Select Page

Taruna Akmil ikuti Pendidikan Kecabangan Perwira

 
Taruna Akmil ikuti Pendidikan Kecabangan Perwira

Lembah Tidar (Jumat, 2-8-19).  Memasuki awal semester VII, sesuai dengan program pendidikan bagi Taruna/Taruni Tingkat IV/Wreda  Akademi Militer,  sejumlah 254 Taruna akan melaksanakan Pendidikan Kecabangan Perwira yang akan diselenggarakan di Pusat Pendidikan Jajaran Kodiklat TNI AD dan di Pusdik Penerbad yang akan berlangsung mulai tanggal 6 Agustus 2019 sampai dengan  23 Desember 2019, di Lapangan Resimen Taruna Akmil Magelang pukul 14.00. Direktur Pembinaan Pendidikan  Kolonel Inf Agung Pambudi mewakili Gubernur Akmil bertindak selaku Inspektur Upacara pada Laporan Kesiapan Pendidikan Kecabangan Perwira bagi Taruna/Taruni Akademi Militer tingkat IV TP 2019/2020 tersebut dihadiri oleh para pejabat Distrbusi  Akademi Militer, pelatih Taruna/Taruni  dan pendamping latihan.

Adapun tujuan dari Pendidikan Kecabangan Perwira adalah untuk memberikan dasar kemampuan kecabangan bagi para Taruna/Taruni Calon Perwira Remaja  TNI AD, agar memiliki  sikap  dan  perilaku  sebagai  calon prajurit yang berjiwa Sapta Marga dan Sumpah Prajurit, memiliki pengetahuan dan keterampilan dasar sesuai kecabangan masing-masing.

Gubernur Akmil pada kesempatan tersebut mengatakan dalam amanatnya yang dibacakan Dirbindik Akmil Kolonel Inf Agung Pambudi, bahwa tugas-tugas TNI AD di masa yang akan datang tidak semakin ringan, seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan informasi yang ditandai dengan perubahan-perubahan yang sulit diprediksi. Menyikapi hal tersebut, TNI AD telah melakukan beberapa perubahan-perubahan yang menyangkut gelar kekuatan TNI AD dan juga gelar kemampuan yang bersinggungan langsung dengan kecabangan-kecabangan yang ada di jajaran TNI AD.

Demi keberhasilan pelaksanaan Pendidikan Kecabangan Perwira, Gubernur Akmil melalui amanatnya menekankan kepada para  Taruna, sebagai berikut :

Pertama,  awali setiap kegiatan dengan selalu berdoa kepada Allah SWT Tuhan Yang Maha Esa agar mendapat perlindungan-Nya.

Kedua,  utamakan faktor keamanan dan keselamatan dalam setiap tahap kegiatan dengan mentaati dan mempedomani segala instruksi serta perintah para pelatih dan pengasuh kalian.

Ketiga,  serap semua materi pengetahuan dan pengalaman agar nantinya dapat dijadikan bekal dalam pelaksanaan tugas sebagai Perwira.

Keempat, pandai-pandailah menempatkan dan membawa diri sebagai Taruna/Taruni Tingkat IV/Wreda dengan cara tidak membuat pelanggaran sekecil apapun, karena kalian akan melaksanakan kegiatan di luar Kesatrian Akademi Militer. Tunjukkan bahwa kalian memang pantas menjadi tauladan bagi peserta didik lainnya yang berasal dari sumber Pa PK dan Secapa.

OUTENTIKASI

PENHUMAS AKMIL

GUBERNUR AKMIL BERI PEMBEKALAN TARUNA AKMIL

Akmil – Gubernur Akademi Militer Mayor Jenderal TNI Dudung Abdurachman memberikan  pembekalan kepada seluruh Taruna Akmil tingkat II, III, IV yang tidak berdinas khusus jumlah Taruna yang hadir 772, Tingkat II Batalyon Dewasa 292, tingkat III Batalyon Madya 226, tingkat IV Batalyon wreda  254 yang di laksanakan di Gedung A.H.  Nasution Akademi Militer. Kegiatan Pembekalan tersebut dihadiri para pejabat Distribusi A dan B Akmil dan pengasuh Taruna. Pelaksanaan pembekalan ini berlangsung mulai 13.30 s.d. 15.00  WIB dilaksanakan pada hari Kamis tanggal 1 Agustus 2019.

Dalam Kesempatan tersebut, Gubernur Akademi Militer Mayor Jenderal TNI Dudung Abdurachman, memberikan Penekanan kepada Taruna/Taruni agar berani bertanggung jawab dalam setiap perilaku untuk tujuan kedinasan dan arah untuk tujuan kebaikan, dengan tetap memegang aturan sesuai dengan Perduptar (Peraturan Kehidupan Taruna) dan Perkustar (Peraturan Khusus Taruna).

