Select Page

GSCL Akmil melaksanakan Kirab di alun-alun Purworejo

Akademi Militer – Dalam memperingati Hari Jadi ke-188 Tahun Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, yang jatuh pada tanggal 27 Februari 2019, pada hari Sabtu 2 Maret 2019, di gelar Parade Budaya pawai Iring iringan/ kirab di Alun-alun Purworejo, Jawa Tengah, dengan jarak tempuh kirap 3,5 Km. Di awali dengan Tampilnya GSCL (Genderang Suling Cangka Lokananta) dari Akademi Militer Magelang. Dengan Komandan Kontingennya Danyontar Madya Letkol Inf Beni Wahyudi. Acara tersebut di mulai pukul 14.00 sampai dengan 17.00 dengan Jumlah Taruna 168 (9 Taruni, 159 Taruna) sebagai Penata Rama Sermadatar Dino. Sabtu (02/03/19).
 
Acara ini di Hadiri Bupati Purworejo Bp H Agus Bastian S.E. M.M., Ketua DPRD Purworejo Bp Ir Luhur Pambudi,Wakil Bupati Purworejo Ibu Yuli Astuti S.H. Dandim Purworejo Letkol Inf Gasim S.H. M.Si, Kapolres Purworejo Drs Said Ramadan.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Purworejo, Agung Wibowo, AP, menjelaskan Ada 3 agenda utama yang telah berlangsung Parwisata dan Kebudayaan Kabupaten Purworejo. Kegiatan tersebut akan di helat pada Februari hingga Maret 2019 mendatang.
“Ketiga agenda utama tersebut bisa dinikmati oleh warga masyarakat Purworejo . Akan tetapi ada beberapa prosesi lain sebelum acara dilaksanakan yakni ziarah ke Makam RAA Cokronegoro I di Bulus, Kecamatan Gebang dan beberapa kegiatan pendukung lainnya”, ungkapnya.
Agenda diawali dengan kegiatan Jumenengan RAA Cokronegoro I sebagai Bupati Purworejo pertama. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada tanggal 27 Februari 2019 malam. Dilanjutkan dengan Sendratari jumenengan.
“Acara jumenengan yang sebelumnya di gelar di Pendopo Kabupaten Purworejo. Pada acara kali ini pindah lokasinya, ke Jalan Setyabudi. Hal itu dilakukan agar warga masyarakat bisa lebih leluasa dalam menikmati sajian tersebut,” jelas Agung menandaskan.
“Untuk agenda kedua kata Agung ,merupakan Parade Budaya, menurunkan grup Marching Band GSCL (Genderang Suling Cangka Lokananta) Akademi Militer ( AKMIL) Magelang yang digelar tanggal Sabtu 2 Maret 2019. Acara dilanjutkan dengan Parade Kereta Kencana, yang antara lain akan menurunkan Kereta Kencana, yang ada di Pendopo Rumah Dinas Bupati Purworejo serta meminjam Kereta Kencana dari Yogyakarta,” Ungkap Kadisparta Purworejo
“Dalam Agenda Parade Budaya tentunya banyak mengundang perhatian warga masyarakat Purworejo, untuk menyaksikan kegiatan yang melibatkan seluruh Kepala Organisasi Perangkat Daerah yang ada di Jajaran Pemerintah Kabupaten Purworejo. Untuk kepala dinas naik dokar, sedangkan camat menunggang kuda sebagai manggalayuda yang akan memimpin satu bregodo pasukan pengiring ” ujarnya.
Untuk agenda yang ketiga akan digelar pada tanggal Minggu 3 Maret 2019. Dengan kegiatan jalan sehat, yang diikuti oleh seluruh lapisan masyarakat Kabupaten Purworejo. Kegiatan itu merupakan puncak acara, peringatan Hari Jadi Kabupaten Purworejo.” Kami berharap acara tersebut akan berjalan dengan sukses, pungkasnya.

AUTENTIKASI

PENHUMAS AKMIL

Kepala BNPB Keynote Speaker pada Seminar Prodi Manajemen Pertahanan Akademi Militer

Akademi Militer – Kepala BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana) Letnan Jenderal TNI Doni Monardo menjadi Keynote Speaker pada Seminar Prodi (Program Studi) Manajemen Pertahanan yang digelar di Gedung Lilly Rochli Akademi Militer. Seminar yang mengambil tema “The Sinergy of The Nations Component in Dealing With Indonesia Which is Prone to Disaster” atau “Sinergitas Komponen Bangsa Dalam Menghadapi Indonesia Yang Rawan Bencana” tersebut dihadiri oleh Gubernur Akmil dan para Pejabat Distribusi Akmil. Peserta Seminar terdiri dari Mahasiswa dari wilayah Perguruan Tinggi-Perguruan Tinggi Wilayah Yogyakarta dan Magelang, Taruna dan Taruni Akmil dan Akpol. Rabu (27/0219).
 
