Select Page

TARUNA/TARUNI TK IV AKMIL MENDAPAT PEMBEKALAN DARI WAASPERS KASAD

Lembah Tidar Magelang. Wakil  Asisten Personel (Waaspers) Kasad, Brigadir Jenderal TNI Agus Setiawan, S.E., memberikan ceramah pembekalan kepada 259 orang Taruna/Taruni Tingkat IV (Sermatutar) selaku Calon Perwira Remaja (Capaja) TNI AD Tahun 2019, terdiri dari : Taruna 244 orang  dan Taruni  15 orang Jumat (5/7). Ceramah pembekalan Waaspers Kasad dihadiri oleh Direktur Pembinaan  Pendidikan Akmil Kolonel Inf Agung Pambudi dan para Pejabat Distribusi Akmil di Gedung Sumartal Akademi Militer. Jum’at, (05/07/2019)
Wakil Asisten Personel (Waaspers) Kasad memberikan pembekalan kepada para Taruna/Taruni Tingkat IV (Sermatutar) selaku Calon Perwira Remaja (Capaja) yang sebentar lagi akan melaksanakan Penutupan Pendidikan (Tupdik), Wisuda Sarjana dan Sumpah Prajurit pada hari Senin, tanggal 8 Juli 2019 di Akademi Militer.  Kemudian akan mengikuti Prasetya Perwira pada hari Selasa, tanggal 16  Juli  2019 di Istana Negara Jakarta.
Ceramah pembekalan yang semula akan dilaksanakan oleh Aspers Kasad, Bapak Mayor Jenderal TNI Heri Wiranto, S.E., M.M., M.Tr. (Han), dikarenakan beliau sedang melaksanakan tugas yang tidak dapat ditinggalkan, yang akhirnya didelegasikan kepada   Wakil Aspers Kasad Bapak Brigadir Jenderal TNI Agus Setiawan, S.E. ini bertujuan untuk memberikan wawasan dan pengetahuan secara luas tentang berbagai hal yang berkembang saat ini, terutama tentang pokok-pokok kebijakan TNI AD bidang personel secara langsung dari sumbernya, guna mendukung pelaksanaan tugas di satuan jajaran TNI AD yang tersebar di seluruh pelosok Tanah Air.
Dalam ceramahnya Waaspers Kasad mengemukakan, bahwa dalam rangka menghadapi tuntutan perkembangan Teknologi Informasi dan ancaman para Taruna/Taruni harus mempunyai komitmen yang kuat untuk selalu solid, profesional, tangguh, modern, berwawasan kebangsaan dan dicintai oleh rakyat.
Waaspers Kasad juga memahami kembali makna kepemimpinan Panglima Bersar Jenderal Sudirman, bahwa “pemimpin yang hebat tumbuh bukan dari kekuasaan atau tindakan yang keras, melainkan menebarkan pikiran dan semangat yang mampu memberikan inspirasi pengikutnya”.
Pada akhir pembekalan, Waaspers Kasad memberikan kesempatan bertanya kepada para Taruna maupun Taruni untuk menanyakan hal-hal yang belum dimengerti, dan ditutup dengan ucapan selamat dan sukses kepada seluruh Taruna dan Taruni Tingkat IV (Capaja) 2019.