Gubernur Akademi Militer juga menekankan pentingnya hubungan senior dan yunior diantara para Taruna. Dalam hubungan tersebut Taruna senior harus dapat menjadi teladan bagi Taruna yunior baik dalam sikap, tindakan maupun perilaku. Adakan pembinaan terhadap yunior secara dewasa. Dilarang untuk memperlakukan Taruna yunior secara tidak manusiawi, bimbing para Taruna yunior secara hierarkhi, hindarkan hukuman yang bersifat kontak fisik secara langsung.  Gubenur Akmil meminta agar  kehidupan Korps Taruna dapat tercipta kehidupan yang harmonis, kondusif  dan jiwa korsa yang erat.

Taruna senior harus  berani melakukan perubahan sistem pengasuhan  kearah yang lebih baik dan modern. Tinggalkan cara-cara pengasuhan yang tidak baik dan tidak mendidik kearah  pembinaan yang mengutamakan kedewasaan “keras mendidik” dan profesional serta proporsional.

AUTENTIKASI 

PENHUMAS AKMIL

Wujudkan Mimpi orang Tua, Sermatutar Fajar dan Dewi Terbaik Akmil 2019

Magelang,tniad.mil.id,- Fajar Muhammad Al Farouk dan Dewi Okta Pusparini, menjadi lulusan terbaik Akademi Milter tahun 2019. Adimakayasa dan Anindya Wiratama disematkan kepada mereka yang secara seimbang menunjukkan prestasi terbaik di aspek akademis, jasmani, dan kepribadian.
Dengan tekad yang kuat, keduanya mampu mewujudkan impian orang tua. Seperti apa perjalanannya hingga menjadi lulusan terbaik?
Fajar yang merupakan pria kelahiran Bondowoso, 12 September 1996, anak ketiga dari enam bersaudara ini terlahir di lingkungan militer. Ayahnya Kasiyadi, seorang Mayor (Purn) dan ibunya bekerja sebagai guru Matematika di SMAN 6 Bondowoso.
Dikatakan Fajar, dirinya banyak terinspirasi dari kedua orang tuanya, meski dibesarkan di keluarga Militer, namun, tekadnya untuk menjadi yang terbaik dapat terwujud berkat bimbingan kedua orang tuanya.
“Yang paling memotivasi saya adalah orang tua, karena bapak saya saja, yang berkarier di militer dari tamtama, saat ini bisa sampai pangkat Mayor. Saya yang sudah start awal dari perwira, harusnya bisa jauh melampaui orang tua saya,’’ ujarnya.
Setelah mendapat kecabangan Penerbang di tingkat satu, dari situlah dirinya ingin membuat perubahan.
‘’Dengan Korps Penerbangan, saya ingin membuktikan, bahwa semua kecabangan mampu bersaing dan berbuat yang terbaik. Setiap tahapan pasti ada kendala, namun, bagaimana kita bisa memanfaatkan sebuah kendala itu menjadi peluang, dan setiap kendala, saya serahkan semuanya kepada yang Kuasa,’’ terangnya.
Ke depan, dengan menyandang penghargaan Adimakayasa, dirinya berharap menjadi perwira Penerbang yang dapat berkarier maksimal dan berprestasi.
Melalui saluran telephone, ayahanda Fajar, Mayor Inf (Purn) Kasiyadi mengatakan bahwa sebagai orang tua pasti akan melakukan yang terbaik untuk anak-anaknya.
“Alhamdulillah, Allah memberikan kemudahan. Dirinya mengakui bahwa Fajar merupakan anak yang baik, sebagai orang tua dirinya tidak pernah dibebani sesuatu yang menghambat.
‘”Selaku orang tua, kita hanya menghantarkan sesuai yang Fajar inginkan, dan alhamdulillah dia bisa lancar sampai akhir pendidikan,’’ tandasnya.
Sebagai orang tua, dirinya berharap,  satu satunya harapan kepada anak, jadi apapun mereka, tetap menjadi anak yang sholeh, berbakti kepada orang tua serta bangsa dan negara sesuai pilihan profesinya masing-masing.
Sementara itu, berbeda dengan Dewi Okta Pusparini, kelahiran Pati, 23 Oktober 1996, yang menghabiskan masa sekolahnya di Pati, Jawa Tengah. Ayahnya, Pariyo seorang PNS dan ibunya berprofesi sebagai ibu rumah tangga.
Dewi mengakui, setelah lulus SMA, dirinya sudah lulus seleksi SNMPTN UGM Fakultas Kedokteran Hewan, namun dirinya memiliki cita-cita yang lain, mendaftar ke AKMIL dan diterima.
Meski informasi pendidikan di AKMIL, sangat minim ia terima, namun dirinya banyak belajar dari informasi yang diterimanya dari internet.
Dirinya ingin membuktikan, meskipun bukan terdidik dari lingkungan militer, namun siapapun dapat berprestasi dan berbuat yang terbaik.
Orang tua Dewi, Pariyo mengatakan sebagai orang tua, dirinya sangat bersyukur kepada Allah swt, karena sampai saat ini, dirinya tidak menyangka dan mengira, puterinya dapat menyelesaikan pendidikan dan berhasil mendapatkan penghargaan ini.
“Anak saya selalu merendah, dirinya tidak pernah bilang kalau dirinya bisa meraih yang terbaik, saya tahu itu, agar kedua orang tuanya tidak berharap banyak,” ungkapnya.
“Semoga Dewi dapat melaksanakan tugas dengan baik. Yang terpenting, kedisiplinan dan kejujurannya,” pungkasnya (Dispenad).