Sebelum acara seminar dimulai, Gubernur Akmil, Mayor Jenderal TNI Dudung Abdurachman menyampaikan dalam sambutannya bahwa Dalam Undang-Undang nomor 27 tahun 2007 tentang penanggulangan bencana,dijelaskan bahwa wilayah Negara   Kesatuan   Republik Indonesia memiliki kondisi geografis,biologis, hidrologis, dan demografis yang memungkinkan terjadinya bencana, baik yang di sebabkan oleh faktor alam, faktor non alam, maupun faktor manusia yang menyebabkan timbulnya korban jiwa manusia, kerusakan lingkungan, kerugian harta benda, dan dampak psikologis yang dalam keadaan tertentu dapat menghambat pembangunan nasional. Atas dasar kondisi tersebut, maka Prodi Manajemen Akademi Militer, memprakarsai acara Seminar Prodi Manajemen Pertahanan Akademi Militer.
 
Pada seminar tersebut, menghadirkan tiga narasumber, yaitu narasumber pertama Prof. Samsul Ma’arif (Guru Besar Unhan Jakarta) yang juga merupakan mantan Gubernur Akmil ke-22 tahun 1999 s,d, 2000 dengan topik “Penanggulangan Bencana Alam di Indonesia Secara Perspektif Empiris”. Narasumber kedua Dr. rer.nat. Djati Mardiatno, M.Si (Kepala Pusat Studi Bencana Alam UGM) dengan topik “Penanggulangan Bencana Secara Perspektif Keilmuan” dan sebagai Narasumber ketiga Danang Sumsu Rizal, S.T. (BPBD Provinsi DIY) dengan topik “Penanggulangan Bencana Alam di Indonesia secara Perspektif Institusi” dimoderatori oleh Kurnia Sapta Wulan, S.Sos., M.M., dari Jogja TV.
 
Sebelum mengakhiri penyampaian topik seminar, Kepala BNPB menyampaikan kalimat indah dan menyentuh untuk peserta seminar “Air adalah sumber kehidupan, Sungai adalah peradaban sebuah bangsa. Apakah kita pantas dianggap bangsa yang beradb bila mata air dirusak dan sungai dicemari” . Guna menindaklanjutinya,  Ka BNPB mengajak  kepada segenap komponen bangsa untuk “Melindungi Air, Agar Kelak Berurai Air di Sekitar Kita”.
 

AUTENTIKASI

PENHUMAS AKMIL

Taruna Akademi Militer Mendapat Kuliah Umum dari Danjen Akademi TNI Laksdya TNI Aan Kurnia, S.Sos

Akademi Militer – Gubernur Akmil, Mayor Jenderal TNI Dudung Abdurachman mendampingi Danjen Akademi  TNI Laksdya TNI Aan Kurnia, S.Sos  saat memberikan Kuliah Umum tentang ” Taruna Akademi TNI Kader Pemimpin Bangsa dan Tantangannya”.  kepada Taruna Akademi Militer tanggal 26 Februari 2019, di Gedung Moh Lily Rochli Akmil Magelang yang di hadiri oleh Wakil Gubernur Akmil Brigjen TNI Wirana Budi Prasetya, Distribusi Akmil, para pengasuh Resimen dan Taruna Akmil sebanyak 740 orang Taruna dan 58 orang Taruni Tingkat I, II dan III. Selasa (26/02/19).
 
Dalam kesempatan ini Gubernur Akmil menyampaikan kepada para  Taruna dan Taruni peserta kuliah umum, mengingat pentingnya materi kuliah umum pada hari ini, kaitannya dengan dinamika, tantangan dan prospek Para Taruna dan  Taruni ke depan, Gubernur Akmil meminta untuk mengikuti ceramah ini dengan sungguh-sungguh.
 
Pada pembekalan Kuliah Umum Danjen Akademi  TNI Laksdya TNI Aan Kurnia, S.Sos Beliau menyampaikan bahwa Perwira TNI di takdirkan untuk memimpin, oleh sebab itu Taruna dan Taruni – calon perwira TNI haruslah belajar memimpin, semua dimulai dari diri sendiri.”Jadilah pemimpin yang selalu bisa menjadi pendengar, merasakan derita orang lain (anak buah) mengenali lingkungan, orang lain, diri sendiri.
 