 AUTENTIKASI

PENHUMAS AKMIL

TARUNA/TARUNI TK IV AKMIL ADAKAN TRADISI “PESTA AIR” 2019

Lembah Tidar.   Akademi Militer menggelar acara tradisi korps Taruna berupa pesta air bagi Calon Perwira Remaja (Capaja) TNI AD tahun 2019, di Kolam Renang Pisangan Magelang,  pukul 14.00 sampai dengan 17.00 WIB. Acara yang dipimpin Gubernur Akademi Militer Mayor Jenderal TNI Dudung Abdurachman ini dihadiri para pejabat Distribusi Akademi Militer,  Pengurus Persit KCK Cabang BS Akmil, seluruh  Taruna/Taruni Akademi Militer, maupun undangan lainnya. Pesta air kali ini dapat disaksikan oleh masyarakat umum di sekitar Kolam Renang Pisangan. (Selasa, 2 Juli 2019)
Pada acara tradisi “Pesta Air”  tesebut diberikan kesempatan  kepada para Taruna/Taruni “Yunior” untuk  berbasah ria dengan para Taruna/Taruni seniornya. Dengan penuh keakraban para Taruna/Taruni senior dan yunior berbaur dalam pesta air sebagai simbol melebur segala salah dan kilaf di antara mereka. Tradisi pesta air seperti ini, secara rutin diadakan setiap tahun untuk menghantarkan  para Taruna Tingkat IV yang sebentar lagi akan memasuki  masa pengabdian yang sebenarnya sebagai para Calon Perwira  Remaja TNI AD.
Pada saat upacara dimulainya pesta air, Gubernur Akmil Mayor Jenderal TNI Dudung Abdurachman diantaranya mengatakan, air mempunyai fungsi dan manfaat serta karakteristik yang baik untuk digunakan dan dicontoh bagi kelangsungan kehidupan umat manusia. Air disamping merupakan sumber kehidupan, juga merupakan sarana untuk  membersihkan diri dari berbagai kotoran dan noda yang ada. “Selain itu, di dunia militer para ahli strategi mengungkapkan, bahwa strategi yang paling efektif dalam setiap pertempuran adalah strategi yang mencontoh sifat air, yakni cepat beradaptasi menyesuaikan diri dengan bentuk-bentuk medan yang  dihadapi,” terang Mayjen TNI Dudung Abdurachman.
Pada kesempatan yang sama Mayjen TNI Dudung menyampaikan, bahwa saat ini NKRI membutuhkan Perwira-perwira TNI yang tidak hanya profesional, tetapi juga memiliki jiwa kejuangan, berkarakter dan mempunyai moral yang baik, serta bersih dan jernih bagaikan air.
Gubernur Akmil juga berharap agar para Capaja bisa menjadi seorang perwira yang dapat melaksanakan tugas dengan baik, tidak menyimpang dari aturan hukum yang berlaku, serta senantiasa mengutamakan moral dengan dilandasi keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa, sehingga dapat dijadikan barometer dan tolok ukur serta dapat menjadi contoh dan panutan bagi anak buahnya di satuan serta masyarakat di lingkungan tempat bertugas.
 
AUTENTIKASI
PENHUMAS AKMIL

PEMBEKALAN DANJEN KOPASSUS KEPADA TARUNA/TARUNI TINGKAT IV SERMATUTAR SELAKU CALON PERWIRA REMAJA TNI AD

Akmil. Akademi Militer menerima kunjungan Bapak Mayor Jenderal TNI I Nyoman Cantiasa, S.E., M.Tr. (HAN) Jabatan Danjen Kopassus. Kunjangan tokoh senior TNI AD ini dalam rangka memberikan pembekalan kepada Taruna/Taruni  Akmil yang berjumlah  sejumlah 263 Taruna/Taruni Tingkat IV Sermatutar selaku Calon Perwira Remaja terdiri dari : Taruna 248 orang  dan Taruni  15 orang bertempat di  Sumartal Kesatrian Akademi Militer.  Hadir dalam acara tersebut Dirbinlitbang Akmil Kolonel Inf Terry Tresna Purnama, S.I.Kom. , Pejabat Distribusi Akademi Militer, Para Gumil dan Dosen serta Pengasuh Taruna Akmil.   Selasa (02/07/2019)
 