KASAD JENDERAL TNI ANDIKA PERKASA PIMPIN LANGSUNG TUPDIK TARUNA TK IV AKMIL TAHUN 2019

AKADEMI MILITER (Senin, 8/7),- Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Andika Perkasa memimpin langsung pelaksanaan Upacara Penutupan Pendidikan bagi 259 orang Taruna/Taruni Akademi Militer Tingkat IV (Sermatutar) terdiri dari 244 orang Taruna dan 15 orang Taruni bertempat di Lapangan Pancasila Akademi Militer, tanggal 8 Juli 2019. Kegiatan tersebut dihadiri oleh para Asisten Kasad, para Pejabat Teritorial di lingkungan TNI AD, Gubernur Akmil Mayjen TNI Dudung Abdurachman, Wakil Gubernur Akmil Brigjen Wirana Prasetya Budi,  para Pejabat Distribusi Akmil dan para Pengasuh Taruna Akmil, serta pengurus Persit Kartika Chandra Kirana Cabang BS Akmil. Setelah Upacara Tupdik, di tempat yang sama dilanjutkan acara Wisuda Sarjana dan Sumpah Prajurit.
 
Pada upacara Penutupan Pendidikan tersebut, Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Andika Perkasa memberikan ucapan “Selamat kepada seluruh Taruna/Taruni Tingkat IV (Sermatutar) yang telah menyelesaikan pendidikan selama empat tahun di Akademi Militer dengan baik, serta berhak menyandang gelar Sarjana Terapan Pertahanan (S.Tr.Han). Secara khusus Kasad juga menyampaikan ucapan “Selamat kepada Taruna/Taruni lulusan terbaik yang mendapatkan penghargaan Medali dan Piagam Adhi Makayasa, atas nama Sermatutar Fajar Muhammad Al Farouk, S.Tr. (Han), sedangkan penghargaan Medali dan piagam Anindya Wiratama (Taruni terbaik) diraih oleh Sermatutar Dewi Okta Pusparini, S.Tr. (Han). Selain memperoleh kedua penghargaan tersebut, juga memperoleh Piagam Tri Pola Dasar (Ati Tanggap, Tanggon Kosala, dan Dhira Trengginas) dan  mendapatkan predikat Cumlaude. Kasad menjelaskan bahwa semua penghargaan tersebut adalah pengakuan atas kerja keras dan potensi diri yang telah ditunjukkan para Taruna selama pendidikan. Kasad juga berharap agar prestasi yang telah diraih ini dapat terus dikembangkan dalam karier sebagai perwira TNI AD nantinya.
Pada bagian lain sambutannya Jenderal berpostur tegap dan kekar ini meminta kepada seluruh Taruna, agar terus belajar dan berlatih, membentuk diri masing-masing menjadi perwira yang profesional dan pemimpin-pemimpin TNI AD yang dapat diandalkan, ahli dan pakar kemiliteran yang disegani, tidak hanya karena jago dalam hal teknis dan taktis, tapi juga karena sikap, kedewasaan berpikir, serta wawasan keilmuan yang luas.
Pada akhir sambutannya Kasad Jenderal TNI Andika Perkasa nya, mengucapkan “Selamat Bertugas” kepada para perwira muda TNI Angkatan Darat Tahun 2019.
AUTENTIKASI
PENHUMAS AKMIL

Ibu Hetty Andika Perkasa Dikukuhkan Menjadi ibu Upakarini Wira Taruna/ni

Magelang,tniad.mil.id,-  Ketua Umum Persit Kartika Chandra Kirana (KCK) Ny. Hetty Andika Perkasa dikukuhkan sebagai Ibu Upakarini Wira Taruna/Taruni dalam suatu acara pengukuhan yang dilaksanakan di Gedung Lilly Rochli Akademi Militer Magelang,
 
Hal tersebut disampaikan Kapenhumas Akmil Letkol Inf Zulnalendra Utama dalam press release tertulisnya di Magelang, Senin (8/7/2019).
 