Pada kesempatan yang lain Danjen Akademi  TNI Laksdya TNI memberikan penekanan kepada para Taruna dan Taruni untuk :
Pertama  :     Taruna dan Taruni harus menyiapkan diri untuk menjadi perwira yang                              beritegritas , berpengetahuan dan trampil dalam tugasnya.
Kedua      :    Selama menjalani agar menanamkan nilai-nilai moralitas untuk mengubah                     perilaku menjadi lebih baik,
Ketiga      :     Akan percuma dilakukan modernisasi kalau SDMnya tidak di modernisasi,                       cara berfikir dan prilakunya sesuai dengan tuntutan perubahan.
Keempat  :    Ini sangat penting. Leadirship dan kemampuan manajerial para senior                              yang amanha dan bisa memberi teladan kepada yunior adik adiknya.
Kelima     :     Sebaik dan sepandai apapun yunior, tetapi kalau seniornya tidak beres                            maka kebaikan yunior itu akan terkooptasi/ percuma oleh buruknya
Leadirship     seorang senior.
 
Dibagian akhir kuliah umumnya Danjen Akademi TNI memberikan motivasi kepada Taruna dan Taruni bahwa” Kalian akan menjadi pemimpin pada setiap levelnya”. untuk itu siapkan dari sekarang.
 
 

AUTENTIKASI

PENHUMAS AKMIL

Kegiatan Wisata Sejarah, Mengenang 70 Tahun Pertempuran Plataran

Akademi Militer – Gubernur Akmil, Mayor Jenderal TNI Dudung Abdurachman bertindak selaku inspektur upacara, Mengenang para pahlawan pada pertempuran 24 Februari 1948 di Monumen Perjuangan Taruna, Plataran Kabupaten Sleman, Provinsi DIY pada hari Minggu tanggal 24 Februari 2019. Pkl 09.00 wib sampai selesai, hadir Letjen (Purn) Sajidiman Surjohadiprodjo, Sekda DIY, Danrem Jogja, Pejabat TNI Polri Perwakilan Taruna/I  di ikuti 232 Taruna/i Akmil ( Gscl 172 , Pasukan Napak Tilas 10, 2 Ton Upacara (50)) Minggu (24/02/19)
Dalam sambutan Gubernur Akmil menyampaikan 70 tahun yang lalu, tepatnya Pada tanggal 24 Februari 1949, telah terjadi peristiwa heroik, yaitu Belanda menyerang Dusun Plataran tempat kita berdiri saat ini. Pasukan TNI  didukung rakyat menerima tekanan yang luar biasa dari dua arah, depan dan belakang. Pertempuran tersebut mengakibatkan delapan pejuang Indonesia gugur. Lima di antara mereka merupakan Cadet (Taruna), dua Perwira Instruktur termasuk Letda Utoyo dan anggota Tentara Pelajar. Dari Peristiwa heroik tersebut, Gubernur Akmil mengajak kepada generasi muda saat ini untuk kembali melanjutkan semangat perjuangan, rela berkorban jiwa raga dari para pahlawan tersebut demi tegaknya NKRI, dengan kegiatan positif guna mengisi kemerdekaan. Mari kita ingat selalu kutipan dari  tokoh pendiri NKRI, bahwa “Bangsa yang Besar adalah Bangsa yang Menghargai Jasa Pahlawannya”.
Rangkaian peringatan 70 tahun Pertempuran Plataran (1948-2019) yang dimulai Sabtu (23/2), diawali dengan kunjungan Ikatan Keluarga Akademi Militer (IKAM) Yogyakarta ke Akademi Militer Magelang. Pada kesempatan ini Letjen (Purn) Sajidiman Surjohadiprodjo, alumnus Akademi Militer Yogya 1948 memberikan ceramah kepada para taruna di Gedung Lily Rochly Akmil Magelang.
Dalam ceramahnya Sajidiman menekankan peringatan Pertempuran Pelataran ini untuk mengingatkan anak bangsa, khususnya kaum muda bahwa NKRI memerlukan pengabdian warga negara, khususnya para pemuda untuk menjaga kedaulatan dan kemerdekaan bangsanya. “NKRI akan terjaga masa depannya jika kaum muda mau peduli akan bangsanya, “ujar Sajidiman
Usai pemberian ceramah oleh Letjen (purn) Sajidiman, kemudian dilanjutkan penyerahan foto taruna MA Yogya yang gugur saat Perang Kemerdekaan. Selain itu juga kunjungan dilakukan ke laboratorium-laboratorium di Akmil Magelang yang mengabadikan nama-nama Taruna MA Yogya yang telah gugur. Kunjungan kemudian dilanjutkan ke Monumen Yudha Bhakti Taruna dan berakhir di Museum Taruna Abdoel Djalil.
Sebelumnya, para Taruna Akmil mengikuti pawai bersama masyarakat Plataran. Genderang Suling “CANKA LOKANANTA” Taruna Akmil juga tampil memeriahkan acara pawai rakyat ini.
 