Gubenur Akademi Militer, Mayjen TNI Dudung Abdurachman dalam sambutannya yang di bacakan oleh Dirbinlitbang Akmil Kolonel Inf Terry Tresna Purnama, S.I.Kom. mengatakan, bahwa kunjungan Bapak Mayor Jenderal TNI I Nyoman Cantiasa, S.E., M.Tr. (HAN) / Danjen Kopassus kali ini memiliki nilai yang sangat strategis bagi Akademi Militer, khususnya bagi Taruna/Taruni sebagai generasi penerus Pimpinan TNI AD di masa mendatang. Selain hal tersebut,  kunjungan ini sangat bermanfaat bagi para Taruna/Taruni, karena mendapat kesempatan untuk bertemu, yang dilanjutkan kuliah umum secara langsung oleh Bapak Mayor Jenderal TNI I Nyoman Cantiasa, S.E., M.Tr. (HAN) Jabatan Danjen Kopassus. tentang “Kepemimpinan Lapangan serta Tugas dan Fungsi Kopassus” untuk   dijadikan  bekal, referensi dan pedoman dalam menghadapi berbagai permasalahan yang berhubungan dengan kepemimpinan lapangan di satuan tempat bertugas nantinya.
Para Taruna/Taruni Calon Perwira Remaja TNI AD Tahun 2019 tersebut, Insya Allah akan melaksanakan Penutupan    Pendidikan, Wisuda Sarjana dan Sumpah Prajurit pada hari Senin, Tanggal 8 Juli 2019 di Akmil Magelang.  Kemudian akan  mengikuti Prasetya Perwira pada hari Selasa, Tanggal 16  Juli  2019 di Istana Negara Jakarta. Tegas Gubernur Akmil.

AUTENTIKASI

PENHUMAS AKMIL

LETNAN JENDERAL TNI (PURN) SETYO SULARSO, LETNAN JENDERAL TNI (PURN) GEERHAN LANTARA DAN MAYOR JENDERAL TNI (PURN) IBNU DARMAWAN MEMBERIKAN PEMBEKALAN KEPADA TARUNA/TARUNI DI AKADEMI MILITER

Akmil. Akademi Militer menerima kunjungan Bapak Letnan Jenderal TNI (Purn) Setyo Sularso, Bapak Letnan Jenderal TNI (Purn) Geerhan Lantara dan Bapak Mayor Jenderal TNI (Purn) Ibnu Darmawan. Kunjangan ketiga tokoh senior TNI AD tersebut dalam rangka memberikan pembekalan kepada Taruna/Taruni  Akmil yang berjumlah  1.042 terdiri dari 971 Taruna dan 71 Taruni, bertempat di  Gedung Lilly Rochli Kesatrian Akademi Militer.  Hadir dalam acara tersebut Gubenur Akmil Mayjen TNI Dudung Abdurachman, Pejabat Distribusi Akademi Militer, Para Gumil dan Dosen serta Pengasuh Taruna Akmil.   Senin (1/07/2019)
 
Gubenur Akademi Militer, Mayjen TNI Dudung Abdurachman dalam sambutannya mengatakan, bahwa kunjungan Bapak Letnan Jenderal TNI (Purn) Setyo Sularso, Bapak Letnan Jenderal TNI (Purn) Geerhan Lantara dan Bapak Mayor Jenderal TNI (Purn) Ibnu Darmawan kali ini memiliki nilai yang sangat strategis, khususnya bagi Taruna/Taruni Akademi Militer sebagai generasi penerus Pimpinan TNI AD di masa mendatang. Selain hal tersebut,  kunjungan ketiga tokoh tersebut juga sangat bermanfaat bagi para Taruna/Taruni, karena mendapat kesempatan untuk bertemu, bertatap muka serta  mendapat ceramah pembekalan dari Bapak Letnan Jenderal TNI (Purn) Setyo Sularso, yang dilanjutkan kuliah umum secara langsung oleh Bapak Letnan Jenderal TNI (Purn) Geerhan Lantara kemudian disusul oleh Bapak Mayor Jenderal TNI (Purn) Ibnu Darmawan.
Dalam ceramah pembekalan kepada seluruh Taruna/Taruni Akmil Bapak Letnan Jenderal TNI (Purn) Setyo Sularso menyampaikan “Apapun bentuk dan macam latihannya serta alutsista yang kita beli tujuannya satu, yaitu untuk melumpuhkan musuh” dalam rangka mengemban amanah UU RI nomor 34 tahun 2004 pasal 7, menegakkan kedaulatan negara, mempertahankan keutuhan wilayah, melindungi segenap bangsa dan tumpah darah Indonesia, tidak ada pelanggaran HAM. Ini menyangkut  hidup matinya NKRI.
Sementara itu, pada session yang lain, Bapak Letnan Jenderal TNI (Purn) Geerhan Lantara menyampaikan, bahwa “Pemimpin adalah seseorang yang dipercaya karena keunggulan yang dimilikinya, sehingga mampu mempengaruhi orang lain atau kelompok untuk secara ikhlas melaksanakan  tugas dan pekerjaannya guna tercapainya tugas pokok”.
Disampaikan Juga Bapak Mayor Jenderal TNI (Purn) Ibnu Darmawan memberikan penekanan tentang “Sengketa perbatasan darat Indonesia-Malaysia, Indonesia-PNG, Indonesia Timor leste sampai saat ini masih bisa dikoordinasikan untuk diselesaikan dengan baik dan Indonesia tidak mengembangkan senjata nuklir.
AUTENTIKASI
PENHUMAS AKMIL