Dikatakan Zulnalendra, Pengukuhan Ibu Upakarini Wira Taruna/Taruni merupakan suatu acara tradisi bagi Istri Kepala Staf Angkatan Darat dan sebagai Ketua Umum Persit Kartika Chandra Kirana yang baru sekaligus sebagai Ibu Asuh bagi Taruna/Taruni Akademi Militer.
 
“Ibu Upakarini Wira Taruna/Taruni sendiri mengandung arti ibu yang membina, mendidik, melindungi dan mendorong para calon Prajurit unggul yang gagah berani,” ujarnya.
“Prosesi diawali dengan pemberian karangan bunga, penyambutan dan pengalungan tanda kehormatan kepada  Ibu Upakarini Wira Taruna/Taruni oleh perwakilan Taruna/Taruni,” tandasnya.
Acara Pengukuhan dihadiri oleh Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Andika Perkasa, para Pejabat Teras Angkatan Darat, Pangdam IV/Diponegoro, Gubernur Akmil, Para Pejabat Distribusi Akmil, seluruh Perwira Akmil dan juga para Taruna/Taruni Akademi Militer.(Dispenad).

Kasad : Ingat Perjuangan Orang Tua, Berbuatlah Yang Terbaik

Magelang, tniad.mil.id,- Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) berharap agar para Taruna/Taruni Akmil yang akan dilantik menjadi Perwira, untuk selalu mengingat perjuangan orang tua dan berbuat yang terbaik.
Hal tersebut disampaikan Kadispenad, Brigjen TNI Candra Wijaya dalam press releasenya, Akmil, Magelang, Minggu, (7/7/2019).
Diungkapkan Kadispenad, pengarahan Kasad kepada Taruna/Taruni Tingkat IV dan para orang tua merupakan rangkaian kegiatan menjelang  pelantikan atau Prasetya Perwira (Praspa) para Taruna/Taruni menjadi Perwira.
“Ini rangkaian kegiatan sebelum para Taruna/Taruni Tingkat IV dilantik menjadi Perwira pada saat Praspa nanti,” ujar Candra.
“Rencana Praspa di Istana Negara oleh Presiden tanggal 16 Juli 2019,” imbuhnya singkat.
Dalam tatap muka tersebut, lanjut Candra,  Kasad mengingatkan kepada para Calon Perwira Remaja (Capaja) agar senantiasa mengingat perjuangan orang tuanya.
“Dengan mengingat perjuangan orang tuanya itu, para calon Capaja diharapkan selalu berbuat yang terbaik dalam mengabdikan dirinya kepada rakyat dan bangsa,” tegas Candra.
“Kasad sengaja menghadirkan semuanya, untuk membantu mengkomunikasikan hal-hal yang penting untuk diketahui oleh para calon Paja dan orang tua, terkait penugasan mereka nantinya,” tambah Candra.
Kasad ingin,  lanjut Candra, para Calon Paja ini, nantinya tetap menjaga komunikasi dengan orang tua.
“Kasad juga menyampaikan rasa bangga atas prestasi yang diraih para Taruna dan  Taruni Tingkat IV itu, sehingga beliau ingin mereka terus mempertahankan prestasi, dedikasi dan kinerjanya yang terbaik,” terang Candra.
Selain itu, kata Candra,  Kasad ingin para calon Paja untuk senantiasa menjaga diri dan kekuarga, karena keluarga juga merupakan yang utama.
“Demikian juga dengan Ketua Umum Persit Kartika Candra Kirana (Ketum Persit KCK), Ny Hetty Andika Perkasa, saat itu menyampaikan harapannya kepada calon Paja itu,” ungkap Candra.
“Selain berbuat yang terbaik, Ibu Ketua umum ingin supaya mereka lebih mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa , belajar menjadi pemimpin yang kuat, bijaksana, cerdas dalam berfikir serta dewasa dalam mengambil keputusan,” tambahnya.
Acara tatap muka para orang tua dan Taruna/Taruni dengan Kasad kali ini digelar dalam acara yang berbeda, dimana acara itu diawali dengan kreasi Resimen Korps Taruna  Akademi Militer, berupa kolone senapan yang di kolaborasikan  dengan Drumband kebanggaan Taruna/Taruni Akmil, Genderang Suling Canka Lokananta (GSCL).
“Rangkaian gerakan dari Genderang Suling Canka Lokananta (GSCL) dan kolone senapan menunjukkan kebersamaan, kekompakan, kedisiplinan dan ketangkasan serta kerjasama yang solid diantara Taruna/Taruni Junior dan Senior,” terang Candra.
“Rangkaian kegiatan itu, juga kemarin sengaja kita siarkan secara live di Instagram TNI AD (tni_angkatan_darat) agar keluarga atau yang lainnya turut mengetahui kegiatan disini,” tambahnya mengakhiri. (Dispenad).