Select Page

UJIAN PERWIRA FAKTOR PENENTU MENJADI SEORANG PERWIRA TNI AD


 
 
 
 
Magelang,akmil.ac.id
Pelaksanaan Ujian Perwira Taruna Akademi Militer Tingkat IV/Sermatutar (Sersan Mayor Satu Taruna) sejumlah 227 Taruna dengan materi Deptik (Departemen Taktik) bertempat di Lapangan Drillnis Gembung Akmil. Rabu (09/06/2021).
Sebagai Ketua penyelenggara Ujian Perwira Akademi Militer Kadeppengmilum Akmil Kolonel Inf Heri Susanto. Kegiatan ujian hari ini di mulai pukul 08.00 sampai dengan 16.00 Wib dengan materi ujian praktek Deptik : OMSP (operasi Militer selain perang) dan OMP (Oprasi Militer Perang).
Kadeppengmilum Akmil mengatakan bahwa dalam penjabarannya TNI melaksanakan Operasi Militer Perang (OMP) dan Operasi Militer Selain Perang (OMSP). OMP merupakan pengerahan dan penggunaan kekuatan TNI untuk menghadapi ancaman berupa kekuatan militer asing dalam rangka mempertahankan kedaulatan negara.
“Operasi militer yang telah dilaksanakan diantaranya Operasi Pertahanan Udara Nasional, Siaga Tempur Laut, Siaga Tempur Blok Ambalat dan PPRC TNI,”ungkapnya.
Pelaksanaan OMSP, seperti halnya operasi perang, berpegang pada suatu prinsip untuk memudahkan, mempercepat, dan melindungi personel yang dikerahkan. Komandan operasi perlu memahami prinsip prinsip yang ditetapkan dan menerapkannya dalam operasi secara benar. Beberapa prinsip umum dalam pelaksanaan OMSP adalah: kejelasan sasaran, kesatuan tindak, keabsahan, keuletan, batasan, dan keselamatan (US Headquarters Department of the Army, 1996).
Kegiatan Ujian Perwira ini dilaksanakan selama satu minggu di mulai hari Kamis, 3 sampai dengan hari Rabu, 9 Juni 2021, yang dilaksanakan oleh pemangku materi dan penguji dari Depmilum (Departemen Militer Umum), Depmildas (Departemen Militer Dasar) dan Deppimjuang (Departemen Kepemimpinan dan Kejuangan) dengan ujian teori dilaksanakan di kelas dan ujian praktek dilaksanakan di lapangan di sekitar Kesatrian Akademi Militer Kompleks.
Penhumas Akmil.

Taruna Akmil Tingkat III dibekali Ilmu Perang Gerilya Kota

Magelang,akmil.ac.id

Taruna Akademi Militer Tingkat III/Sermadatar (Sersan Mayor Dua Taruna) melaksanakan Kegitan Opsdiktar (Operasional Pendidikan Taruna) yang diampu Departemen Taktik Akmil dengan materi Praktek Drilnis Taktik Penghadangan dalam Perang Gerilya Kota diikuti sejumlah 294 Taruna dilaksanakan  di Rahlat (Daerah Latihan) Lap. Gembung Komplek. Senin (07/06/2021).

Gubernur Akademi Militer Mayjen TNI Candra Wijaya meninjau langsung, kegiatan latihan materi Praktek Drillnis Taktik Penghadangan dalam Perang Gerilya Kota, dengan didampingi para pejabat Dirtribusi Akmil.

Kegiatan latihan ini dimulai dari jam 07.50 sampai dengan 16.50 WIB. Para Taruna Tingkat III/Sermadatar dilatih bagamana taktik dan teknik yang digunakan dalam perang gerilya kota dengan medan yang berada di perkotaan dengan banyaknya bangunan-bangunan yang sangat berbeda dengan perang hutan, sehingga teknik dan taktik yang digunakan akan berbeda, diperlukan skill yang lebih dengan mampu membaca medan serta cara mengatasinya. Taruna sangat antusias dan semangat mengikuti semua materi yang di ajarkan pelatih.

Gubernur Akmil menekankan kepada para pendukung dan peserta latihan untuk mengutamakan faktor keamanan dalam melaksanakan latihan, memperhatikan semua intruksi pelatih. Gubernur Akmil juga meminta kepada para Taruna peserta latihan untuk menyakan kepada para pelatih tentang hal hal yang belum dipahami seputar materi latihan, agar para Taruna paham tentang Perang Gerilya Kota.

Penhumas Akmil

JASMANI TARUNA AKMIL SETIAP SAAT SIAP DI UJI

Magelang,akmil.ac.id

Akademi Militer Taruna TK. III/Sermadatar sejumlah 203 Taruna melaksanakan Tes Kesegaran Jasmani (TKJ) periodik setiap 6 bulan sekali guna menjaga kesegaran dan kebugaran Taruna Akademi Militer bertempat di Stadion Sapta Marga Akmil. Sabtu (05/06/2021).

Kolonel Inf Sunarto, Kadepjas (Kepala Depatemen Jasmani) Akmil selaku koordinator kegitan TKJ menjelaskan bahwa, “pelaksanaan Test Kesegaran Jasmani yang dilaksanakan oleh Taruna Akademi Militer ini meliputi Tes Kesegaran Jasmani A, yaitu lari selama 12 menit dan tes kesegaran jasmani B, yaitu : Pull Up, Sit Up, Lunges, Push Up, serta Shuttle Run”.

“Kegiatan TKJ ini bertujuan untuk membina dan meningkatkan kemampuan kesemaptaan Jasmani Taruna Akademi Militer, untuk membentuk Taruna Akademi Militer menjadi Perwira TNI AD yang memiliki sikap dan perilaku sebagai prajurit Saptamarga, pengetahuan dan keterampilan serta jasmani yang samapta”, jelas Kadepjas.

Kadepjas juga mengharapkan melalui TKJ ini dapat mengukur dan mengetahui kemampuan jasmani Taruna Akmil, juga sebagai tolok ukur pembinaan pendidikan di lembaga Akademi Milter.

Beliau juga mengajak, kepada seluruh Taruna Akademi Militer dalam pelaksanaannya, agar bersungguh-sungguh dan secara maksimal, sehingga hasil nilainya dapat tercapai sesuai yang diharapkan, tapi jangan melupakan faktor keamanan.

Di akhir penyampaiannya beliau menghimbau, “jangan memaksakan fisik apabila tidak mampu dan jangan sampai ada yang celaka. Sesuaikan petunjuk pimpinan dalam pelaksanaan Tes Kesegaran Jasmani, upayakan zero accident, zero sakit dan tetap utamakan faktor keamanan serta keselamatan”.

Penhumas Akmil