JENDERAL TNI (PURN) PROF. DR. A.M. HENDROPRIYONO, S.T., S.H., M.H. DAN PANGKOSTRAD MEMBERIKAN PEMBEKALAN KEPADA TARUNA/TARUNI DI AKADEMI MILITER

Akmil. Akademi Militer menerima kunjungan Bapak Jenderal TNI (Purn) Prof. Dr. A.M. Hendropriyono, S.T., S.H., M.H., dan Pangkostrad Letnan Jenderal TNI Besar Harto Karyawan, S.H., M.Tr (HAN). Kunjangan kedua tokoh senior di TNI AD tersebut dalam rangka pembekalan kepada Taruna/Taruni  Akmil yang berjumlah  1.042 terdiri dari 971 Taruna dan 71 Taruni, bertempat di  di Gedung Lily rochli Kesatrian Akademi.  Hadir dalam acara tersebut dihadiri oleh Gubenur Akmil Mayjen TNI Dudung Abdurachman, Wakil  Gubernur Akmil Brigjen TNI Wirana Prasetya Budi,  Pejabat Distribusi Akademi Militer, Para Gumil dan Dosen serta Pengasuh Taruna Akmil.   Jum’at, (28/06/2019)
Gubenur Akademi Militer, Mayjen TNI Dudung Abdurachman dalam sambutannya mengatakan, bahwa kunjungan Bapak Jenderal TNI (Purn) Prof. Dr. A.M. Hendropriyono, S.T., S.H., M.H., dan Pangkostrad Letnan Jenderal TNI Besar Harto Karyawan, S.H., M.Tr (HAN) kali ini memiliki nilai yang sangat strategis, khususnya bagi Taruna/ Taruni Akademi Militer sebagai generasi penerus Pimpinan TNI AD di masa mendatang. Selain hal tersebut  kunjungan kedua tokoh tersebut juga sangat bermanfaat bagi para Taruna/ Taruni, karena mendapat kesempatan untuk bertemu, bertatap muka serta  mendapat ceramah pembekalan  dari Pangkostrad Letnan Jenderal TNI Besar Harto Karyawan, S.H., M.Tr (HAN), yang dilanjutkan kuliah umum secara langsung oleh Bapak Jenderal TNI (Purn) Prof. Dr. A.M. Hendropriyono, S.T., S.H., M.H
Dalam ceramah pembekalan kepada seluruh Taruna/Taruni Akmil,  Pangkostrad banyak menekankan, kiat sukses dan keberhasilan seorang pemimpin  terletak pada, Niat, Sikap, Prilaku, Pancaran Mata, Komunikasi, Kesiapsiagaan, Daya Imajinasi, Keputusan dan Keyakinan.
Sementara itu, pada session kuliah umum yang disampaikan oleh  Jenderal TNI (Purn) Prof. Dr. A.M.  Hendropriyono, S.T., S.H., M.H. ditekankan sebagai berikut,  bahwa .” Pemimpin di lapangan jangan pernah menangis karena kepanikan serta dilanda kesedihan yang melampaui batas. Ia hanya dibolehkan bersedih bahkan menangis, apabila prajuritnya gugur sebagai pahlawan bangsa. Seorang pemimpin tidak boleh kecewa secara berkelanjutan karena hal itu kerap kali menghilangkan kesempatan untuk menang dalam pertempuran.”
Disampaikan pula oleh Jenderal TNI (Purn) Prof. Dr. A.M.  Hendropriyono, S.T., S.H., M.H bahwa pemimpin yang memiliki semangat berkobar-kobar akan dicontoh dan menjadi teladan bagi anak buahnya. Selain hal tersebut,  Jiwa yang berkobar-kobar juga sangat diperlukan untuk membangun daya gempur. Memastikan kemenangan setelah daya tembak dan daya gerak dilaksanakan. Artinya kemenangan pertempuran secara fisik dapat dicapai, karena kualitas daya gempur, Imbuhnya.
AUTENTIKASI
PENHUMAS AKMIL

