibidang olah keprajuritan. Pedomani evaluasi latihan tahun sebelumnya untuk menyempurnakan pelaksanaan latihan Widya Yudha tahun ini.
AUTENTIKASI
PENHUMAS AKMIL