AUTENTIKASI

PENHUMAS AKMIL

TARUNA AKMIL AMBIL BAGIAN PADA EVEN INDONESIA INTERNATIONAL EDUCATION & TRAINING EXPO 2019 DI JAKARTA CONVENTION CENTER (JCC)

Jakarta – Pada even Pameran Pendidikan ke-28 Indonesia International Education & Training Expo 2019 tanggal 14 s.d. 17 Februari 2019 bertempat di Jakarta Convention Center (JCC) ini, Taruna Akmil turut ambil bagian bergabung dengan stand TNI Angkatan Darat. Jumat (15/2/2019).
Tim Akmil yang dipimpin langsung oleh Kapenhumas Akmil Letkol Inf M. Zulnalendra Utama tersebut, terdiri dari para Taruna tingkat III dan Tingkat II serta  didukung oleh Perwira Pendamping dan beberapa personel pendukung pameran.
Pada hari pertama, stand dari jajaran Pertahanan dan Keamanan, khususnya stand Angkatan Darat yang didalamnya termasuk para Taruna Akmil sudah mulai dibanjiri pengunjung, setelah tercatat lebih dari seribu seratus pengunjung. Pada hari kedua hingga pukul 11.00 WIB, pengunjung semakin bertambah jumlahnya tercatat diatas kisaran angka 650 an pengunjung yang menyambangi stand dari jajaran pertahanan dan keamanan. Mereka yang datang didominasi dari kalangan pelajar, baik SMU/SMK, dari kalangan mahasiswa maupun akademisi, seperti dosen dan guru.
Puluhan hingga ratusan pelajar terlihat dengan penuh antusias dan seksama mengikuti dan memperhatikan apa yang dijelaskan oleh para Taruna Akmil sebagai Tim pemandu. Mereka bertanya bagaimana tata cara masuk menjadi Taruna Akmil dan persiapan apa saja yang harus disiapkan mulai dari saat sekarang. Tidak ketinggalan mereka juga melihat-lihat foto-foto kegiatan Taruna Akmil, dan menyempatkan untuk berfoto selfie dengan para Taruna Akmil.
Seperti Ertrio dan Isnanto, dua pelajar kelas 12 dari SMAN 67 Jakarta, mengaku gembira dan terbantu dengan adanya stand TNI AD yang menyajikan berbagai informasi gambaran tentang pendidikan militer di Pameran Pendidikan ini. Mereka ingin masuk menjadi Prajurit TNI dan akan menghadapi tes rekruitmen prajurit tahun depan. Mereka ingin tahu cara dan hitungan pull up yang benar, cara untuk meningkatkan kemampuan fisik, tentang tes psikologi, tes buta warna dan lain-lain.
Tak melulu kaum adam yang mengunjungi stand ini, Stevi Manam, pelajar perempuan asal Jayapura yang bersekolah di SMA Adria Pratama Mulya, mengatakan bahwa motivasinya mengunjungi stand TNI AD dan Akmil adalah untuk mewujudkan cita-citanya menjadi Kowad. “Saya dan teman-teman ingin tahu tentang dunia militer, dan saya dapat banyak ilmu baru dari bapak dan ibu tentara serta mas Taruna. Salah satunya, saya jadi paham bahwa menjadi prajurit, dibutuhkan fisik yang kuat dan prima, lalu otak juga harus cerdas. Harus seimbang lah pokoknya,” terangnya ceria.
Cerita ketiga pelajar ini seakan mewakili isi hati ratusan pelajar lain yang memenuhi stand pameran TNI AD dan Akmil. Yang menarik, ketiganya juga mengungkap kekaguman terhadap para pemandu stand TNI AD.
Mereka merasa puas dengan pelayanan dari para pemandu yang selalu memberikan informasi tentang rekruitmen dan mekanisme masuk menjadi calon anggota prajurit TNI AD secara lengkap. Harapan mereka agar stand TNI AD, khususnya Akmil selalu hadir dalam pameran pendidikan semacam ini. “Peminat yang mau masuk TNI sangat banyak, jadi stand TNI harus ada terus tiap tahunnya, itu harapan kami,” tutup Isnanto.

AUTENTIKASI

PENHUMAS AKMIL