AKADEMI MILITER MENGGELAR SEMINAR “DAMPAK MEDIA SOSIAL DARI PERSPEKTIF PENDIDIKAN DAN SOSIAL BUDAYA”

Akmil, Akademi Militer menggelar seminar dengan tema “Dampak Media Sosial Dari Perspekstif Pendidikan dan Sosial Budaya”, yang di Prakarsai oleh Sdirbinlitbang (Staf Direktur dan Pengembangan Akademi Militer), Kolonel Inf Terry Tresna Purnama S.I.Kom sebagai Direktur Pembinaan Lembaga Akmil, acara ini di gelar Gedung Sumartal  Hadir pada kegiatan ini Prof. Dr. Sutrisna Wibawa, M.Pd (Rektor UNY), sebagai narasumber pertama, Dr. Mega Hidayati, M.A. (Dosen Program S3 Ilmu Politik UMY), sebagai narasumber kedua, Ibu Helen Dian Fridayani, S.I.P., M.I.P., selaku Moderator, para pejabat Distribusi Akademi Militer, Dosen pendamping Mahasiswa/ Mahasiswi (berjumlah 30 orang Untid, UMM, UGM) serta Taruna/Taruni (Akmil 50 orang, Aau 5, Akpol 5 orang). Senin (24/06/2019).
Gubenur Akademi Militer, Mayjen TNI Dudung Abdurachman dalam sambutannya yang dibacakan oleh Dirbinlitbang Akmil Kolonel Inf Terry Tresna Purnama S.I.Kom mengatakan, Seminar ini merupakan salah satu wujud kerja sama antara Akademi Militer dengan beberapa Perguruan Tinggi baik negeri maupun swasta di Wilayah Jateng dan DIY sebagai implementasi dari Tri Darma Perguruan Tinggi.
Dalam kesempatan yang lain Gubernur menyampaikan, sesuai dengan tema seminar kita pada hari ini yaitu “Dampak Media Sosial dari Perspektif Pendidikan dan Sosial Budaya” . Media sosial telah menjadi bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan manusia. Keberadaan media sosial tentunya akan membawa berbagai bentuk dampak, baik sisi positif untuk kemajuan bangsa maupun pemberdayaan manusia dalam bidang pemerintahan, perdagangan, hiburan, maupun dunia pendidikan. Akan tetapi dunia Media Sosial  juga memiliki dampak negatif, seperti perubahan pola dan karakter masyarakat menjadi apatis (orang cenderung lebih mementingkan yang berada jauh di luar negeri lewat komunikasi “Whatsapp, twitter, instagram” dari pada kawan dekat maupun orang tuanya sendiri), budaya instan, mengarah kekerasan dalam menyelesaikan masalah,  individual,   rendahnya   moralitas serta turunnya nilai-nilai kebangsaan dan nasionalisme  yang   apabila   dibiarkan  akan sangat berbahaya terhadap keamanan nasional maupun keutuhan dan kedaulatan NKRI. Atas dasar tersebut, maka Akademi Militer melalui Sdirbinlitbang Akademi Militer bekerja sama dengan lembaga pendidikan tinggi yang sama-sama mempunyai kepentingan     terhadap    dunia   pendidikan.
Melalui kegiatan seminar ini, diharapkan akan diperoleh suatu pokok-pokok pemikiran yang dapat dijadikan sebagai bahan masukan dalam merumuskan konsep strategis dan komprehensif bangsa Indonesia guna mempersiapkan langkah langkah strategis mengantisipasi dampak negatif media sosial dari perspektif pendidikan dan sosial budaya.
Harapan Gubernur Akmil di akhir sambutannya,  semoga apa yang dikerjakan hari ini dapat memberi manfaat kepada masyarakat, bangsa dan negara tercinta di masa sekarang dan yang akan datang.
AUTENTIKASI
PENHUMAS AKMIL